Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Ekosistem: Pengertian, Komponen, Macam dan Definisi Para Ahli

7 min read

Pengertian Ekosistem – Ekosistem ialah sebutan untuk kesatuan antara alam serta lingkungan dengan makhluk hidup  didalamnya ataupun organisme yang hidup di dalamnya. Ekosistem akan membentuk suatu korelasi timbal balik untuk saling menunjukkan efek diantara keduanya.

Biasanya ekosistem selalu berbeda- beda berdasarkan tempatnya, sebagai contonya ekosistem pantai, ekosistem sungai, ekosistem laut, ekosistem danau dan lain sebagainya.

Masing-masing ekosistem, di dalamnya mempunyai penghuni yang berbeda antara satu dengan lainnya. Berikut ini ialah pemaparan terkait pengertian ekosistem beserta komponen di dalamnya :

 

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli

Ekosistem akan membentuk suatu korelasi yang berpengaruh dan menjadi bab dari lingkungan tersebut. Sangat aneka macam pengertian ekosistem bila dijabarkan satu persatu. Selanjutnya akan dijelaskan lebih rinci, berikut ini 5 pengertian ekosistem berdasarkan para andal yang akan dijabarkan di bawah ini :

 

1. Pengertian Ekosistem Menurut  A.G. Tansley ( 1935 )

Beliau menyampaikan bahwa Ekosistem ialah suatu unit ekologi (an ecological unit) dimana didalamnya terdapat struktur dan juga fungsi. Struktur dalam ekosistem tersebut yaitu bekerjasama dengan keanekaragaman spesies atau dalam bahasa inggris ialah species diversity.

Pada ekosistem yang mempunyai struktur kompleks, maka akan mempunyai keanekaragaman spesies yang cukup tinggi. Sedangkan fungsi yang dimaksudkan oleh A. G. Tansley dalam ekosistem ialah yang bekerjasama dengan siklus materi serta arus energi melalui komponen komponen ekosistem.

 

2. Pengertian Ekosistem Menurut Woodbury ( 1954 )

Woodbury menyampaikan bahwa pengertian ekosistem adalah  tatanan kesatuan secara kompleks di sebuah wilayah yang terdapat habitat, flora dan juga binatang. Kondisi tersebut akan  dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya sanggup menjadi bab mata rantai siklus materi serta fatwa energi.

 

3. Pengertian Ekosistem Menurut Odum ( 1993 )

Pengertian ekosistem menurut Odum (1993) ialah suatu kesatuan unit fungsional dasar dalam suatu ekologi yang di dalamnya tercakup organisme serta  lingkungan. Lingkungan dalam hal ini ialah lingkungan biotik dan juga abiotic, dimana di antara keduanya saling memengaruhi.

Selain itu dalam ekosistem juga terdapat komponen secara lengkap yang mempunyai relung ekologi lengkap serta proses ekologi yang juga  lengkap, sehingga didalam sebuah unit tersebut siklus materi dan juga arus energi terjadi berdasarkan kondisi ekosistem.

 

4. Pengertian Ekosistem Menurut UU Lingkungan Hidup tahun 1997

Pengertian ekosistem ialah tatanan  satu kesatuan cara yang begitu utuh serta menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup untuk saling mempengaruhi. Unsur-unsur lingkungan hidup ini sanggup disebut unsur biotik dan abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati di dalamnya.

Semuanya tersusun menjadi satu kesatuan dalam sebuah ekosistem yang masing-masing tidak sanggup bangun sendiri, maupun hidup sendiri, melainkan harus saling berinteraksi, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak sanggup dipisah-pisahkan.

 

5. Pengertian Ekosistem Menurut Soemarwoto

Soemarwoto menjelaskan bahwa pengertian ekosistem meliputi dalam suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh adanya korelasi timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan kawasan ia tinggal.

Tingkatan organisasi dalam ekosistem disebut sebagai suatu sistem alasannya mempunyai komponen-komponen beserta fungsi berbeda namun terkoordinasi secara baik, sehingga masing-masing komponen di dalamnya sanggup melaksanakan korelasi timbal balik yang selaras.

 

Komponen Ekosistem

Berbicara tentang ekosistem, pastinya tidak lepas dari aspek di dalamnya yaitu komponen. Komponen ialah bab dari suatu ekosistem yang menyusun ekosistem itu sendiri sehingga terbentuk sebuah ekosistem. Komponen dalam ekosistem ini biasanya dibagi menjadi dua macam, yaitu komponen hidup dan juga komponen tak hidup.

Selain itu komponen hidup sanggup disebut juga sebagai komponen biotik. Sementara komponen tak hidup sanggup disebut juga sebagai komponen abiotik. Setiap komponen ini mempunyai anggota yang berbeda- beda pula. Untuk lebih jelasnya akan di paparkan dalam klarifikasi di bawa ini :

 

Ekosistem: Pengertian, Komponen,  Macam dan Definisi Para Ahli
Source : freepik.com/author/brgfx

 

1. Komponen Ekosistem Biotik

Komponen biotik suatu ekosistem ialah bab dari ekosistem yang di dalamnya berupa makhluk hidup. Adapun pengertian dari suatu biotik sendiri yakni artinya “hidup”. Kita ketahui bahwa di dalam sebuah komponen lingkungan maupun ekosistem pastilah disebutkan yaitu makhluk hidup.

Ekosistem tidak akan terbentuk tanpa tinggal salah satu makhluk hidup. Karena adanya makhluk hidup sanggup terbentuk sebagai suatu rantai masakan dalam sebuah ekosistem.

Sehingga sanggup ditarik kesimpulan, betapa pentingnya keberadaan komponen biotik ini. Beberapa teladan dari komponen biotik yang ada sekitar lingkungan kita antara lain ialah manusia, binatang, tumbuh- flora serta organisme atau pengurai. Berikut ini pemaparan pribadi mengenai teladan komponen biotik

 

1. Organisme Autotrof atau Produsen

Contoh yang pertama ialah jenis organisme dari golongan dari komponen biotik atau komponen hidup yaitu organisme autotrof. Organisme ini dikenal juga sebagai produsen. Disebut sebagai produsen alasannya organisme autotrof ini bisa membuat masakan sendiri, bahkan ia membuat masakan bagi organisme yang lainnya yang tinggal di ekosistem.

Produsen akan membuat masakan dengan menyerap senyawa serta zat- zat anorganik yang akan diubah menjadi senyawa organik melalui suatu proses yang dinamakan sebagai fotosistensis.

 

2. Organisme Heterotrof (Konsumen)

Yang kedua organisme heterotro yang mempunyai  sifat yang berbeda dengan organisme pertama yaitu. Organisme heterotrof atau yang biasa disebut dengan konsumen ialah organisme yang tidak sanggup membuat atau membuat masakan sendiri bahkan masakan untuk dikonsumsi oleh dirinya sendiri.

Organisme heterotrof ini akan memperoleh masakan dari organisme autotrof atau produsen dan sebagian lainnya akan memakan sesama organisme heterotrof lainnya. Sehingga sanggup ditarik kesimpulan bahwa organisme heterotrof ini ialah organisme yang memakai bahan- materi organik dari organisme lain yang dipakai sebagai sumber energi dan makanannya.

Sangat banyak sekali komponen biotik didalam suatu ekosistem yang menjadi organisme heterotrof ini. Sebagai teladan ialah insan dan hewan. Ketiganya nantinya dibagi lagi berdasarkan makanannya menjadi Herbivora, Karnivora dan juga Omnivora

 

3. Pengurai Atau Dekomposer

Golongan terakhir dari komponen biotik dalam sebuah ekosistem sanggup disebut pengurai atau dekomposer. Pengurai atau dekomposer ini ialah makhluk hidup atau sanggup disebut sebagai organisme yang mempunyai kiprah untuk menguraikan sisa- sisa makhluk hidup (heterotrof atau autotrof) yang telah mati.

Dengan kata lain, pengurai disini ialah organisme yang bekerja untuk merubah bahan- materi organik dari organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik melalui suatu proses yang biasa disebut dekomposisi.

Pengurai atau dekomposer akan menduduki jabatan penting dalam suatu rantai masakan di bumi, alasannya kiprahnya paling selesai ialah kunci keberlangsungan rantai makanan.

Beberapa teladan pengurai atau dekomposer yang ada di sekitar lingkungan kawasan kita tinggal ialah ganggang,jamur,bakteri, cacing, dan lain sebagainya.

Beberapa pengurai yang bekerja dengan memakai sisa materi organik hasil dekomposisi disebut dengan detritivor. Contor organisme detritivot salah satunya ialah kutu kayu.

 

2. Komponen Ekosistem Abiotik

Komponen kedua dalam ekosistem ialah komponen abiotik. Jika tadi pengertian komponen biotik ialah komponen hidup lain halnya dengan komponen abiotic. Komponen abiotik merupakan komponen yang tak hidup.

Dengan kata lain, komponen abiotik ialah komponen yang terdiri dari benda- benda tidak hidup ( bukan makhluk hidup ), tetapi ada dan tinggal di sekitar kita, serta ikut mempengaruhi kelangsungan hidup.

Beberapa jenis komponen abiotik yaitu  suhu, sinar matahari, air, angin, udara, kelembapan udara, dan banyak lagi benda mati yang ikut berperan dalam ekosistem.

 

Macam-Macam Ekosistem

Ekosistem adalah satu kesatuan fungsional antara komponen biotik (makhluk hidup) dan juga komponen abiotik (komponen tak hidup atau lingkungan) yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi didalam bentuk hubungan timbal balik antara satu dengan yang lain.

Secara umum ada tiga jenis ekosistem yang ada, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan. Berikut inilah penjelasannya:

 

Ekosistem AKUATIK (AIR)

Ekosistem akuatik adalah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagai besar terdiri atas air. Makhluk hidup (komponen biotik) didalam ekosistem perairan dibagi lagi menjadi:

 

  1. Ekosistem air tawar: Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain Variasi suhu tidak terlalu menyolok, penetrasi pencahayaan kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan juga cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak ialah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji, Hampir seluruh filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya sudah beradaptasi.
  2. Ekosistem Air Laut: Habitat laut (oseanik) ditandai salinitas (kadar garam) yang sangat tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan juga penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut disekitaran 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan juga bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut sebagai daerah termoklin.
  3. Ekosistem Estuary: Estuari (muara) ialah tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang cukup luas atau rawa garam. Ekosistem estuari mempunyai produktivitas yang tinggi dan juga kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain ialah rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain ialah cacing, kerang, kepiting, dan ikan
  4. Ekosistem Pantai: Dinamakan demikian karena yang sangat banyak tumbuh di gundukan pasir ialah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup didalam ekosistem ini menjalar serta berdaun tebal.
  5. Ekosistem Sungai: Sungai merupakan suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen serta makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan menghasilkan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan juga garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh berbagai jenis hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, dan buaya.
  6. Ekosistem terumbu karang: Terdiri dari coral yang berada diarea dekat pantai. Efisiensi ekosistem ini sangatlah tinggi. Hewan-hewan yang hidup didalam karang memakan organisme mikroskopis dan juga sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan juga ikan, hidup di antara karang dan juga ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadikan mangsa bagi gurita, bintang laut, serta ikan karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai megakibatkan pantai memiliki pasir putih.
  7. Ekosistem laut dalam: Kedalamannya yang lebih dari 6.000m. Biasanya terdapat lele laut dan juga ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan suatu karang tertentu.
  8. Ekosistem lamun: Lamun ataupun seagrass ialah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang sangat dangkal. Seperti hal­nya pada rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan juga tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak.

Ekosistem TESETERIAL (DARAT)

Penentuan zona didalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan juga curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim serta gangguan. Iklim sangat penting sebagai untuk menentukan mengapa sebuah ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah yang diakibatkan oleh gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia. Berikut ini ialah beberapa diantaranya ekosistem darat:

  1. Tundra: Terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan juga terdapat di puncak-puncak gunung yang tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini ialah hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan ialah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan juga rumput alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya dapat beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
  2. Karst (batu gamping / gua): Berasal dari nama kawasan batu gamping di daerah wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur guna untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang cukup rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan juga didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keaneka ragaman aspek biotis yang tidak dijumpai pada ekosistem lain.
  3. Hutan hujan tropis: Terdapat di daerah tropik dan juga subtropik. Ciri-cirinya ialah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif sangat banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung pada letak geografisnya. Tinggi pohon utama ialah antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan juga berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah pasti terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di area sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan juga kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat banyak tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan juga anggrek sebagai epifit.
  4. Hutan gugur: Terdapat di daerah beriklim sedang yang mempunyai empat musim, ciri-cirinya ialah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) serta tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di dalam hutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, serta rakun (sebangsa luwak).
  5. Taiga: Terdapat di belahan bumi sebelah utara dan juga pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya ialah suhu yang rendah di musim dingin. Biasanya taiga adalah hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, serta sejenisnya. Semak dan juga tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain ialah moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
  6. Sabana: Sabana dari daerah tropik mempunyai di wilayah dengan curah hujan dengan tinggi 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan juga kelembaban masih tergantung musim. Sabana adalah daerah yang terluas di dunia terdapat di Afrika, Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan juga mamalia seperti zebra, singa, serta hyena
  7. Padang rumput: Terdapat di daerah yang terbentang dari suatu daerah tropik ke daerah subtropik. Ciri-ciri padang rumput ialah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan juga rumput yang keduanya bergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus, serta ular

EKOSISTEM BUATAN

Sawah adalah salah satu contoh ekosistem buatan. Ekosistem buatan ialah ekosistem yang diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan ini kemudian mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau juga hewan peliharaan yang didominasi oleh pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan diantaranya ialah:

  • Bendungan
  • Hutan tanaman produksi seperti pohon jati dan pinus
  • Agroekosistem seperti sawah tadah hujan
  • Sawah irigasi
  • Perkebunan kelapa sawit
  • Ekosistem pemukiman seperti kota dan juga desa
  • Ekosistem ruang angkasa oleh nasa.

 

Demikian lah pembahasan tentang ekosistem, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua. terimakasih. 🙂

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas