Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Pengertian Majas Personifikasi, Ciri-ciri Beserta Contohnya

4 min read

Secara umum, majas personifikasi yaitu suatu gaya bahasa pada karya sastra yang menawarkan sifat-sifat insani (manusiawi) pada benda mati atau benda hidup yang bukan insan menyerupai binatang dan tumbuhan, sehingga seolah sanggup bersikap layaknya manusia.

Pada pendapat lain juga dikatakan kalau majas personifikasi ialah gaya bahasa yang menawarkan suasana atau sifat insan terhadap benda mati, sehingga benda itu dianggap hidup dan sanggup bertingkah laris menyerupai manusia.

Secara bahasa ‘personifikasi’ berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni ‘prosopopoeia’ yang artinya memanusiakan. Penggunaan majas ini kerap ditemukan pada aneka macam karya sastra, baik puisi, novel, cerpen dan lain sebagainya.

Pengertian Majas Personifikasi

Pengertian Majas Personifikasi, Ciri-ciri Beserta Contohnya

Majas personifikasi adalah sebuah gaya bahasa yang indah, uang biasanya dipakai sebagai mengungkapkan maksud tertentu pada sebuah tulisan, karya sastra, ataupun ucapan untuk memberikan sifat manusiawi terhadap suatu benda di kehidupan nyata yang tidak mempunyai sifat seperti itu.

Kata personifikasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni  prosopopoeia yang mempunyai arti memanusiakan. Personifikasi juga diambil dari bahasa Inggris yakni person, yang berarti orang atau manusia.

Sehingga, pengungkapan majas  ini memakai perilaku manusia yang diberikan pada sesuatu yang bukan manusia, seperti benda-benda di kehidupan nyata yang tidak mempunyai sifat itu. Benda yang bisa diberikan sifat manusiawi memakai majas  ini termasuk tumbuhan, benda mati, hewan, awan, langit, dan lain sebagainya.

 

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Untuk lebih memahami apakah sebuah kalimat memakai gaya bahasa personifikasi, berikut yaitu ciri-ciri khusus yang sanggup Kamu perhatikan.

  • Gaya bahasa personifikasi memakai pilihan kata yang menawarkan suasana atau sifat insan terhadap suatu benda mati.
  • Gaya bahasa personifikasi membandingkan benda mati atau benda hidup yang bukan manusia, menyerupai binatang dan tumbuhan sehingga seakan-akan sanggup berperilaku layaknya manusia.
  • Gaya bahasa personifikasi menggambarkan wacana suatu situasi dengan bayangan angan atau gambaran yang konkret.

 

Contoh Majas Personifikasi

Berikut ini yaitu contoh-contoh kalimat yang memakai gaya bahasa personifikasi.

  • Pohon bambu di belakang rumah berbisik bisik tertiup angin sore.
  • Sepasang mata boneka itu bersinar tajam menatapku di kegelapan malam.
  • Angin sepoi sepoi membelai lembut bumi dan seluruh isinya semoga tertidur lelap.
  • Setiap pagi alarm smartphone bernyanyi membangunkanku dari kesiangan Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke masjid.
  • Longsor itu menegur kita semoga menjaga kelestarian alam.
  • Bintang bersembunyi di balik tebalnya awan hitam.
  • Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan.
  • CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara.
  • Kebakaran subuh tadi melahap habis pemukiman padat penduduk.
  • Mobil pemadam kebakaran meraung raungmemecah keheningan pagi.
  • Gunung Merapi memuntahkan seluruh isi perutnya sepanjang hari ini.
  • Ombak tinggi menerjang seluruh kapal nelayan.
  • Badai tsunami menyapubersih apapun yang dilaluinya.
  • Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya.
  • Gempa menggoyang-goyang seluruh gedung pencakar langit.
  • Lonceng stasiun memberitahupara penumpang untuk bergegas naik kereta.
  • Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan.
  • Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku.
  • Anak anak pantai dengan bangga bermain kejar kejaran bersama ombak.
  • Desas desus wacana dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri.
  • Salju turun menyelimuti seluruh isi kota.
  • Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah.
  • Obat batuk itu menghangatkan
  • Sepeda renta itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi.
  • Obat candu itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi.
  • Bintang malam ini berkedip kedipmenerangi seluruh isi kota.
  • Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima.
  • Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya.
  • Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya sampai beberapa keturunan.
  • Sepatu lama itu melindungi kakinya dari kerikil tajam.
  • Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun.
  • Kartu kredit itu membelikan semua barang glamor untuknya sehingga ia terlilit hutang.
  • Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.
  • Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak.
  • Radio renta itu berkoar koar menyampaikan
  • Semangatnya berkobar untuk menerima promosi tahun ini.
  • Bendera negaraku berkibar dengan gagah beranidi angkasa raya.
  • SMS yang diterimanya, menciptakan ia melompat
  • Makanan pedas itu membakar
  • Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya.
  • Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon.
  • Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang.
  • Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik kendaraan beroda empat semoga memindahkan kendaraannya.
  • Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan.
  • Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini.
  • Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard computer.
  • Pameran lukisan itumemanjakan mata para pengunjung.
  • Gemercik air pegunungan  menenangkan suasana di sekelilingnya.
  • Ratapan nenek renta itu memilukan hati setiap orang yang mendengar kisahnya.
  • Atraksi binatang di pertunjukkan itu memukau seluruh penonton.
  • Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan.
  • Sarung tinju lama itu telah membawanya menjadi juara.
  • Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah.
  • Iklan rokok memperingati para perokok akan ancaman merokok.
  • Matanya berapi apimenahan amarah Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota.
  • Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun.
  • Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan.
  • Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya.
  • Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai.
  • Kepingan uang receh itu berhamburan keluar dari kantong sakunya yang robek.
  • Puntung rokok yang dibuang sembarangan itu membumihanguskan berhektar hektar hutan.
  • Jalanan berlobang itu sudah beberapa kali memakan korban jiwa.
  • Setiap kali makan, sendok dan garpunya selalu
  • Ketukan palu itu sudah memvonisnya
  • Tanggalan di kalender itu memperingatkan utangnya hampir jatuh tempo.
  • Setiap malam, buku dongeng itu mendongengkan kisah untuk adikku.
  • Bingkisan kado itu menggelitik tanganku semoga segera membukanya.
  • Dasi kupu kupu itu mencekik
  • Daun daun berguguran mendengar berita memilukan itu.
  • Zebra cross menyeberangi para pejalan kaki dengan aman.
  • Rerumputan dan ilalang menari narimengikuti irama angin.
  • Helm itu menjaga keselamatan pekerja dari reruntuhan.
  • Jarum suntik menakuti adikku ketika imunisasi Genangan lumpur itu menahan langkahnya sesaat.
  • Air, udara dan tanah memberikan kehidupan untuk seluruh makhluk hidup tanpa pamrih.
  • Bumi memangkusemua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih.
  • Kalkulator itu menolong ibu menghitung belanjaannya.
  • Telepon itu berdering terus memanggil
  • Kacamata itu membantu kakek membaca
  • Aroma kuliner ibu menggoda seluruh penghuni rumah Botol susu itu menenangkan bayi mungil itu.
  • Langit mendadak muram ketika petir menggelegar menyambar.
  • Kursi roda itu berjalan kemanapun membawa pemiliknya ketika pemiliknya inginkan.
  • Setiap hari sisir selalu merapikan rambut kita.
  • Ketika senja datang, perlahan lahan matahari beranjak
  • Tinta itu mengotori seluruh pakaian adik.
  • Kisah angker di pemakaman itu menakuti warga yang tinggal disekitarnya.
  • Gelang emas itu menggenggam erat pergelangan tangannya.
  • Koran lokal itu menulis kisah usaha hidupnya.
  • Janur di kedua sisi jalan sudah berdiri dari pagi menyambut kedatangan tamu undangan.
  • Lilin dan balon warna warni itu memeriahkan pesta ulang tahunnya.
  • Kemarau panjang menghisap kebutuhan air di bumi.
  • Kartu tarot itu meramalkan peruntungan nasibnya Pohon besar itu berhenti bernafas ketika topan menumbangkannya.
  • Pagar beton dan teralis itu menjaga tokonya dari tamu tak di undang.
  • Magnet mencari ribuan paku di sepanjang jalanan ibukota yang ditaburkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
  • Coretan itu merusak makalah presentasi ayah tadi pagi.
  • Truk itu menumpahkan seluruh muatannya ketika terguling.

Jadi dapat disimpulkan kalau majas personifikasi yaitu majas yang membahasakan benda mati seakan hidup atau sanggup berperilaku menyerupai manusia. Semoga ulasan di atas menambah wawasan Kamu.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas