Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

10 Contoh Teks Eksplanasi Yang Benar beserta Strukturnya

11 min read

Contoh Teks Eksplanasi dan Penjelasan Strukturnya

Contoh Teks Eksplanasi – Teks eksplanasi, sekarang dipelajari oleh siswa baik di Sekolah Menengah Pertama maupun SMA.

Teks jenis eksplanasi memang agak lebih rumit dibanding dengan teks lain, lantaran memerlukan kemampuan khusus dan harus menguasai

Materi yang ditulis. Tak jarang para siswa kesulitan dalam membuatnya, dan membutuhkan banyak pola teks eksplanasi.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai ciri, struktur, dan pola teks eksplanasi, sehingga setelah membaca artikel ini pembaca sanggup pribadi mempraktikkan penyusunan teks eksplanasi.

 

Pengertian Teks Eksplanasi

Menurut asal katanya, eksplanasi berarti memperlihatkan penjelasan. Teks eksplanasi berisi klarifikasi mengenai bagaimana suatu insiden bisa terjadi atau hubungan alasannya ialah akhir dalam sebuah kejadian. Menurut Restuti, teks eksplanasi sanggup dipakai untuk menjelaskan banyak sekali fenomena baik sosial maupun fenomena alam.

Kemudian berdasarkan Mahsun, terdapat beberapa potongan dalam teks eksplanasi yaitu, pernyataan umum, penjelas, dan interpretasi. Berdasarkan pendapat tersebut, sanggup dikembangkan teks eksplanasi dengan struktur yang jelas.

Dalam perkembangannya, teks eksplanasi juga sanggup disusun berdasarkan fenomena sosial, budaya, dan fenomena lainnya.

Luasnya tema teks eksplanasi ini kemudian menimbulkan kesalahpahaman pada pelajar dan menciptakan mereka kesulitan untuk membedakan suatu teks termasuk dalam teks eksplanasi atau tidak. Berikut merupakan rincian ciri-ciri yang sanggup membedakan teks eksplanasi dan jenis teks lainnya. Dengan mengenal ciri-cirinya, maka penulis akan lebih gampang dalam menyusun teks eksplanasi untuk menjelaskan fenomena yang akan diangkat.

 

12 Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 11
Soure : freepik.com/author/stories

 

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Untuk lebih memahami teks eksplanasi jangan lupa ketahui dulu ciri-ciri dari teks eksplanasi. Beberapa ciri-ciri teks eksplanasi yang penting diketahui diantaranya:

 

1. Informasi Dalam Teks Merupakan Peristiwa Yang Nyata

Ciri pertama yang terang terdapat dalam teks eksplanasi adalah, informasi dalam teks merupakan insiden yang nyata. Informasi dari insiden yang faktual bisa didukung dengan fakta terkait insiden tersebut.

Penulis sanggup memperlihatkan pengertian dari fenomena yang akan diangkat, kemudian memberi klarifikasi di potongan deretan penjelasan. Deretan klarifikasi ini menjadi bukti bahwa fenomena tersebut memang benar terjadi dan bisa juga memperlihatkan gambaran alasannya ialah akhir pada pembaca.

 

2. Adanya Unsur Ilmu Pengetahuan Dalam Teks

Ciri kedua, ialah adanya unsur ilmu pengetahuan dalam teks tersebut. Karena membahas perihal insiden nyata, maka untuk menjelaskan alasannya ialah terjadinya insiden tersebut penulis perlu memakai dasar ilmu yang jelas. Misalnya kelahiran, berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam, khususnya biologi.

Ilmu pengetahuan alam mempunyai kemungkinan paling banyak untuk dijadikan teks eksplanasi, lantaran dalam ilmu ini banyak kata ilmiah yang harus dijelaskan lebih rinci. Kemudian topik lain yang bisa diangkat ialah fenomena sosial mirip pengangguran.

Untuk memperdalam pembahasan fenomena tersebut, sanggup dikaji dari ilmu psikologi dan ekonomi. Ilmu psikologi dan ekonomi terkait dengan penggunaan istilah absurd dan sulit. Kata-kata yang sulit dipahami sanggup diberi klarifikasi lebih lanjut untuk memudahkan pembaca mencerna informasi gres terkait topik  tersebut.

 

3. Sifat Teks Yang Informatif Namun Tidak menghipnotis pembaca

Ciri ketiga, ialah sifat teks yang informatif namun tidak menghipnotis pembaca. Dalam teks eksplanasi boleh diberikan klarifikasi mengenai alasannya ialah terjadinya sebuah fenomena. Namun penulis dilarang mengajak pembaca untuk ikut membenci atau menghakimi.

Dengan kalimat yang memperlihatkan informasi penulis membiarkan pembaca untuk menyimpulkan sendiri apakah hal negatif yang terjadi perlu ditiru atau tidak.

 

4. Menggunakan Kata Yang Digunakan Untuk Mengurutkan Kejadian

Ciri berikutnya adalah, memakai kata yang dipakai untuk mengurutkan kejadian. Misalnya kata kemudian, setelah itu, lalu, dan lain sebagainya. Kata-kata ini berfungsi untuk memperlihatkan urutan insiden yang terjadi dan informasi yang bersifat alasannya ialah akibat.

Penggunaan subjek manusia, seringkali terjadi pada teks berita. Dalam teks eksplanasi, pembahasan mengenai insan sebagai pelaku diminimalisir terutama pada topik yang menyangkut insiden alam. Fenomena yang dibahas seolah merupakan sebuah insiden yang saintifik dan terjadi lantaran hubungan alasannya ialah akhir di alam.

 

Kaidah Kebahasaan Teks

Kaidah kebahasaan merupakan ciri bahasa dari pola teks eksplanasi dari segi pemilihan kata dan penyusunan kalimat. Berikut ialah beberapa aksara dari bahasa yang bisa dipakai sebagai pola teks eksplanasi.

 

1. Kalimat Pasif

Kalimat pasif, biasanya memakai awalan di, ter, ke dan kata ganti pada predikatnya. Misalnya dikejar, tertangkap, tergerus, dipanaskan, dan lain sebagainya. Penggunaan kalimat pasif dimaksudkan untuk mengurangi subjek manusia, dan mengalihkan fokus pada insiden yang terjadi. Kalimat pasif juga dipakai untuk menegaskan bahwa suatu insiden ialah sebuah ketidaksengajaan atau terjadi secara alamiah.

 

2. Konjungsi Kausal dan Waktu

Konjungsi, merupakan kata hubung sedangkan kausal ialah sebab. Maka konjungsi kausal sanggup dipahami sebagai kata penghubung yang dipakai untuk menyatakan alasannya ialah akibat. Yang termasuk dalam konjungsi kausal ialah jika, karena, jadi, demikian, sehingga, dan lain-lain.

Konjungsi waktu, merupakan kata hubung yang berkaitan dengan waktu. Kata yang termasuk dalam golongan konjungsi ini ialah sesudah, sebelum, sehabis, sehingga, selesai, sambil, selagi, sampai, sementara, ketika, setelah, sejak, tatkala, seraya, selama, dan lain-lain. Kedua konjungsi tersebut dipakai secara bergantian dengan porsi yang masuk akal pada pola teks eksplanasi.

 

3. Terdapat Istilah Ilmiah

Istilah ilmiah yang dipakai dalam teks eksplanasi, berfungsi untuk menjelaskan fenomena yang terjadi berdasarkan disiplin ilmu yang terkait. Penggunaan istilah ilmiah berbahasa absurd juga diperbolehkan, namun akan lebih baik bila dijelaskan dalam bahasa Indonesia semoga pembaca yang awam dalam hal tersebut sanggup memahami informasi yang disajikan.

Hal ini dikarenakan kemungkinan teks tersebut dibaca oleh orang yang tidak memahami konteks kalimat yang sedang dibahas. Kata ilmiah dalam biologi contohnya spesies binatang tertentu hanya dipahami oleh orang-orang yang sudah berguru mengenai ilmu tersebut. Sedangkan pembaca awam mungkin tidak mengetahui binatang apakah yang dimaksud  sehingga informasi tidak hingga secara utuh.

 

4. Informatif

Poin ini merupakan hal terpenting dalam penyusunan pola teks eksplanasi. Tujuan utama teks ini ialah memperlihatkan klarifikasi dan informasi mengenai suatu insiden alam atau fenomena tertentu. Maka, setiap kalimat dalam teks ini harus difungsikan dengan baik sebagai cara untuk menginformasikan ilmu gres pada pembaca.

Dengan adanya unsur informatif pada teks eksplanasi, pembaca sanggup menemukan hal gres yang akan memperkaya pengetahuannya. Oleh lantaran itu teks jenis eksplanasi diajarkan semenjak anak usia  SMP semoga selain sanggup memahami informasi dalam bacaan, siswa Sekolah Menengah Pertama sanggup berlatih menyusun pola teks eksplanasi sederhana.

 

Beberapa Contoh Teks Eksplanasi Yang Lengkap

Dibawah ini ada beberapa pola teks eksplanasi yang bisa menjadi tumpuan dan menambah pemahaman perihal apa itu eksplanasi. Berikut contoh-contoh teks eksplanasi:

 

 Contoh Teks Eksplanasi dan Penjelasan Strukturnya
source : freepik.com/author/photographeeasia

 

1. Contoh Teks Eksplanasi Penyataan Umum, Deretan Penjelas Dan Interpretasi

Sama halnya dengan jenis teks deskripsi, eksposisi, anekdot, dan jenis teks lainnya, teks eksplanasi mempunyai struktur khusus. Terdapat 3 struktur utama dalam teks eksplanasi, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi atau penutup.

 

a. Contoh Teks Eksplanasi Bagian Pernyataan Umum

Bagian pembuka dari teks eksplanasi ini merupakan potongan yang berisi klarifikasi mengenai fenomena yang akan dibahas. Misalnya, pola teks eksplanasi mengenai banjir. Maka pernyataan umum berisi pernyataan dan informasi mengenai insiden banjir. Detail informasi mirip waktu kejadian, dan tempat insiden juga sanggup dijelaskan di potongan ini.

Biasanya untuk mengawali sebuah karangan, penulis akan merasa kesulitan dalam mengambangkan pandangan gres dan memulai paragraf. Untuk mengembangkan paragraf pertama teks eksplanasi yang berisi pernyataan umum, sanggup menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

1. Apakah insiden yang terjadi?

Banjir telah menenggelamkan seluruh desa.

2. Dimanakah tempat insiden bisa terjadi?

Banjir sanggup terjadi di tempat pinggir sungai bahkan sanggup meluas ke tempat lain.

3. Kapan insiden tersebut terjadi?

Bencana banjir ini sanggup terjadi kapam saja, terutama ketika demam isu penghujan tiba.

4. Apakah akhir dari insiden tersebut?

Banjir ini sanggup menelan korban jiwa dan merusak bangunan. Air yang merendam bangunan sanggup menjadikan kerusakan permanen sehingga bangunan sulit diperbaiki.

5. Jelaskan pengertian fenomena yang sedang berlangsung!

Banjir merupakan sebuah insiden dimana air yang seharusnya terserap ke tanah tidak terserap dengan baik. Air yang berlebih kemudian menggenang di permukaan tanah. Banjir bisa terjadi secara bertahap, namun ada pula banjir yang tiba secara tiba-tiba dari luapan sungai atau maritim dengan kekuatan yang besar. Rumah dan bangunan bisa hancur lantaran tersapu air yang berkekuatan besar ini.

Dengan menjawab 5 pertanyaan tersebut, sudah didapatkan 1 paragraf pembuka teks eksplanasi. Paragraf ini bisa dilanjutkan ke struktur teks selanjutnya yaitu deretan penjelas.

 

b. Contoh Teks Eksplanasi Bagian Deretan Penjelas

Pada potongan ini, penulis sanggup memperlihatkan klarifikasi mengenai urutan kejadian, atau alasannya ialah terjadinya suatu fenomena. Fungsi dari potongan deretan penjelas ialah untuk memperlihatkan keterangan yang lebih rinci semoga pembaca sanggup memahami dengan baik hal-hal apa sajakah yang sanggup mengakibatkan insiden tersebut terjadi.

Untuk memudahkan penyusunan paragraf ini, penulis sanggup menjawab beberapa pertanyaan berikut.

1. Apakah ada dampak insiden ini?

Banjir tersebut tiba secara tiba-tiba dari arah sungai, dan menyapu desa.

2. Bagaimana awal mula kejadian?

Hujan mengguyur desa tersebut semenjak malam sebelumnya.

3. Bagaimana urutan insiden tersebut?

Sejak malam, hujan mengguyur wilayah Halim dan mengakibatkan air menggenang di beberapa desa. Desa Wiku merupakan desa terdampak banjir yang paling parah. Desa ini terletak paling akrab dengan sungai, dan berada di samping lereng bukit yang telah dikeruk hingga tidak tersisa pohon satupun di dinding lereng akrab desa.

Luapan air dari sungai terjadi setelah permukaan sungai naik pada malam hari, sedangkan hujan tak kunjung berhenti. Warga kemudian mengungsi dan meninggalkan rumah begitu saja.

4. Mengapa insiden tersebut bisa terjadi?

Banjir bisa terjadi lantaran banyak hal. Dalam insiden ini, penyebab utama banjir ialah hujan yang terjadi terus menerus. Jumlah air yang turun sangat banyak. Namun sayangnya perembesan air ke tanah tidak terjadi dengan baik.

Hal ini disebabkan tidak ada pohon yang menahan laju air dari gunung. Selain itu, rumah penduduk juga mempunyai halaman yang tertutup semen.

Sehingga fatwa air hanya bisa melewati selokan kecil yang mengarah ke sungai.

Sungai yang seharusnya dalam dan bisa menampung air juga tidak sanggup mendapatkan fatwa air terlalu banyak, lantaran dasar sungai telah meninggi. Selama 5 tahun terakhir, tidak dilakukan pencucian sungai. Banyak sampah yang mengendap bersama lumpur di dasar sungai.

Dari 5 pertanyaan diatas, sudah sanggup disusun lebih dari 1 paragraf sebagai deretan penjelas pada pola teks eksplanasi. Dalam teks eksplanasi, akan lebih baik bila deret penjelas ini dipakai untuk membuatkan informasi yang rinci terkait dengan insiden yang dibahas. Hal ini bertujuan untuk memperlihatkan informasi atau ilmu gres kepada para pembaca teks eksplanasi.

 

c. Contoh Teks Eksplanasi Bagian Interpretasi (Boleh Ada Atau Tidak)

Bagian final ini merupakan epilog dari teks eksplanasi. Interpretasi merupakan kesimpulan dari seluruh rangkaian kalimat dalam teks. Bagian ini bisa saja ditiadakan bila dianggap tidak perlu. Berikut ialah beberapa pertanyaan yang bisa membantu dalam menyusun pola teks eksplanasi potongan interpretasi.

1. Bagaimana rangkuman insiden secara singkat?

Banjir yang terjadi di Halim, memang bukan banjir yang terbesar. Bencana ini terjadi dalam waktu satu malam dan menghancurkan hampir seluruh desa.

2. Apakah penyebab insiden tersebut?

Banjir terjadi lantaran kurangnya tempat resapan air. Halaman rumah diberi lapisan semen hingga tidak menyisakan tanah untuk meresapnya air. Sungai seringkali dijadikan tempat sampah massal, dan jarang dibersihkan, sehingga dasar sungai tersebut semakin dangkal. Kemudian, lereng gunung yang seharusnya penuh pohon telah gundul sehingga tidak bisa menahan laju fatwa air ketika hujan tiba. Akibatnya, air dengan lancar meluncur ke arah pemukiman penduduk.

Dua pertanyaan tersebut cukup untuk menjadi epilog pola teks eksplanasi dengan tema insiden alam, yaitu banjir. Penulis sanggup menambahkan pernyataan yang berupa solusi dari dilema yang ditimbulkan oleh insiden tersebut sebagai suplemen informasi untuk pembaca.

Untuk lebih jelasnya, dalam artikel ini akan disajikan sebuah pola teks eksplanasi mengenai insiden / fenomena sosial yaitu maraknya komentar dan ujaran kebencian di media sosial.

 

2. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Metamorfosis merupakan insiden dimana binatang bermetamorfosis bentuk dewasa. Fenomena ini terjadi pada sebagian besar serangga, amfibi, crustacea, mollusca, echinodermata, dan lain-lain. Perubahan bentuk ini tidak selalu melibatkan perubahan bentuk yang ekstrim atau perubahan habitat.

Terdapat dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis tepat dan tidak sempurna. Metamorfosis tepat atau holometabola terjadi pada serangga mirip kupu-kupu. Binatang ini menetas dari telur, menjadi ulat atau larva. Ulat menghabiskan masa hidupnya untuk makan daun, kemudian merubah dirinya menjadi pupa atau kepompong.

Kepompong ialah semacam selimut yang menyelubungi ulat selama beberapa hari. Setelah perubahan dalam kepompong sempurna, kupu-kupu akan keluar sari dalam pupa dan meregangkan sayap sehingga ia bisa terbang. Perubahan bentuk ulat menjadi kupu-kupu termasuk dalam metamorfosis tepat lantaran terjadi perubahan bentuk yang disertai dengan hancurnya badan larva dan menyisakan beberapa sel.

Sel- sel tersebut kemudian tumbuh kembali menjadi kupu-kupu yang kemudian muncul keluar dari pupa. Metamorfosis tepat tidak hanya terjadi pada kupu-kupu. Lalat rumah dan kepik juga melalui fase pupa dan melewati tahapan metamorfosis sempurna.

Metamorfosis tidak tepat merupakan proses perubahan bentuk binatang yang tidak melewati fase pupa. Pada proses metamorfosis ini, binatang tidak mengalami banyak perubahan. Biasanya perubahan terjadi pada ukuran, tumbuhnya organ tertentu mirip sayap, serta pergantian kulit yang juga disebut instar.

Hewan yang mengalami proses metamorfosis tidak tepat antara lain, belalang, serta kecoa. Belalang menetas dari telur, kemudian menjadi larva / nimfa, dan tumbuh semakin besar menjadi belalang sampaumur yang disebut pula imago.Perubahan belalang dari nimfa ke imago tidak mengubah habitat atau kuliner belalang. Ia tetap tinggal di pepohonan, memakan daun, serta bernafas dengan trakea. Selain serangga, metamorfosis juga terjadi pada amfibi.

Katak yang termasuk amfibi, melalui proses metamorfosis yang mengubah bentuk dari telur hingga katak dewasa. Katak betina dewasa, meninggalkan telur-telurnya di air. Setelah sepuluh hari, telur tersebut akan menetas dan mengeluarkan berudu.Berudu berbentuk mirip ikan kecil dan habitat di bawah permukaan air. Setelah 2 hari menetas, berudu akan menumbuhkan insang yang berfungsi untuk bernafas dalam air. Tahap ini berlangsung selama 3 minggu.

Setelah 3 minggu, insang akan tertutup kulit dengan sendirinya. Saat berumur 8 minggu, kaki belakang berudu mulai tumbuh, diikuti dengan kaki depan. Saat kaki depan dan belakang tumbuh, bentuk berudu akan ibarat katak berekor.

Ekor ini akan memendek dan tidak berfungsi sebagai penggagas di bawah air. Lambat laun katak akan bernapas dengan paru-paru dan sanggup hidup di luar perairan. Metamorfosis ini berakhir ketika katak sudah sanggup hidup di daratan dan berbentuk katak sampaumur dengan 4 kaki.

Berdasarkan pemaparan tersebut, sanggup disimpulkan bahwa metamorfosis terjadi pada serangga, amfibi, dan beberapa jenis binatang lain. Perubahan secara fisik ini berlangsung semenjak binatang tersebut menetas hingga menjadi dewasa. Metamorfosis pada serangga ada dua macam yaitu metamorfosis tepat dan tidak sempurna.

Metamorfosis tepat melalui tahap pupa yang menghancurkan sebagian besar sel tubuh, kemudian membentuk sel gres dengan bentuk berbeda. Sedangkan metamorfosis tidak tepat tidak melewati fase pupa, namun hanya melalui perubahan bentuk, ukuran, pergantian kulit dan penambahan organ.

 

3. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Fenomena Sosial

Kriminalitas merupakan tindakan kejahatan yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang yang melaksanakan tindak kriminalitas disebut kriminal. Kejahatan yang dilakukan beragam, mulai dari pencurian, pembunuhan, penculikan, dan lain sebagainya.

Alasan di balik sikap negatif ini biasanya lantaran motif ekonomi. Kesulitan mendapatkan pekerjaan, atau desakan kebutuhan yang mendadak akan mendorong seseorang untuk mencari jalan pintas semoga cepat mendapatkan uang. Indonesia yang kekurangan lapangan kerja, mempunyai kemungkinan peningkatan angka kriminalitas yang cukup tinggi.

Untuk membentengi diri dari godaan sikap negatif ini, sanggup dilakukan penanaman ilmu agama. Sehingga bawah umur paham bahwa tindakan merugikan orang lain ialah sebuah dosa yang harus dihindari. Segala hal yang bertentangan dengan agama biasanya juga bertentangan dengan norma masyarakat. Maka hal-hal yang termasuk dosa, tidak hanya dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, namun juga mendapatkan hukuman sosial dari masyarakat.

 

4. Contoh Teks Eksplanasi Budaya Mengenai Musik Dangdut

Dangdut merupakan salah satu musik orisinil Indonesia, yang dinikmati oleh segala usia. Musik ini berkembang semenjak zaman orde usang hingga ketika ini. Jenis musik dangdut seringkali dikombinasikan dengan jenis musik lain sehingga lagu dangdut kian bervariasi.

Ciri utama lagu dangdut ialah adanya seruling bambu dan kendang. Selain itu, penyanyi dangdut harus sanggup menguasai teknik cengkok yang hampir serupa dengan cengkok melayu. Musik dangdut berkembang hampir di seluruh pelosok nusantara, namun sayangnya masih ada beberapa pertunjukan dangdut yang tidak mengutamakan seni dari musik tersebut, dan justru menonjolkan si penyanyi yang berpakaian minim dengan tarian yang berlebihan.

Masalahnya, musik dangdut yang salah arah ini sanggup dengan gampang ditonton oleh masyarakat baik secara pribadi maupun di dunia maya. Seringkali ditemui pula, bawah umur menonton pertunjukan ini dengan leluasa. Tontonan ini akan memperlihatkan dampak negatif pada psikologi anak, dan akan merusak gambaran dangdut itu sendiri.

Jika dangdut yang tidak sesuai dengan tujuan awal penciptaan musik tersebut terus berkembang ke arah negatif, lambat laun dangdut akan kehilangan jati diri. Musik yang bertujuan awal menyatukan negara menjadi musik yang sarat dengan unsur negatif yang menjual penampilan penyanyi.

Kini, para musisi dangdut papan atas sedang berusaha membenahi gambaran dangdut yang sempat rusak. Penampilan penyanyi dangdut ketika ini lebih berkelas dan modern. Goyangan yang tak perlu juga dihindari, terutama ketika siaran di televisi nasional.Bagaimanapun dangdut ialah jati diri bangsa. Bagaimana dangdut berkembang, maka mirip itulah gambaran pribadi bangsa lantaran sejatinya apa yang dipertontonkan oleh artis ialah sesuai dengan permintaan pasar.

 

5. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses pembentukan zat kuliner pada tumbuhan. Hasil dari fotosintesis ialah karbohidrat atau zat gula dan oksigen. Bahan untuk melaksanakan fotosintesis ialah zat hara, karbondioksida, cahaya matahari, serta zat hijau daun atau biasa disebut klorofil.

Organisme yang melaksanakan fotosintesis untuk menghasilkan makanannya disebut fotoautotrof. Karena flora tidak bergerak secara aktif, bahan-bahan untuk melaksanakan fotosintesis ditangkap oleh seluruh potongan tumbuhan mirip akar, batang, dan daun tanaman.

Zat hara yang berasal dari tanah diserap oleh akar flora dan diantarkan ke daun melalui jaringan dalam tumbuhan. Cahaya matahari ditangkap oleh klorofil yang ada pada daun. Sedangkan karbondioksida diambil dari udara melalui permukaan daun dan batang tumbuhan.

Proses fotosintesis terjadi dalam dua tahapan yaitu reaksi terang dan reaksi gelap atau siklus Calvin. Reaksi terang terjadi pada siang hari ketika masih ada cahaya matahari. Reaksi ini bertugas untuk mengubah air dan karbondioksida menjadi oksigen.

Kemudian siklus Calvin akan mengubah karbondioksida menjadi gula yang disimpan oleh flora sebagai cadangan makanan.Reaksi terang dan gelap juga berada di tempat berbeda. Reaksi terang berada pada grana, sedangkan reaksi gelap terjadi di stroma. Kedua siklus fotosintesis ini terjadi pada organisme autotrof sebagai prosedur pertahanan hidup.

Tumbuhan yang melaksanakan proses ini bukan hanya yang berada di darat saja. Tumbuhan alga yang hidup di air juga melaksanakan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan. Berdasarkan pemaparan tersebut, sanggup disimpulkan bahwa fotosintesis terjadi pada flora yang termasuk dalam fotoautotrof. Bahan utama terjadinya fotosintesis ialah zat hara, air, karbondioksida, serta cahaya matahari.

Terdapat reaksi teran dan gelap dalam fotosintesis. Tumbuhan hanya akan melaksanakan reaksi terang ketika jumlah cahaya cukup, bila cahaya kurang maka proses alamiah ini akan terhenti.Inilah alasannya ialah mengapa pada siang hari berteduh di bawah pohon akan terasa sangat menyegarkan.

Karena semakin banyak cahaya, maka jumlah oksigen yang dihasilkan flora akan semakin banyak. Terlebih bila ada insan yang berada di akrab pohon. Manusia menghasilkan karbondioksida dari pembuangan proses pernapasan. Sedangkan pohon akan menangkap karbondioksida untuk materi bakar fotosintesis.

Contoh-contoh teks eksplanasi di atas telah menjelaskan bahwa banyak jenis topik yang bisa dipakai sebagai materi penulisan teks eksplanasi. Mulai dari fenomena alam, sosial hingga budaya. Penulis sanggup menggali informasi mengenai topik yang akan disusun dalam teks semoga pembaca mendapatkan manfaat lebih besar.

Selain memperhatikan sumber informasi yang valid, gaya penulisan juga perlu diperhatikan. Contoh teks eksplanasi yang tepat, tidak akan menghipnotis pembaca untuk mempercayai dan tidak ada unsur permintaan membenci atau segala bentuk persuasi yang lain.

Hindari kata-kata permintaan mirip mari, ayo, yuk, marilah, dan lain-lain. Jika ingin memakai kata kerja, maka gunakan awalan yang bersifat pasif, contohnya di, ter, serta di-an. Dengan mengikuti gaya bahasa dengan kalimat pasif, maka penyusunan pola teks eksplanasi akan lebih efektif.

Teks eksplanasi perlu diajarkan pada bawah umur usia sekolah. Agar pada masa yang akan tiba mereka sanggup menyusun teks yang berkhasiat untuk pembaca. Semakin banyak informasi yang disebarkan melalui teks eksplanasi, maka akan lebih gampang bagi masyarakat untuk mengakses ilmu gres setiap harinya.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas