keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Kerajaan Majapahit: Sejarah Berdiri, Raja-Raja, Masa Kejayaan dan Peninggalan

4 min read

Kerajaan Majapahit – Anda pastinya pernah mendengar perihal Kerajaan Majapahit bukan? Ya, Kerajaan Majapahit ialah merupaakan salah satu Kerajaan yang terbesar di Indonesia. Kerajaan dengan nama yang unik ini tentunya mempunyai banyak sisi yang menarik didalamnya.

Lebih menarik lagi jikalau kita menelisik lebih dalam akan Kerajaan Majapahit ini.

Pasalnya, ketika kita mendengar nama Kerajaan Majapahit, maka seketika yang terngiang yaitu Sumpah Palapa Sang Patih Gajah Mada.

Sehingga, tidak heran jikalau yang diingat ketika menyebut nama Majapahit ialah sumpah palapa.

Masih ingin tau perihal hal-hal yang lain mengenai Kerajaan terbesar di Indonesia ini? Berikut ini ialah beberapa ulasan tentang Kerajaan Majapahit :

 

Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit

 

Kerajaan Majapahit: Sejarah Berdiri, Raja-Raja, Masa Kejayaan dan Peninggalan
Source : travel.detik.com

 

Dimulai dari adanya penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang yang menyerang Kerajaan Singosari. Raden Wijaya ialah orang yang bertugas menghadang pasukan di sebelah utara yang ternyata mendapati serangan lebih besar dilancarkan dari arah selatan.

Raden Wijaya pun lalu kembali ke istana. Melihat istana yang porak poranda dan terbunuhnya Kertanegara, kesannya Raden Wijaya melarikan diri. Raden Wijaya lalu melarikan diri bersama tentaranya yang sangat setia dengan dibantu oleh penduduk desa Kugagu.

Setelah dirasa aman, Raden Wijaya menuju Madura meminta santunan Aryawiraraja. Oleh Aryawiraraja, Raden Wijaya dihadiahi hutan tarik semoga diurus sebagai tempat kekuasaannya.

Hutan tarik sebagai hadiah tersebut yang dijadikan sebagai suatu desa yang diberi nama dengan Majapahit. Nama Majapahit sendiri diambil dari kata “buah maja yang berasa pahit”. Hal ini alasannya yaitu didaerah tersebut banyak sekali ditemukan buah maja dengan mudahnya.

Pada dikala itu pula, pasukan tentara Mongol tiba ke Jawa dengan dipimpin oleh Shih-Pi, Ike-Mise, dan Kau Hsing yang bermaksud mencari Kertanegara untuk dihabisinya.

Adanya situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Raden Wijaya dengan memberitahukan bahwasannya Kertanegara sedang berada di istana. Namun, para tentara Mongol tidak mengetahui jikalau Kertanegara telah tewas, dan Kertanegara yang dimaksudkan Raden Wijaya yaitu Jayakatwang.

Setelah Kertanegara palsu (Jayakatwang) telah terbunuh, oleh tentara Mongol berpesta. Keadaan ini pun lalu dimanfaatkan kembali oleh Raden Wijaya dengan menyerang semua pasukan Mongol sampai terusir dari Jawa dan kembali ke negerinya. Sehingga pada tahun 1293 Raden Wijaya naik tahta serta dinobatkan menjadi seorang raja dengan dijuluki gelar Sri Kertajasa Jayawardhana.

 

 

Kehidupan Di Kerajaan Majapahit

Aspek kehidupan di Kerajaan Majapahit juga sangat menarik untuk dipelajari dan diketahui lho. Lantas bagaimana kehidupan pada Kerajaan terbesar di Indonesia ini dalam banyak sekali aspek? Inilah penjelasannya :

 

a. Kehidupan Politik Kerajaan Majapahit

Kehidupan politik di Kerajaan Majapahit penuh dengan lika-liku pemberontakan yang sering terjadi. Pemberontakan terjadi dimulai dengan Raden Wijaya menjadi seorang raja. Banyak juga pemberontakan yang dilakukan oleh Ronggolawe, Sora, dan juga Nambi. Pemberontakan yang sering terjadi itu tak lain yaitu untuk menjatuhkan Raden Wijaya.

See also  10 Contoh Teks Eksplanasi Yang Benar beserta Strukturnya

Meskipun begitu, Raden Wijaya tetap bisa mengatasinya alasannya yaitu akal yang dimilikinya. Masa pemerintahan Raden Wijaya berakhir tahun 1309, hal ini alasannya yaitu Raden Wijaya meninggal dunia. Pewaris kerajaan selanjutnya yaitu Jayanegara yang tak lain yaitu putra Raden Wijaya. Kala itu, beliau gres berusia 15 tahun.

Di masa pemerintahan Jayanegara juga sering sekali terjadi pemberontakan ditambah juga dengan kemampuan Jayanegara yang kurang terhadap kerajaan. Hingga kesannya Jayanegara dijuluki “Kala Jamet” yang artinya lemah dan jahat. Selain itu, pemberontakan Ra Kuti yaitu pemberontakan paling berbahaya yang hampir menjatuhkannya.

Di sisi lain, Gajah Mada juga menyelamatkannya dan juga dibawa kepada seorang tabib desa Badaran. Namun, ternyata tabib tersebut mempunyai dendam yang kesannya Jayanegara dibunuhnya. Gajah Mada pun juga ingin membalaskan dendam dengan membunuh tabib tersebut.

Kerajaan lalu diteruskan oleh sang adik, Gayatri yang bergelar Tri Buana Tunggadewi. Pada masanya juga terjadi banyak sekali pemberontakan yang terjadi, namun lagi-lagi berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Gajah Mada lalu dilantik menjadi mahapatih kerajaan.

Setelah itu, beliau mengucapkan sumpah yang dikenal dengan sumpah palapa. Tak usang sesudah itu, Sang Ratu meninggal dunia. Pemerintahannya hanya berlangsung dari 1328 M hingga 1350 M saja. Setelah itu digantikan oleh seorang bernama Hayam Wuruk sampai mencapai puncak keemasannya.

 

b. Kehidupan Ekonomi

Letak Kerajaan Majapahit yang strategis, berada di dataran rendah, dan banyaknya pelabuhan-pelabuhan mengakibatkan perekonomian berkembang pesat. Mayoritas penduduknya yaitu pedagang, ada juga pengrajin emas, perak, dan lain-lain.

Komoditas ekspor kerajaan berupa lada, garam, kain, dan burung abang tua. Kerajaan Majapahit juga menciptakan mata uang dengan adonan perak, timah putih, timah hitam dan tembaga. Selain itu, banyak sekali infrastruktur juga turut dibangun.

 

c. Kehidupan Kebudayaan

Kehidupan kebudayaan kerajaan sangatlah berkembang hingga bisa dikatakan sangat maju pada masa itu. Hal ini alasannya yaitu banyak sekali perayaan keagamaan maupun perayaan budbahasa lainnya dirayakan setiap tahunnya yang disambut meriah penduduk Majapahit.

 

Raja-Raja Kerajaan Majapahit

Tentu saja Kerajaan Majapahit mempunyai beberapa raja yang terkenal, beberapa diantaranya yaitu :

    • Raden Wijaya (1293 M – 1309 M)
    • Jayanegara (1309 M – 1328 M)
    • Tribuana Tunggadewi (1328 M – 1350 M)
    • Hayam Wuruk (1350 M – 1389 M)
    • Kusumawardani Wikramawardhana (1389 M – 1399 M)
    • Suhita (1399 M -1429 M)
    • Bhre Tumapel atau Kertawijaya (1447 M – 1451 M)
    • Rajasawardhana (1451 M – 1453 M)
    • Purwawisesa (1456 M – 1466 M)
    • Kertabumi (1466 M -1478 M)

 

Masa Kejayaan Dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit

 

Source : blog.edukasystem.com

 

Kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasannya yaitu pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang merupakan cicit dari Raden Wijaya. Di usianya yang masih belia, Hayam Wuruk sudah diangkat menjadi raja Kerajaan Majapahit.

See also  20 Puisi Perpisahan yang Mengharukan dan Menyentuh Hati

Meskipun usianya masih sangat muda, Hayam Wuruk ialah merupakan sosok yang pekerja keras dan gigih. Bersama Gajah Mada, Hayam Wuruk berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara dan mengakibatkan Majapahit sebagai kerajaan terbesar dikala itu. Bahkan hingga memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Namun semenjak sepeninggal Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran drastis. Ditambah dengan dampak Islam yang sudah meluas sehingga banyak sekali serangan-serangan kerajaan gres Islam mengakibatkan Kerajaan Majapahit pun runtuh.

 

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit yang telah usang berdiri dan menikmati banyak kejayaan tentunya mempunyai peninggalan-peninggalan tersendiri. Beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit ini antara lain, yaitu  :

 

1. Candi Tikus

Seperti namanya, candi ini ketika ditemukan terdapat banyak sekali sarang tikus liar didalamnya. Candi ialah ini terletak di situs arkeolog Triwulan. Yakni sanggup kita temukan di Dukuh Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

 

2. Candi Brahu

Sama menyerupai Candi Tikus, Candi Brahu ini juga sanggup kita temukan di situs arkeolog Trowulan. Candi ini pada masa Kerajaan Majapahit difungsikan untuk pembakaran jenazah para raja. Bangunan ini dibentuk oleh Mpu Sendok pada masa itu.

 

3. Gapura Bajang Ratu

Bangunan gapura yang unik dan bernuansa Majapahit ini sanggup kita temukan di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Gapura ini dibangun sekitar era ke 14 Masehi.

Gapura ini intinya menyerupai yang disebutkan dalam Kitab Negarakertagama.  Bahwa bangunan ini difungsikan sebagai pintu masuk untuk memasuki tempat suci dikala memperingati wafatnya raja Jayanegara pada dikala itu.

 

4. Gapura Wringin Lawang

Gapura apik yang satu ini tentunya mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda dengan gapura lainnya. Lokasi dari Gapura Wringin Lawang berada di sebuah desa yang bernama Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Bangunan yang terbuat dari bata merah ini mempunyai tinggi 15,5 meter. Dari segi gaya arsitektur, maka candi ini nampak menyerupai dengan Candi Bentar. Gapura ini pada waktu itu ialah sebagai gerbang untuk memasuki kediaman Mahapatih Gajah Mada.

 

5. Candi Jabung

Candi unik yang satu ini adalah canti peninggalan Kerajaan Majapahit yang menarik. Pasalnya, candi ini cuma terbuat dari beberapa tumpukan bata merah. Namun, tidak perlu diragukan lagi akan kekuatannya yang sanggup bertahan lama.

Candi ini pernah disinggahi Hayam Wuruk pada tahun 1359 yang mana dikala itu Hayam Wuruk berlawat mengelilingi Jawa Timur. Candi ini sanggup kita temukan di Desa Jabung, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

 

Itulah tadi beberapa poin tentang Kerajaan ini yang menyimpan banyak sejarah yang panjang akan masa-masa kejayaan maupun kemunduran yang dihadapinya.

Kerajaan Majapahit juga tak luput dari kegigihan seorang Mahapatih Gajah Mada yang membawa Kerajaan ini menjadi kerajaan yang besar di Indonesia. Meskipun kerajaan itu tergantikan oleh kerajaan lain, Kerajaan ini tetap menjadi pedoman kemakmuran kerajaan di Indonesia.

Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *