keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Kerajaan Kediri: Sejarah Berdiri, Raja-Raja, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan

5 min read

Kerajaan Kediri – Negara Indonesia yaitu suatu negara yang mempunyai banyak kepulauan yang tersebar ke seluruh penjuru tanah air. Sehingga tidak mengherankan kalau terdapat banyak sekali kebudayaan, norma-norma dan adat-istiadat yang berlaku di masyarakat.

Sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan dalam NKRI dahulu kala Indonesia merupakan wilayah kerajaan dan salah satunya yaitu Kerajaan Kediri. Ada banyak sekali macam kerajaan yang ada di wilayah Indonesia, mulai dari kerajaan yang bercorak Budha, Hindu bahkan Islam.

Salah satu kerajaan bercorak Hindu yang sangat populer di nusantara yaitu Kerajaan Kediri. Kerajaan ini ini biasa disebut dengan Kerajaan Panjalu yang terletak di daerah Jawa Timur sekitar pada tahun 1042-1222.

Pusat kerajaan Panjalu (Kediri) terletak di kota Daha tepatnya kalau kini di sekitar kota Kediri. Kota Daha (Dahanapura) ini sendiri sudah ada jauh sebelum kerajaan ini berdiri.

Hal ini bisa dilihat dari adanya sebuah prasasti Pamwatan di tahun 1042 dari Airlangga. Untuk lebih jelasnya mari kita simak mengenai sejarah, raja-raja sampai peninggalan kerajaan Hindu ini.

 

Sejarah Kerajaan Kediri

 

Kerajaan Kediri: Sejarah Berdiri, Raja-Raja, Masa Kejayaan, dan Keruntuhan
Source : kumparan.com

 

Sebelum kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga ini pecah menjadi dua cuilan sudah mempunyai nama Panjalu yang terletak di Daha. Kerajaan Janggala terlahir dari pecahan Kerajaan Panjalu sedangkan Kahuripan yaitu kota usang yang ditinggalkan Airlangga yang kemudian menjadi ibukota Janggala.

Wilayah Kerajaan  Janggala mencakup Malang, Pasuruan, Surabaya dan sungai Brantas (pelabuhan kota Rembang). Sedangkan untuk kerajaan Panjalu dengan ibukota Daha daerahnya mencakup Madiun dan Kediri. Batas antara wilayah Panjalu dengan  Janggala ini diceritakan dalam prasasti Mahaksubya (1289) yang tertulis didalam sebuah kitab Negarakertagama (1365 M), Calon Arang 1540 M.

Bahwa batas wilayah antara kedua kerajaan tersebut yaitu sungai Brantas dan gunung Kawi. Kerajaan Kediri sendiri mengalami kehancuran pada masa pemerintahan raja Kertajaya atas sikapnya yang sangat bertentangan sekali dengan kaumnya yaitu kaum Brahmana.

Raja kertajaya ini menginstruksikan kepada para kaum Brahmana agar mau menyembah dirinya laksana dewa. Aturan raja Kertajaya ini tentu saja ditolak oleh kaum Brahmana lantaran melanggar agama.

Kaum Brahmana kemudian meminta pemberian Ken Arok pimpinan dari Kadipaten Tumapel guna menyerang raja Kertajaya. Dari peperangan ini dimenangkan oleh Ken Arok sehingga Kerajaan Kediri menjadi bawahan wilayah Tumapel kemudian berganti nama Kerajaan Singasari.

 

 

Raja-Raja Kerajaan Kediri

Sebagai kerajaan yang sangat termasyhur Kediri pernah diperintah oleh 8 raja mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya. Dari kedelapan raja-raja yang pernah memerintah hanya Prabu Jayabaya saja yang bisa mengantarkan kerajaan Kediri mencapai masa keemasan.

Adapun urutan dari kedelapan raja Kediri yang pernah berkuasa di jamannya yaitu sebagai berikut:

 

1. Sri Jayawarsa

Sejarahnya bisa diketahui dari suatu prasasti Sirah Keting (1104 Masehi) yang mana seorang raja Sri Jayawarsa sangat perhatian kepada rakyatnya.

Hal ini terbukti pada masa pemerintahannya Sri Jayawarsa sering memperlihatkan hadiah terhadap rakyat desa sebagai penghargaan atas jasanya.

Selain itu Jayawarsa selalu terus berusaha keras agar meningkatkan kesejahteraan hidup rakyatnya.

See also  30 Puisi Tentang Alam Yang Sarat Makna Dan Menyentuh.

 

2. Sri Bameswara

Banyak meninggalkan prasasti-prasasti yang tersebar di tempat Kertosono dan Tulung Agung.

Prasasti peninggalan seorang raja Sri Bameswara ini lebih banyak memuat hal-hal tentang keagamaan.

Sehingga melalui prasasti ini dapat diketahui apabila keadaan pemerintahannya pada jaman dulu sangatlah baik.

 

3. Prabu Jayabaya

Kerajaan Kediri pernah mengalami masa keemasan pada ketika pemerintahan Prabu Jayabaya.

Strategi kepemimpinannya dalam upaya untuk memakmurkan serta mensejahterakan rakyatnya memang sangat mengagumkan sekali.

Kerajaan dengan ibukota Dahono Puro yang berada dibawah kaki Gunung Kelud ini tanahnya memang sangat subur sekali.

Sehingga menciptakan segala macam tumbuhan yang di tanam bisa tumbuh menghijau menjadikan hasil perkebunan dan pertanian melimpah ruah.

 

4. Sri Sarwaswera

Sejarah perihal kerjaan yang di pimpin oleh Sri Sarwaswera ini didasarkan atas prasasti Padelegan II (1159) serta prasasti Kahyunan (1161).

Raja Sri Sarwaswera sangat populer sebagai raja yang sangat taat beragama serta berbudaya.

Menurutnya tujuan final dari hidup insan yaitu moksa (pemanunggalan jiwatma dan paramatma).

Jalan yang utama atau benar yaitu sesuatu yang menuju ke kesatuan, jadi kalau ada sesuatu yang menghalangi berarti tidak benar.

 

5. Sri Aryeswara

Raja Sri Aryeswara merupakan raja Kediri yang berkuasa sekitar tahun 1171, hal ini menurut prasasti Angin 23 Maret 1171.

Ganesha ialah merupakan lambang kerajaan di masa pemerintahan raja Sri Aryeswara tetapi tidak diketahui kapan masa pemerintahannya ini berakhir.

Gelar abhisekanya yaitu Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka.

 

6. Sri Gandra

Masa pemerintahan raja Sri Gandra dapat diketahui melalui prasasti Jaring di tahun 1181.

Pada masa pemerintahan raja Sri Gandra ini banyak memakai nama binatang sebagai gelar kepangkatan seseorang dalam istana.

Nama-nama ini memperlihatkan tinggi rendahnya pangkat seseorang di istana kerajaan ibarat nama gajah, tikus dan kebo.

 

7. Sri Kameswara

Melalui prasasti Ceker 1182 serta Kakawin Smaradhana bisa diketahui perihal masa kejayaan pemerintahan raja Sri Kameswara.

Pada masa pemerintahannya tahun 1182 – 1185 Masehi seni  sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat sekali.

Salah satu buktinya yaitu Mpu Dharmaja yang mengarang buku (kitab) Smaradhana.

Banyak cerita-cerita rakyat yang sangat populer pada masa itu ibarat contohnya kisah Panji Semirang.

 

8. Sri Kertajaya

Pemerintahan raja Sri Kertajaya berlangsung dari tahun 1190 – 1222 Masehi dan populer dengan nama “Dandang Gendis”.

Selama pemerintahan raja Sri Kertajaya kestabilan Kerajaan Kediri menurun lantaran hubungannya dengan kaum Brahmana semakin kurang bagus.

Banyak kaum Brahmana yang lari serta minta tolong kepada Ken Arok selaku pimpinan dari Kadipaten Tumapel.

Maka terjadilah perang antara Ken Arok dengan raja Sri Kertajaya yang didukung oleh kaum Brahmana.

Peperangan ini terjadi sekitar tahun 1222 M di bersahabat Ganter dengan kemenangan di tangan Ken arok.

Masa pemerintahan raja Sri Kertajaya juga dapat dilihat dari prasasti-prasasti peninggalannya.

Seperti prasasti Kamulan 1194, prasasti Galunggung 1194, prasasti Palah 1197, prasasti Nagarakretagama dan juga Pararaton, serta Wates Kulon 1205.

 

Peninggalan Kerajaan Kediri

 

Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kadiri

 

Ada beberapa jenis peninggalan dari masa kerajaan Hindu yang terbesar di bebrapa wilayah di Indonesia ini. Peninggalan ini ialah ada yang berupa prasasti dan juga ada pula yang berupa kitab (karya sastra) yang sangat terkenal. Adapun peninggalan dari kerajaan Hindu Kediri yang berupa prasasti yakni ialah:

  • Banjaran (974 Saka/1052)
  • Turun Hyang (974 Saka/1052 M)
  • Hantang (1057 Saka/1135 M)
  • Padlegan (1038 Saka/1116)
  • Lawudan (1127 Saka/1205)
  • Jaring ( 1103 Saka/1181)
See also  10 Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif Yang Perlu Diketahui

Pada jaman Kediri kitab (karya sastra) mengalami perkembangan yang pesat sekali. Sehingga banyak sekali karya sastra populer yang telah dihasilkan pada masa kerajaan Hindu ini. Diantara peninggalan kerajaan yang berupa kitab (karya sastra) yang sangat populer itu antara lain adalah:

  • Wertasancaya karangan Mpu Tan Akung.
  • Smaradhahana gubahan Mpu Dharmaja.
  • Lubdaka karangan Mpu Tan Akung.
  • Kresnayana karangan Mpu Triguna.
  • Samanasantaka karangan Mpu Monaguna.
  • Baharatayuda gubahan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh
  • Gatotkacasraya serta Kitab Hariwangsa gubahan Mpu Panuluh.

Semua kitab (karya sastra) tersebut saling mengajarkan kepada seluruh umat di dunia untuk saling berbuat kebaikan. Karena dengan kebaikan niscaya akan tercipta kerukunan dan persatuan umat yang nantinya akan mengarah ke kesatuan bangsa. Bangsa yang sukses yaitu bangsa yang bisa menghargai jerih payah rakyatnya sendiri.

 

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kediri

Kehidupan ekonomi Kerajaan Kediri bisa diketahui dari kronik-kronik Cina yang menyebutkan di antaranya sebagai berikut ini:

1. Kediri banyak menghasilkan beras

2. Barang-barang dagangan yang laku keras di pasaran, seperti perak, emas, kayu, daging, cendana, gerabah, dan juga pinang

3. Telah menggunakan uang yang dibuat dari emas sebagai alat untuk pembayaran atau alat tukar

4. Posisi Kerajaan Kediri yang sangat strategis dalam perdagangan di Indonesia Timur dan juga Indonesia Barat dengan kota pelabuhannya

5. Pajak rakyat yang berupa hasil bumi

Kehidupan Sosial Kerajaan Kediri

Masyarakat Kediri sendiri tidak menganut sebuah sistem kasta, seperti yang disampaikan didalam kitab Lubdhaka.

Dalam kitab tersebut jelas disampaikan, tinggi rendahnya martabat seseorang tidaklah ditentukan oleh dasar keturunan dan juga kedudukan, tapi berdasarkan tingkah lakunya.

 

Masa Kejayaan Kerajaan Kediri

Masa kejayaan Kerajaan Kediri terjadi pada masa kepemimpinan Jayabaya. Jayabaya dikenal juga dengan kepemimpinan politik serta ramalan-ramalannya yang dibukukan didalam Jongko Joyoboyo. Di samping itu, sikap merakyat dan juga visi Jayabaya yang jauh ke depan membuatnya dikenang.

Runtuhnya Kerajaan Kediri

Runtuhnya Kerajaan Kediri terjadi dimasa kekuasaan seorang Raja Kertajaya, seperti dikisahkan didalam kitab Pararaton dan juga Nagarakertagama. Pada tahun 1222, Kertajaya dianggap telah melanggar agama dan juga memaksa Brahmana menyembahnya sebagai dewa.

Kaum Brahmana lalu meminta perlindungan kepada Ken Arok. Ken Arok yang bercita-cita memerdekakan Tumapel kekuasaan Kediri mencetuskan perang antara Kerajaan Kediri dengan Tumapel di dekat sebuah desa Ganter.

Keberhasilan Ken Arok mengalahkan Kertajaya sebagai tanda runtuhnya Kerajaan Kediri yang kemudian menjadi kekuasaan Tumapel atau disebut juga Kerajaan Singasari.

 

Penutup

Sebagai kerajaan Hindu terbesar di seluruh wilayah Indonesia pada jaman itu Kediri merupakan kerajaan yang makmur.

Hal ini disebabkan oleh tanahnya yang subur sehingga kalau ditanami tumbuhan apapun akan tumbuh menghijau.

Kaprikornus hasil dari perkebunan dan pertanian rakyat sangat melimpah ruah merata ke seluruh negeri.

Apalagi pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya yang termasyhur itu, keadaan masyarakatnya gemah ripah lohjinawi.

Ini dikarenakan Prabu Jayabaya sangat menghargai dan mengasihi rakyatnya sehingga keadaan kerajaan sangat stabil.

Prabu Jayabaya selalu memperlihatkan penghargaan dan pengabdian tinggi kepada seluruh rakyatnya yang telah berjasa.

Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *