Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

7 Dampak Negatif Globalisasi di Bidang Sosial-Budaya Masyarakat

4 min read

Dampak Negatif Globalisasi – Globalisasi merupakan sebuah proses integrasi internasional yang terjadi dikarenakan adanya pertukaran cara pandang, pemikiran, serta aspek budaya terhadap dunia. Dampak negatif globalisasi bukan duduk kasus gres yang menimpa negara maju ataupun berkembang.

Arus globalisasi ialah salah satu problematika terbesar, dimana faktor yang mensugesti terjadinya hal tersebut mirip perkembangan teknologi, gaya hidup, infrastruktur. Mengacu pada pembahasan mengenai dampak globalisasi diatas, bisa berdampak secara eksklusif terhadap kehidupan masyarakat dalam suatu negara secara universal atau umum.

Banyak dampak yang akan dirasakan dari efek arus globalisasi, entah itu secara positif maupun negatif. Berikut akan dipaparkan beberapa dampak negatif globalisasisi:

Pengertian Globalisasi

dampak negatif globalisasi
image source : freepik.com/author/macrovector

Globalisasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses interaksi dan integrasi antara negara dan organisasi dunia melalui pertukaran barang, jasa, teknologi, informasi, dan budaya.

Secara umum, globalisasi dimulai dengan adanya perdagangan internasional dan inovasi teknologi, namun sekarang telah berkembang sehingga lebih mencakup arus budaya dan politik, yang dimotori oleh sejumlah struktur ekonomi, teknologi dan hukum yang lebih kompleks.

Globalisasi telah meningkatkan keterkaitan dan ketergantungan antar negara di dunia, membuka pasar baru, dan memberikan penguatan bagi masyarakat, institusi global, dan kebijakan.

Dalam beberapa hal, ini telah menghapus batas-batas antarnegara dan telah melibatkan interaksi global yang lebih intensif, yang telah menciptakan kondisi yang mentransformasi permukiman dan pekerjaan di seluruh dunia.

 

1. Meningkatnya Kriminalitas

image source : freepik.com/author/stories

Dampak negatif globalisasi yang pertama yakni meningkatnya tindakan kriminalitas dimana hal tersebut meresahkan kehidupan masyarakat.

Di sisi lain kriminalitas termasuk penyimpangan sosial, yang tindakannya mengarah pada ranah melanggar nilai maupun norma aturan yang hingga detik ini pelaku semakin merajalela.

Lalu apa hubungannya kriminalitas dengan dampak negatif dari globalisasi?

Lingkungan yang tidak sehat menyebabkan tindakan tak terpuji, misalnya masyarakat yang berperilaku individualistik serta kebiasaan konsumtif akan melahirkan kecemburan sosial dan munculah tindakan kriminalitas.

 

2. Masyarakat Terpengaruh Budaya Luar

Tidak heran rasanya ketika melihat anak kecil kini lebih pandai menyanyikan lagu korea dan hafal setiap gerakan tarian sang idola. Dibandingkan bernyanyi lagu tempat ataupun lagu kebangsaan, tidak ada yang salah dengan hal itu.

Namun alangkah baiknya orang bau tanah mengawasi setiap perkembangan anaknya, supaya tetap menjaga norma dan adat istiadat yang berlaku.

Nilai-nilai budaya dari luar memang sangat cepat masuk di negara Indonesia, melalui internet, televisi, ataupun media cetak.

Dengan sekejap mensugesti para konsumen supaya membeli setiap produknya kemudian ditiru oleh masyarakat.

 

3. Lunturnya Sikap Gotong Royong

Arus globalisasi ini telah membius jutaan masyarakat, dari pola pikir, kebiasaan, hingga cara mereka bertahan hidup. Derasnya arus isu membuat kecenderungan yang mengarah pada pemudaran nilai-nilai adat hingga pelestarian budaya yang semakin melemah. Jika menengok kembali, Indonesia dahulunya ialah negara yang sangat menjaga tradisi yang ada di masyarakat.

Hingga para leluhur mewariskan sikap supaya saling gotong royong, membantu sesama tanpa memandang apapun. Namun semua itu telah sirna, lantaran arus globalisasi bisa mengubah siapa saja dan menyebabkan sikap individualistik, serta matrealistis. Sebagai rujukan ketika ada yang mengalami petaka atau kecelakaan hanya segelintir orang yang benar-benar menawarkan bantuannya.

Hilangnya semangat bersama-sama membuat masyarakat kurang peka terhadap sesuatu yang terjadi di lingkungan sendiri. Sikap masa ndeso dan apatis menjadi kebiasaan ketika ini yang dengan gampang dijumpai. Padahal jikalau lebih memahami, sikap bersama-sama bisa menjadi alat komunikasi dan isu yang cukup efektif, dan menjalin tali silaturahmi.

 

4. Kesenjangan Sosial

Dampak globalisasi menyentuh segala aspek penting terhadap kehidupan masyarakat dan negara. Globalisasi juga membuat suatu tantangan dan permasalahan gres yang harus dipecahkan dan mencari jalan keluarnya. Proses perkembangan globalisasi, pada umumnya diawali dengan majunya teknologi dan mensugesti bidang yang lainnya. Sebut saja sosial budaya, politik, ekonomi bahkan memicu terjadinya kesenjangan sosial.

Pengaruh globalisasi secara fisik, ditandai dengan adanya perkembangan kota yang dijadikan kepingan dari jaringan kota yang ada di dunia. Bisa dilihat dari bukti perkembangan insfrastruktur, jaringan transportasi, serta perusahaan berstandar internasional yang mempunyai cabang banyak.

Sebenarnya dampak yang telah dijelaskan mirip budaya barat, sikap individualistik, gaya konsumtif menyebabkan kesenjangan sosial yang bakalan terjadi di kehidupan masyarakat. Maka untuk mengurangi hal tersebut, sebaiknya bisa bersikap secara selektif terhadap perubahan yang terjadi.

 

5. Dampak Globalisasi Melahirkan Korupsi

Tidak sanggup dipungkiri, bahwa lahirnya para koruptor ialah dampak dari globalisasi dan adanya kesempatan bagi pelaku. Tidak peduli aturan apa yang bakal diterima, yang terpenting ialah bagaimana caranya supaya bisa hidup glamor dan harta banyak. Oleh lantaran itu, kasus globalisasi menjadi boomerang yang begitu mengerikan dan tentunya selalu mewarnai media masa.

Fakta yang lebih mengejutkan ialah keberadaan korupsi menjadi momok tersendiri bagi kelangsungan kehidupan bernegara maupun bermasyarakat. Kenyataan inilah yang harusnya dijadikan cerminan tersendiri oleh setiap orang bahwa korupsi ialah suatu penyakit menular. Namun, kebiasaan ini seakan tidak akan pernah mati dalam peradaban manusia.

Korupsi dan globalisasi ialah kasus yang secara struktural, membuat suatu negara tidak berdaya dalam memberantas akar-akarnya. Hubungan antara pemimpin dan birokrasi menjadikannya suatu ujung tombak yang keterkaitannya dengan tuntutan globalisasi. Sayangnya, pertimbangan moral dan adat istiadat masyarakat dari sudut individu sudah semakin terkikis. Tak jarang, para pelaku korupsi selalu melanggar etika dan moral hanya untuk mencari laba yang sifatnya hanya sementara.

 

6. Terjadi Kerusakan Lingkungan

Jika diibaratkan globalisasi ialah sisi mata uang logam yang mempunyai perbedaan dan sangat bertolak belakang satu sama lainnya. Dampak dari globalisasi bisa menawarkan sisi yang positif, begitu sebaliknya bisa menawarkan sisi negatif.

Salah satu dampak negatif dari globalisasi ialah rusaknya lingkungan hidup hingga pencemaran polusi udara yang disebabkan dari pencemaran limbah pabrik. Karena dengan adanya arus globalisasi,  negara dengan gampang menyebarkan bidang industrinya.

Kemudian negara maju bekerja sama dengan negara berkembang dan yang terjadi ialah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan apalagi tidak diimbangi dengan pengetahuan lingkungan. Hal ini bisa dibuktikan dengan perusahaan pertambangan yang hingga ketika ini masih hangat untuk diperbincangkan.

Induk perusahaan membuka cabang yang disebut dengan anak perusahaan begitu seterusnya, hingga lahan pertanian masyarakat juga ikut di tebas habis. Sedangkan limbah dari pabriknya tidak ditaktisi oleh negara maju, hingga para masyarakat yang mencicipi nya secara langsung.

Blerang jawaban dari acara pertambangan membuat warga merasa sesak nafas hingga penyakit kanker menyerang dan kematian ialah hal yang biasa. Kebijakan dari pemerintah terkait pelarangan ijin tambang tidak bisa dipungkiri lagi, pihak perusaHan tetap saja melaksanakan hal tersebut, dan pemerintah tidak berdaya sama sekali.

Dampak yang selanjutnya terjadi ialah langkanya sumber air bersih, temperatur udara berubah secara drastis, sumber daya alam dimiliki perusahaan asing, luas hutan Indonesia kian menipis.

 

7. Dampak Globalisasi Terhadap Kenakalan Remaja

Untuk Dampak negatif globalisasi yang terakhir ialah naiknya tingkat kenakalan dewasa di suatu negara. Pengaruh globalisasi ialah hal yang mempunyai efek besar terhadap perkembangan dan potensi anak ketika ini. Apalagi pengaruhnya di bidang teknologi yang paling banyak penggunanya ialah remaja. Jika kasus ini tidak diperhatikan secara serius maka yang terjadi ialah sikap yang menyimpang.

Penggunaan game online melebihi batas kewajaran, anak hingga lupa waktunya untuk istirahat, makan, bahkan belajar. Remaja yang depresi akan hidup, hasilnya menggunakan obat-obatan terlarang, minuman keras, tawuran antar pelajar hingga saling membunuh menjadi hal yang wajar. Disinilah peran  orang bau tanah sangat dibutuhkan, bagaimana memperhatikan setiap perkembangan anaknya.

Jika hingga hal tersebut tidak dipahami secara benar, maka anak dengan gampang akan terbawa arus globalisasi serta lingkungan yang sangat mendukung. Itulah beberapa dampak negatif  globalisasi yang dengan begitu gampang menyerang siap saja.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas