keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Kerajaan Mataram: Raja-Raja di Mataram Kuno dan Mataram Islam

6 min read

Kerajaan Mataram – Tanah Jawa dari dulu memang  populer dengan kerajaan-kerajaan yang ceritanya sudah sangat melegenda. Seperti halnya dengan Kerajaan Mataram di Jawa Tengah yang terbagi menjadi 2 yaitu Mataram Kuno dan juga Mataram Islam. Keberadaan kedua kerajaan tersebut dijelaskan oleh peninggalan sejarah yaitu prasasti-prasasti.

Kedua kerajaan tersebut ialah sama-sama diperintah oleh raja-raja yang dilakukan secara turun temurun. Mataram  kuno (Mataram Hindu) ialah sebutan untuk 2 dinasti yaitu Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. Dinasti Sanjaya ini bercorak Hindu yang didirikan pada tahun 732 M oleh Sanjaya. Sedangkan Dinasti Syailendra yang bercorak Budha Mahayana didirikan oleh Bhanu tahun 752 M. Ke-2 dinasti ini berkuasa di tempat Jawa Tengah  penggalan selatan.

Sedangkan Mataram Islam merupakan Kerajaan Islam yang berdiri sekitar kala ke-16 di pulau Jawa. Kerajaan ini telah dipimpin oleh dinasti yang mengaku sebagai keturunan dari Kerajaan Majapahit. Yaitu keturunan dari Ki Ageng Sela dan juga Ki Ageng Pemanahan yang mana keduanya ialah raja-raja besar Mataram Islam.

 

Raja-Raja Di Kerajaan Mataram Kuno

Karena antara Dinasti Sanjaya serta Dinasti Syailendra selalu bersaing maka secara bergantian mereka memerintah Mataram. Raja-raja yang memerintah Mataram tentunya berasal dari kedua dinasti tersebut. Dalam prasasti Wanua Tengah III (908) M dan prasasti Mantyasih (907) M disebutkan nama dari raja-raja Mataram ialah sebagai berikut:

 

Kerajaan Mataram: Raja-Raja di Mataram Kuno dan Mataram Islam
Source : https://regional.kompas.com/

 

1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya

Ialah merupakan raja pertama Kerajaan Medang dalam periode Jawa Tengah yang berkuasa dari tahun 717 hingga 746 Masehi.  Nama Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya dikenal melalui prasasti Mantyasih dan juga prasasti Canggal. Para sejarawan menganggap Raja Sanjaya ini ialah sebagai pendiri Wangsa Sanjaya, meskipun ada juga yang menolak tentang keberadaan dinasti tersebut.

 

2. Rakai Panangkaran Dyah Sankhara

Sri Maharaja Rakai Panangkaran ini ialah merupakan raja kedua Kerajaan Medang (periode Jawa Tengah) yang memerintah dari tahun 746 hingga tahun 784 Masehi. Periode pemerintahan dia menandai dimulainya kegairahan membangun banyak sekali macam candi dengan fatwa Budha Mahayana. Candi ini juga terletak di dataran Prambanan yakni Abhayagirivara, Tarabhavanam dan juga Manjusrigrha.

 

3. Rakai Panunggalan (Dharanindra)

Dharanindra kadang atau disingkat juga dengan Indra ialah seorang raja dari keturunan Wangsa Syailendra yang memerintah dari tahun 784 hingga 803 M. Nama dia ini ditemukan dalam prasasti Kelurak dengan gelar Sri Sanggrama Dhananjaya. Raja ini berhasil memperluas wilayah kekuasaan  Wangsa Syailendra hingga hingga ke daratan Indocina (Semenanjung Malaya).

 

4. Rakai Warak Dyah Manara

Sri Maharaja Rakai Warak ialah merupakan raja ke-4 dari Kerajaan Medang (periode Jawa Tengah) yang berkuasa dari tahun 803 hingga 827 M. Nama raja Rakai Warak ditemukan didalam daftar raja-raja Kerajaan Medang yang tertulis didalam prasasti Mantyasih. Nama orisinil dari Rakai Warak ialah Samaragrawira yang merupakan ayah dari Balaputradewa yaitu raja Kerajaan Sriwijaya.

 

5. Dyah Gula

Nama raja Dyah Gula ialah sebagai raja Kerajaan Mataram yang ditemukan dalam prasasti Wanua Tengah III (827-828 M). Prasasti ini ditemukan di sebuah ladang Dukuh Kedunglo, Desa Gandulan, Kaloran, Kab. Temanggung Jawa Tengah. Yang sekarang prasasti Wanua Tengah III  ini telah disimpan di Balai Arkeologi kota Yogyakarta.

 

6. Rakai Garung

Ialah merupakan raja Kerajaan Mataram pengganti dari Rakai Warak yang berasal dari dinasti Wangsa Sanjaya. Beliau memerintah Mataram dari tahun 823 hingga 847 Masehi dan disebut dalam prasasti Wanua Tengah III yang ditemukan di Temanggung. Dalam prasasti ini juga tertulis kalau Rakai Garung ini memerintah kerajaan sebelum Rakai Pikatan dengan gelar Maharaja.

See also  Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan

 

7. Rakai Pikatan Dyah Saladu

Menurut prasasti Argapura nama orisinil Rakai Pikatan ialah Mpu Manuku yang berkuasa dari tahun 847 – 855 M. Beliau ini juga dijuluki sebagai Rakai Mamrati sebab berhasil membangun sebuah ibu kota gres di desa Mamrati. Istana gres tersebut berjulukan Mamratipura yaitu sebagai pengganti ibu kota usang yakni Mataram.

 

8. Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala

Sri Maharaja Rakai Kayuwangi ini ialah merupakan raja ke-7 dari Kerajaan Medang yang telah memerintah dari tahun 856 hingga 880 M. Beliau ini ialah putra bungsu dari Rakai Pikatan yang terlahir dari permaisuri Pramodawardhani. Nama orisinil Rakai Kayuwangi ialah Dyah Lokapala (menurut prasasti Wantil) dan Mpu Lokapala (menurut prasasti Argapura).

 

9. Dyah Taqwas

Raja Dyah Taqwas ini berkuasa di Mataram sekitar tahun 885 M yang mana berdasarkan pada goresan pena prasasti Wanua Tengah III. Dalam prasasti yang ditemukan di tempat Temanggung Jawa Tengah ini tercantum daftar lengkap raja-raja yang pernah memerintah Mataram. Dari ke-12 raja tersebut salah satunya  ialah Raja Dyah Taqwas.

 

10. Rakai Panumwangan Dyah Dawendra

Dalam prasasti Wanua Tengah III yang ditemukan di tempat Temanggung Jawa Tengah nama Rakai Panumwangan tercatat sebagai raja Mataram juga. Prasasti ini telah memuat semua daftar dari nama 12 raja yang pernah berkuasa di Mataram. Rakai Panumwangan ini ialah merupakan keturunan dari dinasti Syailendra yang telah memerintah Mataram dari tahun 885 hingga 887 M.

 

11. Rakai Gurunwangi Dyah Wadra

Masa pemerintahan Rakai Gurunwangi telah diceritakan dalam prasasti Munggu Antan dan juga Poh Dulur. Beliau berkuasa tahun 887 M tetapi tidak pernah terdaftar didalam prasasti Mantyasih. Pada masa simpulan pemerintahan dia terjadi perpecahan diantara lingkungan Kerajaan Medang.

 

12. Rakai Watuhumalang Dyah Jbang

Sri Maharaja Rakai Watuhumalang ialah merupakan raja ke-8 Kerajaan Medang (periode Jawa Tengah) yang berkuasa dari tahun 894 hingga 898 M. Menurut prasasti Mantyasih Rakai Watuhumalang ini telah menggantikan Rakai Kayuwangi ialah sebagai raja bawahan yang bergelar haji. Rakai Watuhumalang sendiri tak pernah sama sekali meninggalkan prasasti yang atas nama dirinya  sendiri.

 

13. Rakai Watukura Dyah Walitung

Merupakan raja Kerajaan Medang yang berkuasa dari tahun 899 -911 M dengan wilayah kekuasaan mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Kerajaan yang dipimpin oleh Rakai Watukura ini biasa juga dikenal dengan nama Kerajaan Galuh. Kehidupan kerajaan Mataram pada ketika itu belum banyak yang dapat diungkapkan.

 

 

Raja-Raja Kerajaan Mataram Islam

Seperti halnya seperti kerajaan-kerajaan lain yang ada di tanah Jawa, Mataram Islam pernah dipimpin oleh 6 raja. Raja-raja tersebut ialah secara turun temurun bergantian berkuasa di Mataram Islam Ini. Adapun urutan raja-raja yang pernah memerintah Mataram Islam tersebut ialah sebagai berikut:

 

Raja-Raja Kerajaan Mataram Islam
Source : https://travel.detik.com/

 

1. Ki Ageng Pemanahan

Ialah Merupakan pendiri desa Mataram pada tahun 1556 yang nantinya akan menjadi Kerajaan Mataram Islam yang dipimpin oleh anaknya Sutawijaya. Tanah ini awalnya ialah hutan lebat kemudian dibuka oleh masyarakat sekitar dengan nama bantalan Mentaok. Ki Ageng Pemanahan wafat tahun 1584 kemudian dimakamkan di Kota Gede Yogyakarta.

 

2. Panembahan Senapati

Sutawijaya ialah seorang senapati dari Kerajaan Pajang yang diberi gelar Panembahan Senapati. Mataram Islam mulai bangun di bawah kepemimpinan dia dengan memperluas tempat kekuasaan. Wilayah kekuasaan ini mencakup Pajang, Tuban, Demak, Pasuruan, Madiun dan sebagian Surabaya.

 

3. Raden Mas Jolang

Ialah merupakan putra dari Panembahan Senapati dan putri Ki Ageng Panjawi dengan gelar Panembahan Anyakrawati. Raden Mas Jolang ialah pewaris ke-2 Mataram Islam yang berkuasa dari tahun 1606-1613 M. Wafat di desa Krapyak pada tahun 1613 yang dimakamkan di Pasar Gede di bawah makam ayahandanya tercinta.

 

4. Raden Mas Rangsang

Raja ke-3 Mataram Islam ini ialah putra dari Raden Mas Jolang yang memerintah dari tahun 1613-1645. Pada masa pemerintahan dia inilah Mataram Islam mengalami puncak kejayaan. Beliau bergelar Sultan Agung Senapati Ingalaga dan juga selalu berusaha memerangi VOC.

 

See also  Pengertian Budaya: Ciri-ciri, Fungsi, Unsur serta Contohnya

5. Amangurat I

Ialah merupakan anak dari Sultan Agung yang berkuasa dari tahun 1638 hingga 1647 M. Pada masa inilah Mataram Islam pecah sebab Amangkurat I menjadi teman VOC. Wafat di Telagawi Tegal pada tanggal 10 Juli 1677 kemudian digantikan Amangkurat II.

 

6. Amangkurat II

Dikenal dengan nama Raden Mas Rahmat ialah merupakan raja yang pertama dan pendiri Kasunanan Kartasura. Kasunanan ini ialah lanjutan dari Mataram Islam dengan masa pemerintahan tahun 1677-1703 M. Beliau raja Jawa pertama yang menggunakan pakaian Eropa sebagai pakaian dinasnya.

 

 

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Sebagai kerajaan yang terdiri atas 2 dinasti yang berbeda Mataram Kuno juga mempunyai benda-benda bersejarah. Benda-benda itu sebagai bukti konkret dari keberadaan kerajaan beserta tahun naik tahta raja-raja tersebut. Bukti sejarah Mataram Kuno ini ialah berupa prasasti-prasasti antara lain yaitu:

    • Prasasti Canggal (732): Sanjaya adalah pendiri Kerajaan Lingga yang populer kaya raya dengan padi dan emasnya.
    • Prasasti Balitung (907): Pemberian hadiah tanah kepada 5 orang patih di Mantyasih berkat jasa-jasanya.
    • Prasasti Kalasan ( 778): Pembuatan bangunan suci untuk Dewi Tara dan juga sebuah biara bagi para pendeta.
    • Prasasti Kelurak (782): Pembuatan arca Manjustri ialah sebagai perwujudan sang Budha (Brahma, Siwa, dan Wisnu).
    • Prasasti Ratu Boko (856): Menceritakan kekalahan Balaputradewa yang kemudian lari ke Sriwijaya dan juga menjadi raja disana.
    • Prasasti Nalanda (860): Menceritakan asal-usul dari seorang raja Balaputradewa.
    • Prasasti Ligor (860): Dibuat raja Balaputradewa yang mengaku cucu dari raja Jawa dari dinasti Syailendra.
    • Prasasti Wanua Tengah III (908): Mengungkap secara lengkap silsilah raja-raja Mataram Kuno dan juga ditemukan di tempat Temanggung Jawa Tengah.

Keberadaan prasasti-prasasti tersebut sebagai bukti konkret kalau Mataram Kuno memang benar-benar ada. Selain itu melalui prasasti ini dapat diketahui silsilah raja-raja dan tahun naik tahta dari raja tersebut. Hingga sekarang prasasti-prasasti tersebut masih disimpan dengan baik di museum Arkeologi Yogyakarta.

 

 

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Kebudayaan Mataram Islam pada masa itu mengalami kemajuan yang sangat pesat menyerupai  seni ukir, lukis, patung, dan hias. Apalagi pada ketika pemerintahan Sultan Agung yang memadukan unsur budaya Islam dengan budaya Hindu-Jawa. Adapun bentuk peninggalan bersejarah pada jaman Mataram Islam itu antara lain yaitu:

    • Candi Bentar: Terletak di makam Sunan Tembayat yaitu di tempat Klaten dan juga dibentuk pada masa pemerintahan Sultan Agung.
    • Kalender Jawa: Ialah hasil karya Sultan Agung yang berdasarkan perputaran bulan.
    • Buku Sastragending: Buku ini adalah karya filsafat dari Sultan Agung.
    • Surya Alam: Karya dari seorang Sultan Agung yang berupa kitab undang-undang.
    • Perayaan Sekaten: Untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu dengan cara mengarak gunungan dari keraton menuju depan Masjid Agung.

Dalam doktrin masyarakat Mataram Islam antara Gunung Berapi dan Laut Selatan mempunyai arti secara filosofis. Keduanya dipercaya ialah sebagai bentuk keseimbangan kehidupan masyarakat Kerajaan Mataram Islam. Mereka juga percaya jikalau salah satu istri Raja Mataram ialah Nyi Roro Kidul sebagai makhluk halus penguasa pantai selatan Yogyakarta.

 

Penutup

Itulah tadi beberapa ulasan mengenai raja-raja yang berkuasa pada Kerajaan Mataram Kuno serta Kerajaan Mataram Islam seta peninggalan dari masing-masing kerajaan tersebut. Dari ulasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa raja-raja Mataram sangat berambisi terhadap kekuasaan. Meskipun demikian raja-raja Mataram senantiasa memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dengan membentuk suatu kerajaan yang agraris. Pertumbuhan ekonomi masyarakat pada masa itu sangat menonjol dan juga ini sebagai bukti kesejahteraan hidup mereka.

Di bawah naungan raja-raja Mataram, perkembangan agama Islam, Hindu dan Budha dapat seiring sejalan. Hal ini menerangkan jikalau semenjak jaman dulu kala toleransi hidup antar umat beragama sudah terjalin dengan baik. Sikap anti penjajahan sudah mereka tanamkan dalam diri masyarakat tanah Jawa sehingga bersatu padu untuk memerangi VOC.

Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *