Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Alat Musik Kecapi : Contoh, Gambar, Fungsi dan Jenisnya

5 min read

Alat Musik Kecapi – Kecapi adalah alat musik tradisional dari sunda alias Jawa Barat yang dimainkan dengan cara di petik untuk mewarnai kesenian musik yang di masyarakat sunda.

Tidak banyak yang mengetahui apa yang dimaksud dengan alat musik kecapi, kebanyakan masyarakat mungkin mengetahui apabila kecapi merupakan buah, bukan alat musik.

Padahal kecapi sudah ada sejak lama sekali. Maka dari itu mari kita simak sejarah alat musik kecapi dan bagaimana teknik yang bernar dalam memainkannya yang sudah sangat lekat dengan budaya sunda, Jawa Barat.

 

Sejarah Alat Musik Kecapi

Kecapi merupakan alat musik tradisional yang sudah dikenal sejak berabad-abad tahun yang lalu.

Awal mulanya kecapi berasal dari negeri China yang mempunyai nama lain yakni Ghuzeng.

Dan kecapi biasanya dipakai untuk mengiringi musik dengan alunan yang lembut dan mendayu.

Kecapi adalah alat musik tradisional yang berkembang di daerah Jawa, yang lebih tepatnya diyakini berasal dari daerah Kuningan Jawa Barat.

Sejarah alat musik kecapi juga merujuk pada tanaman sentul, yang mana kayunya diyakini dipakai untuk membuat alat musik kecapi.

Di sunda sendiri alat musik ini dijadikan alat musik utama dalam tembang sunda maupun Mamaos Cianjuran serta kecapi suling.

 

Macam Macam Alat Musik Kecapi

Alat musik kecapi dibagi menjadi beberapa jenis, dimana pada setiap jenis-jenisnya memiliki bentuk, ukuran dan juga fungsi yang berbeda-beda.

Lantas apa sajakah jenis-jenis dari alat musik kecapi ini? mari kita simak penjelasan lengkap di bawah ini.

 

1. Kecapi Indung

 

Alat Musik Kecapi : Contoh, Gambar, Fungsi dan Jenisnya
Image Source : pontianak.tribunnews.com
Kecapi indung memiliki arti “kecapi induk” atau “kecapi ibu”. Kecapi indung adalah kecapi yang memiliki ukuran paling besar apabila dibandingkan dengan kecapi jenis yang lainnya.

Terdapat sebutan lain juga yang dapat dipakai untuk kecapi jenis ini, yaitu kecapi gelung, kecapi pantun, kecapi tembang dan juga kecapi perahu. Pada umumnya kecapi jenis ini dipakai sebagai pemimpin iringan musik atau lagu yang memiliki tempo sedang.

Biasanya alat musik ini juga dipakai secara bersamaan dengan menggunakan kecapi rincik sebagai pengikutnya. Sebagai contohnya merupakan dalam permainan kecapi suling, dimana kecapi rincik harus menginduk atau mengikuti jalannya permainan dari kecapi indung.

Sehingga nantinya kecapi dapat menghasilkan suatu kesatuan sebuah nada yang harmonis. Dalam pola iringan, kecapi indung berperan sebagai pengarah ketika memainkan kecapi rincik dan juga suling.

 

2. Kecapi Rincik

"Macam

Kecapi rincik menurut bahasa memiliki arti “kecapi kecil”.

Dimana dalam bahasa Sunda sendiri, rincik memiliki makna kecil, sebagai salah satu contoh hujan ngarincik yang artinya hujan gerimis atau hujan rintik-rintik.

Istilah tersebut juga dipakai dalam kesenian gamelan, yaitu bonang rincik atau bonang yang memiliki pentolan kecil.

Kecapi rincik ini biasanya dipakai sebagai pengiring musik saja, tentunya hal tersebut berbeda dengan kecapi indung yang dipakai sebagai pemimpin iringan sebuah musik.

 

3. Kecapi Perahu

Gambar Kecapi Perahu
image source : alatmusik.id

Kecapi perahu adalah kecapi yang memiliki bentuk hampir sama dengan sampan dengan dua ujung yang melengkung.

Ukuran dari kecapi jenis ini juga terbilang cukup besar serta termasuk kedalam jenis kecapi indung.

Adapun pembuatan kecapi perahu ini dengan cara kayu yang akan dipakai perlu direndam selama kurang lebih tiga bulan sebelum dibentuk menjadi sebuah alat musik kecapi.

 

4. Kecapi Siter

image source : review.bukalapak.com

Kecapi siter adalah kecapi yang memiliki bentuk lebih sederhana apabila dibandingkan dengan kecapi jenis lainnya.

Kecapi iji juga memiliki permukaan lurus datar dengan sedikit lengkungan, dimana cara memainkan alat musik ini juga sama dengan permainkan jenis musik lainnya.

 

5. Kecapi Kalimantan

image source : cintaindonesia.web.id

Kecapi Kalimantan adalah kecapi yang memiliki bentuk sangat berbeda dengan kecapi jenis lainnya.

Dimana cara memainkan kecapi Kalimantan ini juga memiliki cara tersendiri.

Pada bagian ujung kecapi ini juga terdapat bentuk burung enggang, yaitu burung khas dari Kalimantan.

 

Bahan Pembuatan Alat Musik Kecapi

Walaupun kelihatannya alat musik ini sederhana, tetapi proses pembuatannya tidak sesederhana itu. Kayu yang dijadikan sebagai bahan dasarnya itu ialah berasal dari kayu Kenanga. Kayu tersebut sebelum dipakai harus terlebih dahulu direndam selama 3 bulan, baru dapat dibentuk menjadi sebuah kecapi yang sesuai kebutuhan.

Senar yang dipakai juga bukan senar dari kawat sembarangan. Melainkan dari jenis kawat suasa (logam yang terdapat campuran emas dan tembaga) apabila ingin mendapatkan kualitas suara yang bagus. Namun, ketika ini senar kecapi terbuat dari kawat baja karena mahalnya harga kawat suasa.

 

Bentuk Alat Musik Kecapi

Ternyata kecapi bukan hanya memilik satu jenis bentuk saja, tetapi ada 2 jenis bentuk alat musk kecapi yakni kecapi parahu dan kecapi siter.

  • Kecapi Parahu. Kecapi parahu bentuknya mirip sekali seperti perahu pada umumnya, kecapi ini dibuat dalam proses yang cukup lama yaitu 3 bulan dan lubang resonansinya berada dibagian bawah untuk memungkinkan suara keluar lebih jelas. Pada jaman dahulu kecapi parahu ini hanya dibuat dari bongkahan-bongkahan kayu dengan cara memahat nya.
  • Kecapi Siter. Kecapi Siter adalah bentuk yang lebih sederhana dari kecapi parahu, biasanya sisi bagian atas dan juga bawahnya berbentuk trapesium yang rata serta terdapat lubang resonansi didalamnya. Bentuk alat Kecapi ini sangat cocok disandingkan dengan suling sunda yang terbuat dari bahan bambu, alunan dari kedua alat musik tersebut menghasilkan nada harmoni yang merdu dan juga indah khas sunda.

 

Cara Memainkan Alat Musik Kecapi

Cara memainkan kecapi siter dan kecapi parahu sama saja, yakni dengan cara dipetik. Kecapi suling merupakan sebutan untuk perangkat waditra sunda yang ada di hampir semua daerah Tatar sunda. Waditra terdiri dari dua jenis yakni suling dan juga kecapi.

Meskipun kecapi sering dijadikan sebagai instumental, kecapi juga dapat dijadikan untuk mengiringi juru sekarang biasanya membawakan lagu-lagu secara Rampak Sekar atau Anggara Sekar.

 

Teknik Memainkan Alat Musik Kecapi

Alat musik kecapi cara memainkannya yakni dengan cara dipetik menggunakan jari tangan, baik itu kecapi siter maupun kecapi parahu.

Namun dalam memainkannya harus menggunakan teknik agar suara yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus dan enak didengar.

apabila ingin memainkan alat music kecapi harus menguasai teknik memainkannya, agar dapat menghasilkan melodi yang indah.

Ada 3 teknik dalam memainkan alat musik kecapi ini yang perlu diketahui sebelum memainkannya :

 

1. Teknik Di Jambret

Teknik yang pertama ialah teknik Di jambret, terdengar cukup unik dikarenakan seperti sebuah tindak kejahatan. tetapi tenang saja ini bukan teknik yang diajarkan untuk melakukan tindak criminal kok. Ini merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menggerakkan jari jemari tangan kanan, yaitu jari jempol, jari tengah, dan juga jari telunjuk diatas 3 senar nada yang dibunyikan secara bersamaan.

Dan dengan 2 jari jemari tangan kiri, yaitu jari jempol dan jari telunjuk dengan memetik senar sebagai pengisi nada bebas. Disebut juga teknik di jambret karena posisi badan yang juga tangan pemain kecapi terlihat seperti ingin menjambret.

Biasanya teknik ini dipakai ketika mengiringi tembang atau lagu-lagu dengan tempo yang cepat harus hati-hati memainkannya karena apabila salah sedikit maka nada yang dihasilkan berbeda.

 

2. Teknik Sintreuk Toel

Memainkan alat musik kecapi dengan teknik sintreuk toel merupakan teknik memetik senar kecapi dengan cara menjentikkan jari pada senar kecapi memakai ujung jari telunjuk tangan kanan serta tangan kiri. Teknik ini seperti sedang mentoel ataupun mencolek seseorang.

Tangan kanan dan tangan kiri harus mempunyai peran yang sangat signifikan. Hal itu karena harus menyelaraskan antara ketetapan dengan kecepatan nada sepanjang tembang maupun lagu saat dimainkan memakai kedua jari telunjuk di masing-masing tangan.

Pada teknik ini harus meletakan jari telunjuk melengkung di bawah senar kecapi, dan juga pemain alat musiknya menjentikkan maupun mentoel senar dengan jari telunjuk sehingga menghasilkan bunyi nada yang diinginkan. Tehnik seperti ini biasanya dipakai untuk menghasilkan alunan-alunan nada yang melodis.

 

3. Teknik Dijeungkalan

Di teknik ini posisi badan pemusik lebih condong ke depan dan juga posisi jarinya hampir mirip dengan teknik di jambret.

Hanya saja yang membedakannya merupakan posisi pemainnya.

Jari jemari tangan kanan memainkan 3 senar nada dengan cara bersamaan sedangkan jari jemari kiri memetik senar serta memainkan nada dengan bebas.

 

Notasi Yang Dimiliki Alat Musik Kecapi

Dalam kecapi sunda ini sendiri mempunyai 5 tangga nada (pentatonis) yang biasa dipakai yakni, Da, Mi, Na, Ti, dan La berbeda dengan alat musik lainnya yang menerapkan tangga nada Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, dan Do.

Notasi yang dipakai saat memainkan alat musik kecapi ini merupakan notasi degung.

Notasi degung merupakan notasi yang adalah bagian dari suatu sistem yang mana diberi nama sistem heptachordal pelog.

 

Fungsi Alat Musik Kecapi

Alat musik kecapi juga mempunyai dua fungsi, yakni berfungsi sebagai kecapi induk/indung dan kecapi rincik/anak. Untuk ulasan selengkapnya dapat simak dibawah ini:

 

1. Fungsi Induk/Indung

Yang dimaksud dengan fungsi indung merupakan alat musik kecapi ini memimpin iringan musik yang dimainkan dengan cara memberikan intro, bridges, interlude, serta memberikan tempo ketika memainkan suatu tembang lagu.

Pada kecapi indung ini pun mempunyai 18 atau 20 dawai yang pasti jauh lebih besar daripada kecapi anak.

 

2. Fungsi Rincik/Anak

Sedangkan fungsi dari kecapi rincik atau kecapi anak yakni memperkaya iringan musik dengan mengisi ruang-ruang antara nada dengan frekuensi yang lebih tinggi, khususnya pada saat memainkan lagu yang terdapat di dalam kecapi suling maupun Sekar Penambih.

Kecapi ini ukurannya lebih kecil dan dawainya lebih sedikit daripada kecapi indung, yakni sebanyak 15 dawai saja.

 

Penutup Alat Musik Kecapi

Hingga saat ini alat musik kecapi masih banyak dipakai untuk mengisi acara-acara hajatan. Acara hajatan tersebut antara lain ialah pernikahan, atau acara-acara yang lainnya sebagai penghibur dengan mengiringi tembang lagu.

Lagu yang dibawakan juga bukan hanya lagu-lagu sunda saja. Kecapi juga dapat mengiringi lagu-lagu pop, dangdut, maupun lagu-lagu lainnya. Bahkan kecapi sudah dikenal hingga mancanegara.

Itulah tadi informasi untuk lebih mengenal sejarah kecapi dan teknik memainkannya. Semoga dapat bermanfaat dan tertarik untuk belajar memainkan alat musik kecapi untuk melestarikan alat musik tradisional yang berasal dari Sunda Jawa Barat.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas