Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Pengertian Majas Hiperbola, Ciri-ciri Beserta Contohnya

4 min read

Majas Hiperbola – Pernahkah kamu mendengar sebuah istilah majas? nah, kali ini kita akan membahas tetang majas, khususnya ialah majas Hiperbola.

Mudahnya, majas adalah suatu ungkapan yang bisa menghidupkan suatu kalimat.

Pada Umumnya majas melakukan penyimpangan makna atau arti dari suatu kata yang biasa digunakan.

Jenis majas yang ada pada Bahasa Indonesia sangat banyak sekali. Akan tetapi, di artikel ini kami hanya akan membahas mengenai pengertian majas hiperbola beserta contohnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu mungkin tanpa sengaja pernah mendengar percakapan seseorang yang mengandung majas hiperbola, seperti saat lawan bicaramu yang melebih-lebihkan kalimatnya.

Pengertian Majas Hiperbola

AKADEMIKBAHASA50+ Contoh Majas Hiperbola Beserta Pengertiannya

Majas hiperbola ialah merupakan majas yang mengandung sebuah pernyataan yang melebih-lebihkan atau membesar-besarkan.

Majas ini termasuk salah satu jenis majas yang kerap ditemui dalam percakapan sehari-hari.

Bukan hanya untuk mengungkapkan perumpamaan, namun juga bisa dipakai untuk menyindir atau tujuan lain yang gaya bahasanya terkesan berlebihan.

Meski begitu namun tujuan utama penggunaan majas ialah untuk membuat sebuah ungkapan atau kalimat menjadi karya sastra yang terdengar lebih indah.

Untuk memahami isi majas pun diperlukan pemahaman khusus, tidak terkecuali dengan majas hiperbola.

 

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Dilihat dari penggunaan bahasanya, majas hiperbola mempunyai gaya bahasa yang begitu berbeda dengan majas lain. Berikut yaitu ciri-ciri dari majas hiperbola.

  • Gaya bahasa melebih-lebihkan sesuatu, sehingga hal yang diutarakan terlihat lebih besar dari yang bergotong-royong atau kenyataannya.
  • Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dramatis pada penyampaiannya.
  • Gaya bahasa hiperbola cenderung tidak masuk akal.
  • Gaya bahasa hiperbola mempunyai daya imbas yang kuat ada orang yang membaca ataupun mendengarnya.

 

Contoh Majas Hiperbola

Agar lebih terang bagaimana penerapan gaya bahasa yang berlebih-lebihan tersebut, di bawah ini yaitu beberapa teladan majas hiperbola.

  • Rayuan yang diucapkannya dalam program tersebut menyerupai maut.
  • Ketampanan dan kelembutannya kepadaku dan keluargaku membuat hatiku meleleh.
  • Kesedihan dan penyesalan perempuan itu akhir maut anaknya, membuat tangisannya membanjiri pemakaman hari ini.
  • Barang apa saja yang Kamu bawa, tasmu rasanya berton-ton beratnya.
  • Pak Jokowi menyatakan bahwa dengan kebijakan gres yang sedang dikerjakan oleh dia dan pemerintahannya, kemampuan ekspor Indonesia akan segera meroket.
  • Meskipun Ibu yaitu orang yang wajib Engkau dahulukan daripada ayahmu, tetaplah ingat bahwa dia yang selama ini membanting tulang untuk memenuhi kebutuhanmu.
  • Jangan hingga kekagumanmu kepada dirinya membuatmu menjadi buta pada kesalahan yang dilakukannya.
  • Yasmin tidak berkutik ketika mendengar amarah ayahnya yang menggelegar.
  • Kisah Maia Estianti membuat perasaan para ibu tersayat-sayat.
  • Jangan suruh dia menjadi penyanyi di program manapun lagi, suaranya menyerupai Giant di kartun Doraemon, hanya membuat gendang indera pendengaran pendengarnya pecah.
  • Habiskan masakan di piringmu atau ambil seperlunya saja, bagimu mungkin harga seporsi ayam goreng disini biasa saja namun bagi sebagian orang di luar sana harganya setinggi langit.
  • Kata-katanya begitu menusuk hati.
  • Kejadian pembunuhan itu terjadi alasannya yaitu emosi pelaku mendadak meledak ketika melihat pacarnya berselingkuh di hadapannya.
  • Kenyataan bahwa istrinya berkhianat membuat perasaan Yanto remuk redam.
  • Pekerjaan ini benar-benar membuatku harus memeras otak.
  • Teguh begitu tergesa-gesa hingga ia memacu motornya secepat kilat.
  • Suara Rachel membuat seluruh juri terhipnotis untuk mendengarkannya hingga selesai.
  • Doa ibu terus mengalir demi kebaikan putra dan putrinya.
  • Pertarungan kedua orang itu membuat darah mereka mengalir menganak sungai.
  • Menjelang hari raya, harga-harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi.
  • Jangan ganggu! Aku punya segudang pekerjaan yang harus diselesaikan.
  • Para model itu sekurus tusuk gigi.
  • Demi mengatakan keseriusannya, Keenan rela menguras seluruh tabungannya.
  • Kata-kata Bung Karno memperabukan semangat para pejuang di masa itu.
  • Setiap belaian laki-laki pada rambut wanita, belakang layar akan memporak-porandakan hatinya.
  • Setengah mati saya mencari kesana kemari, namun ternyata kacamata yang kucari ada di atas kepalaku.
  • Suatu ketika nanti prestasimu akan mengguncang dunia, berjuanglah dari sekarang!
  • Seluruh pejuang di program Ninja Warrior berjuang hingga titik darah penghabisan.
  • Kita harus berani berlari mengejar mimpi, demi masa depan yang lebih baik.
  • Gadis pindahan berwajah imut itu telah menjerat hatiku dengan senyum lugunya.
  • Setelah mengetahui alasan Itachi membunuh klan Uchiha, hatiku menjadi teriris-iris.
  • Jangan main-main dengan kuliah dosen itu, jikalau dia murka gunung pun akan ambruk dibuatnya.
  • Kerlingan matanya begitu menarik hati hingga seluruh laki-laki di kampung itu tergila-gila.
  • Sudah ribuan kali pacarmu berbohong kepadamu dan Kamu masih menganggap dia calon. pendamping hidup terbaik Kamu?!
  • Hatinya hancur ketika menyadari bahwa harapannya memenangkan kompetisi tersebut berakhir.
  • Bagi gue, basket itu segalanya buat hidup gue.
  • Hoax menyebar melebihi kecepatan cahaya ketika ini.
  • Aku begitu aib gara-gara insiden itu, hingga rasanya ingin mati saja.
  • Jatuh cinta pada seseorang belum pernah seindah ini sebelum bertemu denganmu, saya merasa hidup di surga.
  • Kulitnya sehitam arang, menggunakan pemutih apapun tidak akan terlalu kuat untuknya.
  • Kata-katanya membuatku tercambuk untuk bergerak lebih cepat.
  • Pendiriannya setegar karang, pantang berubah.
  • Delikan matanya menciutkan nyaliku.
  • Ribuan galon air mata orang miskin tidak akan mempengaruhi keputusannya untuk menggusur daerah itu.
  • Otakku mendadak beku setiap bertatapan dengan matanya.
  • Produk ini benar-benar luar biasa, kulitnya hingga terlihat sebening Kristal.
  • Hidung Jackie besar sekali, terlihat menyerupai sarang lebah.
  • Kami sudah saling cocok, hati kami melekat satu sama lainnya.
  • Aroma kentutnya yang busuk hampir saja membunuh masa depan hidungku.
  • Ada dendam apa hingga perias pengantin mendandaninya hingga seputih setan.
  • Kopi pagi ini tidak sepahit nasibku.
  • Jangan tersenyum! Nanti saya sakit gigi melihat manisnya senyummu.
  • Jangankan melihatmu tertawa, melirik matamu sedikit saja sudah bisa membuatku terkena diabetes.
  • Kebencian Sasuke sedahsyat neraka pada kakaknya.
  • Apa lagi yang kamu cari, begitu banyak perempuan yang bertaburan menanti cintamu.
  • Belum apa-apa saya sudah frustasi melihat segunung revisi yang diberikan.
  • Kepergiannya membuat hatiku hampa.
  • Rasa takut itu membuatnya bermandikan keringat.
  • Kamu tak akan bisa berbuat apa-apa, saya sudah menggenggam hatinya. Dia milikku, bukan milikmu.
  • Dia menyerupai menumpahkan seluruh isi botol parfum ke tubuhnya, wanginya menusuk penciumanku.
  • Aku tak tahan lagi bekerja dengannya, dia itu sedingin es!
  • Kamu ini apa-apaan ?! Sampai copot jantungku!
  • Dinginnya udara di puncak pegunungan ini seakan merasuk hingga ke sum-sum tulangku.
  • Ada jutaan manfaat yang gres diketahui dari flora buah jambu biji.
  • Apa kamu tahu harga dan nilai buah mengkudu bisa melejit ke langit di luar negeri sana?!
  • Dia tampak cocok dengan setelan yukata itu, kulitnya juga seputih salju.
  • Ia menyetrika kemejanya selicin belut.
  • Pemuda yang mengunjungi pak RT itu, tinggi badannya mengalahkan tiang listrik.
  • Makanan apa ini, rasa pahitnya mengalahkan daun sambiloto.
  • Sikap dan gaya berbicaranya menyerupai putri raja.
  • Penari itu berputar putar layaknya gasing saja.
  • Bayi jumbo yang lahir tadi pagi di puskesmas itu beratnya mengalahkan bayi raksasa.
  • Lihat saja rumah glamor itu! Tamannya seluas padang golf.
  • Rambut panjangnya tak terurus, lihat saja sudah menyerupai benang kusut.
  • Sudah berjam jam ia mengobrol dengan orang itu, menyerupai dua orang sahabat yang ratusan tahun tak bertemu.
  • Tatapan orang itu sangat tajam, menyerupai elang yang hendak memangsa anak ayam.
  • Ia begitu cekatan, seribu pekerjaan selesai dalam sekejap.
  • Air di danau itu sangat jernih, bahkan beningnya mengalahkan Kristal.
  • Kemarau panjang tahun ini membuat desaku menyerupai padang pasir.

 

Itulah pengertian, ciri dan teladan dari majas hiperbola. Semoga dengan pembahasan di atas Kamu lebih paham dengan jenis majas yang ketika ini juga kerap dipakai pada puisi ini.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas