Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Ideologi: Pengertian, Fungsi, Sejarah dan Jenisnya

4 min read

Pengertian Ideologi – didalam kehidupan bernegara banyak aturan serta pedoman yang berlaku serta bersifat mengikat. Walaupun demikian terkadang hal-hal tersebut tidak berupa undang-undang yang tertulis.

Segala aturan tersebut jelas disebutkan didalam pengertian ideologi. Peraturan yang bersifat tidak tertulis juga menjadi suatu pemberi aturan yang pokok.

Ideologi mengatur setiap warga negara di seluruh aspek kehidupan. Hampir semua bidang kehidupan baik seperti agama, politik, budaya serta sosial.

Sebagai warga negara mengetahui tentang ideologi menjadi kewajiban. Agar tercipta tata kehidupan yang sesuai dengan apa yang telah di cita-citakan.

 

Sejarah ideologi

Istilah ideologi hadir pertama kali dalam bahasa Prancis sebagai idéologie saat Revolusi Prancis, yang diperkenalkan oleh seorang bernama filsuf, A.-L.-C.

Destutt de Tracy, sebagai istilah pendek yang disebutnya “ilmu tentang gagasan”, yang ia klaim sudah diadaptasi dari sebuah epistemologi filsuf John Locke dan juga Etienne Bonnot de Condillac, yang baginya semua pengetahuan manusia ialah pengetahuan tentang gagasan.

Faktanya adalah, bagaimanapun, bahwa ia lebih berutang kepada filsuf Inggris Francis Bacon, yang ia hormati dan segani.

Bacon-lah yang telah menyatakan bahwa tujuan sains bukan hanya untuk memperluas pengetahuan manusia, akan tetapi juga untuk memperbaiki kehidupan manusia di bumi, dan juga penyatuan program dengan intelektual inilah yang membedakan ideologi Destutt de Tracy dari teori, sistem, ataupun filosofi yang pada dasarnya.

Beberapa Macam Arti Kata Ideologi

Pengertian Ideologi Secara Umum
image source : https://ilmu.lpkn.id/2021/01/14/ideologi-perencanaan-pengadaan-barang-dan-jasa/

Pengertian ideologi dibahas didalam beberapa pembagian.

Secara garis besar ideologi berarti sebuah keyakinan yang dianut secara bersama serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

 

1. Pengertian Ideologi Secara Umum

Dicetuskan pertama kali oleh seorang bernama Antoine Destutte de Tracy. serta telah dikenalkan sejak abad ke 18M silam.

Bertujuan untuk menyamakan gagasan didalam mencapai tujuan bersama yang telah disepakati serta bersifat sistematis.

Pengertian ideologi secara umum juga dapat diartikan sebagai sekumpulan peraturan baik berupa ide maupun gagasan serta kepercayaan yang digunakan untuk mengatur kehidupan di bidang tertentu. Bersifat mengikat serta tersistematis.

 

2. Pengertian Ideologi Secara Harfiah

Sedangkan jika pengertian ideologi diartikan menurut dari asal katanya. Seperti kebangsaan penemu pertama ideologi, kata ini berasal dari bahasa Yunani. Yang terdiri dari dua kata dasar yang menyusun terciptanya sebuah istilah ideologi.

Yaitu dari kaya ideos atau idéo serta kata logos atau logie. Kata idéo berarti ide atau juga gagasan serta pemikiran. Sedang kata Logie dapat diartikan sebagai ilmu atau logika.

Maka secara bahasa arti kata ideologi merupakan segenap pemikiran serta ilmu yang ditujukan untuk dapat mencapai tujuan serta angan-angan masyarakat didalam aspek hidup tertentu.

 

3. Definisi Menurut Ahli

Bermacam-macam pendapat menurut ahli dikemukakan agar memberikan penjelasan mengenai arti dari kata ideologi.

Baik yang dicetuskan oleh cendekiawan didalam serta luar negeri.

Berikut ini ialah beberapa penjelasan dari ideolog menurut para ahli,

 

a. William James

Mengemukakan bahwa pengertian ideologi yaitu “ A man’s total view or thought about live” yang dituli didalam buku yang berjudul Varietis Religious Eksperience.

Menyimpulkan bahwa ideologi adalah pemikiran manusia yang dapat digunakan untuk merujuk pada totalitas yang dapat ia lakukan.

 

b. Mubyarto

didalam buku kumpulan tulisan pancasila sebagai ideologi th 1991. Mubyarto menyebutkan bahwa pengertian ideologi merupakan sebagai sejumlah doktrin, kepercayaan, serta simbol-simbol sekelompok masyarakat atau satu bangsa yang menjadi pegangan serta pedoman kerja (atau perjuangan) untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa itu.

 

Jenis Ideologi Menurut Sifatnya

Pengertian Ideologi Secara Harfiah
image source : https://pastiguna.com/pengertian-ideologi/

Pembagian Ideologi Menurut sifat ideologi itu sendiri dibagi didalam dua pembagian ideologi besar.

Yaitu ideologi sebuah negara dibagi menjadi ideologi terbuka serta ideologi tertutup.

Setiap jenis ideologi ini mempunyai kelebihan serta kekurangan masing-masing.

 

1. Ideologi Terbuka

Pandangan yang bersifat terbuka, tidak memaksa serta tidak menuntut. Pemikiran ide atau gagasan yang berasal dari proses demokratis serta bukan berasal dari satu golongan kekuasaan saja.

Pada penerapannya ideologi terbuka menitikberatkan pada suatu kemuliaan norma.

Dengan sifatnya yang terbuka maka penerapan ideologi bisa diterima oleh setiap orang dengan beragaram latar belakang yang berbeda. Bersifat dinamis serta dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Baik didalam bentuk ilmu pengetahuan serta teknologi.

 

2. Ideologi Tertutup

Pengertian ideologi tertutup menunjukan bahwa ideologi yang dilaksanakan cenderung bersifat kaku serta tetap.

adalah pemikiran sebagian golongan berkuasa yang diterapkan secara menyeluruh.

Oleh sebab itu pemikiran ide dari ideologi tertutup sebenarnya tidak sesuai dengan beberapa golongan minoritas.

Meskipun terkesan banyak hal negatif yang menyelubungi dari penerapan sebuah ideologi tertutup.

Namun kelebihan dari penerapan ideologi ini akan mengakibatkan pencapaian cita-cita akan terlaksana didalam waktu yang singkat. Hal ini disebabkan oleh ambisi golongan penguasa yang besar.

 

Macam Ideologi didalam sebuah Negara

Kehidupan sebuah negara mempunyai ideologi yang dianggap adalah yang terbaik.

Satu Negara dengan Negara lain belum tentu mempunyai jenis ideologi yang sama.

Ideologi sebuah negeri dibagi ke didalam beberapa macam ideologi.

Berikut macam ideologi didalam sebuah negara yang biasa diterapkan.

 

1. Ideologi Nasionalis

Pengertian ideologi nasionalis merupakan bersumber pada semangat kebangsaan yang tinggi.

Bukan sebagai boneka pencapai tujuan agar sebagian golongan. Ideologi nasionalis menjadikan kepentingan negara diatas dari segalanya.

Berlandaskan pada suatu cita-cita yang sama yaitu cita-cita nasional.

Perbedaan suku,agama, budaya serta latar belakang tidak ditonjolkan namun dilebur didalam satu kesamaan rasa nasionalis.

 

2. Ideologi Sosialisme

Jika kebanyakan ideologi mempunyai tujuan besar pada kekuatan norma. Akan tetapi ideologi sosialisme lebih fokus pada suatu tujuan ekonomi saja.

Menghapus kepentingan golongan serta menyamakan kedudukan semua warga negara.

Serta kelemahan dari ideologi sosialis merupakan tidak menghargai jerih payah yang dilakukan. Hal ini terlihat ketika  pemberian upah yang disamakan.

Tidak memandang apa serta bagaimana pekerjaan itu dilakukan. Lambat laun ideologi ini berjalan dengan penuh cemoohan serta kritik.

 

3. Ideologi Marxisme

Ideologi ini juga mempunyai nama lain yakni ideologi komunis. Pengertian ideologi merupakan penerapan gagasan yang berpegang teguh pada kesamaan hak segala lapisan serta golongan masyarakat.

Ideologi yang timbul agar menentang ideologi kapitalis yang lebih mementingkan satu golongan saja.

didalam penerapannya hak pribadi menjadi tidak dipentingkan. Akan tetapi lebih mengutamakan pada kesamaan yangg diperoleh semua masyarakat.

 

4. Ideologi Fasisme

Jenis paham ideologi yang mempunyai banyak sekali pertentangan. Fasisme mempunyai tujuan pembentukan tatanan baru dibawah satu golongan yang berkepentingan.

Bahwa kehidupan bernegara menurut paham ini ialah harus diatur oleh satu golongan saja.

Pemikiran yang keras serta mengatur semua sendi kehidupan. Tidak memberikan kebebasan serta pemberian hak pada masyarakat.

 

5. Ideologi Konservatif

Keyakinan didalam pencapaian tujuan dengan cara pemulihan. Ramai sekali dibicarakan setelah kemunculan dari revolusi Perancis. Ideologi ini menginginkan suatu tatanan yang sesuai dengan nilai luhur masyarakat setempat.

Karena menitikberatkan pada suatu kearifan lokal, maka tujuan ideologi konservatif tidak ada patokan pasti yang baku. serta bersifat berbeda-beda diantara daerah-daerah pelaksanaan paham ini.

Pertentangan dengan pemikiran modern terjadi dengan cukup panas. Paham ideologi konservatif menilai bahwa suatu kemodernan hanya akan menyisakan efek negatif pada kehidupan bernegara.

 

6. Ideologi Kapitalis

Penerapan ideologi yang hanya menitikberatkan pada satu golongan saja. Salah satu pihak menjadi lebih berkuasa terhadap satu Negara. Bahwa hakikatnya menerapkan ideologi ini hanya akan memberikan keuntungan besar pada satu golongan penguasa.

Namun mendatangkan kerugian yang teramat besar pada golongan lain. Ideologi kapitalisme mendapatkan banyak tentangan dari pemuka agama serta para peduli sosial. Kemudian lama-kelamaan ideologi penuh kontroversi ini lalu perlahan menghilang.

 

7. Ideologi Liberalisme

Memiliki arti sebagai ideologi yang bebas. Tidak terpusat pada suatu negara atau golongan. Kontrol dari pelaksanaan ideologi dibebankan pada setiap diri individu itu sendiri. Menekankan pada kesamaan hak serta kewajiban setiap masyarakat tanpa dibedakan.

didalam prakteknya pemegang kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat. Oleh karenanya pemerintah hanya berfungsi sebagai pengawas didalam penerapan ideologi liberalis.

 

Kesimpulan

Pengertian ideologi sendiri memiliki arti yang luas serta beragam. Setelah mengetahui definisi mendasar tentang arti ideologi akan membuat paham tentang aturan yang mengatur kehidupan bernegara tersebut.

Sehingga tidak ada kesan yang ambigu serta pelaksanaan yang tidak tepat dari artian pengabdian melalui pelaksanaan ideologi secara tertib.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas