keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan

4 min read

Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan

Kerajaan Kutai –Tahukah anda jikalau tolong-menolong banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang masih kita temui sampai ketika ini?

Namun, tidak sedikit juga yang keberadaanya hilang dan tidak terlalu dipedulikan oleh masyarakat. Padahal mempelajari sejarah ialah hal yang penting untuk memperbaiki masa depan. Mulai dari kerajaan tertua, Kerajaan Kutai Martadipura sampai era reformasi sudah membentuk jutaan sejarah.

Untuk itu maka tidak ada salahnya anda membaca artikel tentang Kerajaan Kutai ini entah meskipun anda mengambil jurusan yang bersebrangan dengan sejarah, sudah terlalu renta untuk belajar, atau mungkin justru materi ini sudah anda pelajari sebelumnya. Namun, percayalah jikalau kali ini akan dibahas secara lebih simple, tetapi lebih komplit, dan gampang diingat.

Di sini akan dibahas sedikit kisah Kerajaan Kutai baik dari sejarah berdiri, masa kejayaan, keruntuhan serta  beberapa benda peninggalannya.

 

Sejarah berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura

 

Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan
Source : www.quipper.com/id/blog

 

Kutai bisa dikatakan merupakan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya tujuh buah Prasasti Yupa (batu tulis) yang ditulis dengan menggunakan Huruf Pallawa dan juga berbahasa Sanskerta.

Yupa tersebut diperkirakan merupakan peninggalan dari masa ke 4 Masehi atau kurang lebih tahun 400 M. Tidak banyak informasi yang menjelaskan wacana nama kerajaan tersebut nama Kutai diambil dari tempat inovasi Yupa itu sendiri, yakni kawasan Kutai.

Prasasti Yupa tersebut menyampaikan bahwa pendiri pertama Kutai yaitu Kudungga, yang dikisahkan merupakan nama orisinil pribumi. Ia lalu mewariskan Kutai Martadipura kepada anaknya, Aswawarman yang sudah terpengaruh corak Hindu. Nama belakang “Warman” sendiri terus berlanjut sampai ke anak cucuknya.

 

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Berdasarkan catatan sejarah yang tertulis dalam Prasasti Yupa, diyakini bahwa kerajaan ini mengalami puncak kejayaannya ketika pemerintahan dipimpin oleh Mulawarman. Mulawarman juga berhasil meneruskan titah dari sang ayah, Aswawarman.

Dikisahkan juga jikalau Mulawarman pernah mempersembahkan 20.000 ekor sapi untuk para Brahmana. Tidak hanya itu, ia bahkan menciptakan wilayah kekuasaan Kutai Martadipura mencakup hamper seluruh Kalimantan Timur.

Berikut ini diberikan klarifikasi secara lebih terperinci mengenai masa kejayaan Kerajaan Kutai dilihat dari banyak sekali bidang :

 

1. Bidang Agama

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa nama belakang ‘Warman’ pada para raja sudah sanggup menandakan jikalau Kutai pada ketika itu ialah memang sudah dicampuri oleh Agama Hindu.

Di dalam salah satu Batu Yupa juga disebutkan bahwa terdapat tempat berjulukan Waprakeswara (tempat pemujaan Dewa Siwa), yang artinya masyarakat pada zaman itu pemeluk Agama Hindu Siwa di mana Dewa Siwa sendiri populer sebagai salah satu Trimurtis dan dikenal sebagai Dewa Kehancuran.

See also  8 Contoh Surat Keterangan Biasa, Kerja, Dan Kebutuhan Lainnya

 

2. Bidang Sosial Budaya

Masuknya dampak Hindu di Kutai mengakibatkan terjadinya akulturasi kebudayaan baik dari kebiasaan, tradisi, sampai bahasa. Misalnya pribumi Kutai yang dulunya hanya patuh kepada kepala suku menjelma tunduk kepada raja.

Ada pula masyarakat Kutai yang sanggup mengerti bahasa Sanskerta yang tertulis di Yupa. Selain itu terdapat beberapa tradisi yang masih menempel sampai sekarang. Suku orisinil Kabupaten Kutai Kartanegara sampai kini ini masih melangsungkan budaya leluhur mereka.

Dalam bahasa Kutai, Tradisi ini disebt Beseprah, yang berarti makan bersama-sama dengan cara duduk bersila di atas tikar sampai di depan bekas istana Kutai. Uniknya lagi, masyarakat  yang awalnya terbagi dalam kasta, sanggup duduk bersama dan sanggup menentukan masakan yang mereka inginkan.

 

3. Politik Dan Ekonomi

Seiring dengan masuknya Agama Hindu, kondisi perpolitikan dan juga ekonomi juga ikut mengalami perubahan. Agama Hindu sendiri dibawa oleh orang India. Terdapat banyak teori yang membahas wacana masuknya Hindu ke Indonesia.

Mulai dari Teori Brahmana yang menyampaikan jikalau para pemuka agama sendirilah yang berkeliling dunia untuk menyiarkan ajarannya. Ada pula yang menyampaikan jikalau para ksatrialah yang membuatkan agama Hindu.

Namun berdasarkan Mookerje, spesialis sejarah dari India memberikan teorinya bahwa para golongan pedaganglah yang justru paling banyak membuatkan pedoman Hindu. Banyak di antara kaum pendatang yang menikah dengan orang pribumi. Mengakibatkan terjadilah cross culture yang mempengaruhi segala bidang kehidupan di Negara Indonesia, kususnya di Kutai Martadipura.

Teori ini banyak diakui, mengingat letak Kutai sanggup dikatakan terletak di antara China dan India dua Negara yang cukup sukses dalam perdagangan.

 

Keruntuhan Kerajaan Kutai Martadipura

Kearjaan Hindu pertama ini mengalami keruntuhan saat dipimpin oleh Maharaja Dharma Setia yang telah tewas dalam peperangan melawan Aji Pengeran Sinum Panji yang merupakan Raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara sebuah kerajaan bercorak Islam yang gres terbentuk pada awal masa ke-13 di Kutai Lama.

Dua kerajaan bertetangga yang berbeda pandangan agama ini terus bercekcok dan juga berakhir dengan pertempuran berdarah. dari pertempuran tersebut Kutai Kartanagara keluar sebagai pemenang. Dengan berakhirnya perang tersebut, maka berakhir jugalah masa dari Kerajaan Kutai Martadipura.

 

Peninggalan Kerajaan Kutai (Martadipura Dan Kartanagara)

Meskipun Kerajaan Kutai Martadipura ini mengalami kekalahan sampai hasilnya dibubarkan. Beberapa peninggalannya masih tetap ada selama bertahun-tahun setelahnya. Bahkan tradisi dari Kutai Kartanagara, yang bercorak Islam masih bersangkut paut ataupun mengalami akulturasi dengan kebudayaan Hindu.

Oleh alasannya yaitu akulturasi itu, terbentuk pula beberapa peninggalan sejarah yang juga berasal dari Kartanagara. Penggabungan dari kedua kerajaan ini akan dibahas dalam bagian-bagian yang sama. Untuk lebih spesifiknya, berikut ini yaitu peninggalan-peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutai Martadipura dan Kartanagara :

See also  Perbedaan DNA dan RNA pada Sel Makhluk Hidup

 

1. Prasasti Yupa

Kita sudah sering kali membahas wacana keberadaan tujuh Prasasti Yupa yang menjadi bukti paling besar lengan berkuasa wacana awal berdirinya kerajaan ini. Kebanyakan isinya membahas hal singkat wacana kerajaan dan juga kejayaan di masa Maharaja Mulawarman.

 

2. Kalung Ciwa

Kalung ini ditemukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman lebih tepatnya di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman. Hingga sekarang, Kalung Ciwa masih dimanfaatkan sebagai aksesosris dan suplemen kerajaan

 

3. Ketopong Sultan

Ketopong yaitu mahkota emas yang diperuntukkan bagi Sultan Kerajaan Kutai di masa lalu. Benda ini ditemukan di kawasan Muara Kaman, Kutai Kartanagara. Mahkota yang mempunyai bobot 1,98 kg ini tersimpan di Musium Nasional Jakarta.

 

4. Kura-Kura Emas

Benda ini ditemukan di kawasan Long Lalang, sekitar Sungai Mahakam. Kura-kura Emas ini dipakai sebagai persembahan dari seorang pangeran dari kerajaan China kepada Putri dari Kutai.

 

5. Kalung Uncal

Kalung yang dihiasi liontin ini berelief kisah Ramayana. Peninggalan Kerajaan Kutai yang merupakan kalung ini diperkirakan berasal dari India (Unchele). Benda ini sangat langka alasannya yaitu hanya terdapat dua buah saja di seluruh dunia yaitu di India dan Museum Mulawarman.

 

6. Tali Juwita

Tali Juwita ini menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai (Kelinjau, Belayan, dan Kadang Pahu) yang merupakan bab dari Mahakam. Benda ini dipakai ketika upacara Bapelas yang masih sehubungan dengan pameran Erau yang sampai kini masih ada.

 

7. Keris Bukit

Nama keris ini tidaklah bekerjasama dengan bukit yang tinggi itu. Tapi ini merupakan peninggalannya yang berhara alasannya yaitu merupakan peninggalan dari permaisuri pertama dari Kerajaan Kartanagara.

 

8. Meriam Sultan Kutai

Banyak sekali meriam yang ditinggalkan Kerajaan Kutai. Inilah yang menciptakan pertahanannya begitu besar lengan berkuasa dan eksistensinya cukup lama. Diantaranya yaitu Meriam Sapu Jagat, Gentar Bumi, Aji Entong, dan Sri Gunung.

 

9. Pedang Sultan Kutai

Namanya saja sudah sultan, maka tentu yang dimaksud Kutai Kartanagara. Namun, corak Martadipura masih ada. Terdapat hiasan gambar seekor harimau dan buaya di pedang ini.

 

10. Kelambu Kuning

 

Banyak alat-alat yang merupakan peninggalan zaman Kutai ibarat gong, arca, dan lain sebagainya yang disimpan dalam kelambu kuning

Kutai tidak hanya meninggalkan istananya yang megah, di dalamnya masih banyak tertinggal ibarat topeng, keris, dan benda sacral lainnya. Hal itu harus anda ketahui semoga tidak terjadi hal miris ibarat lupanya kita terhadap sejarah kita sendiri.

 

Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan
Source : moondoggiesmusic.com

 

Akhir kata jangan pernah bosan mempelajari sejarah. Karena kita akan berguru banyak darinya. Lihat saja sekarang, sesudah membaca sejarah Kerajaan Kutai di atas, anda merasa sadar bahwa banyak sekali hal menarik yang sanggup dijadikan pembelajaran.

Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *