Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

20 Pantun Perpisahan yang Penuh Makna dan Berkesan

4 min read

Contoh Pantun Perpisahan

Pantun Perpisahan – Berpisah menjadi hal yang sangat jelek bagi sebagian orang.

Terpisah oleh jarak yang jauh menyebabkan hati terbebani oleh rasa rindu yang teramat tinggi.

Menciptakan atau sekedar membaca mengenai pantun rindu sanggup sedikit menawarkan.

Karena dengan begitu kita ta bahwa perasaan menderita tersebut bukan hanya menimpa diri kita saja.

Tetapi di sini kita tidak akan membahas tentang pantun rindu, akan tetapi pantun perpisahan.

Berikut beberapa teladan pantun perpisahan :

 

Pantun Perpisahan Bagi Pasangan

 

Kedekatan pasangan terjalin dengan komunikasi yang intens dan juga waktu pertemuan yang sering.

Namun perbedaan besar akan sangat terasa jikalau salah satu dari mereka harus pergi.

Waktu yang tidak dapat bisa dinikmati bersama lagi seperti biasanya.

Serta wajah yang tidak dapat saling menatap, menghadirkan seribu kesakitan dalam satu waktu.

Berikut pantun perpisahan bagi pasangan yang akan menyayat hati.

 

Yakinkan Hatimu Kasih

 

Indah dipandang manis paras seorang putri

Cantik wajah, bibir merekah semerah stowbery

Bersalaman kita berdua mematri janji

Ingat kataku, Aku pergi niscaya kembali

 

Mulia hati senang memberi tabiat seorang ratu

Anggun perkasa, bagaikan tegak gunung lawu

Meski jauh jarak antara engkau dan aku

Satu kata yang memastikan kita sama yaitu rindu

 

Menari indah semua rakyat berpesta pora di hari sabtu

Mereka tertawa lepas indah dipandang pakaian baru

Jangan lagi kau panik, Semesta raya memihak kepadaku

Waktu mengatur dengan rinci semoga kita bisa bertemu

 

Tak Perlu lebih Banyak Waktu

 

Duduk melongo meratap termenung sendiri

Gelap malam tak akan menciptakan takut lagi

Cukup sudah dongeng yang telah terjadi

Mengenang hanya menyisakan sesal tiada arti

 

Bintang cerah menyinari fokus padang duri

Mendekat jangan kau akan pribadi terluka

Anggap saja saya dan kamu  hanyalah mimpi

Cinta infinit tidak memihak kepada hati kita

 

Tajam duri memberi perih menyayat rasa

Tergugah sadar kembali dalam alam nyata

Berbeda tabiat bukan alasan utama

Cinta kita tak sanggup bertahan lebih lama

 

Ketuk Palu Di Meja Hakim

 

Menarik mata mencolok merah buah ceri

Tumbuh di kebun sendiri tak lagi susah dicari

Seakan waktu kita tak lagi mempunyai arti

Tawa yang pernah terbagi telah menjadi benci

 

Rukun bersama banyak bunga-bunga berwarna

Menyejukkan yang melihat meski dari ratusan meter disana

Cinta tumbuh dalam kisaran waktu yang lama

Cinta habis terbakar hanya alasannya yaitu hijau rumput tetangga

 

Pepohonan tegak bangun isu terkini berbuah

Segar alam bisa hadirkan keindahan pengusir rasa kantuk

Sudah berakhir akhirkan saja sudah

Tak perlu sesal dan air mata rayakan keputusan terbentuk

 

Hari Terakhir Perjumpaan

 

Pergi berlibur ke pantai memancing cumi

Pantai membeku tertutup oleh salju

Bertahun kita bagaikan sepasang sejoli

Taklukkan waktu menjinakkan rindu

 

Bergegas kita menuju bukit secara beramai-ramai

Derap langkah kaki diselingi oleh kerasnya tawa

Di bawah terik matahari kau bisa hadirkan badai

Panas terganti dengan banjir air mata seketika

 

Langkah terhenti terlihat pintu masuk ke hutan

Waspada selalu mengingat ancaman serangan macan

Tak ku sadar kelulusan yaitu hari perpisahan

Cintaku kau tolak Kau bilang kita hanya sebatas rekan

 

Benci Menjadi Hal Abadi Di Kisah Cintaku

 

Pelangi yang tercipta sebentar namun indah

Gelap menyirnakan banyak hal termasuk bayang-bayang

Jangan kau pikir semua ini yaitu mudah

Terjebak dalam permainan yang kau ciptakan sayang

 

Langit cerah ijinkan burung bebas menari-nari

Nyanyian langit pun mengijinkan hujan ikut bernyanyi

Ketika kau tak lagi bisa pastikan kanan dan kiri

Tegas kuputuskan lebih baik cinta kita segera diakhiri

 

Terik matahari terkadang tiba bertamu

Berbagi waktu perebutkan tahta langit biru

Pemborosan waktu saya tetap berada di sisimu

Cintaku berganti benci alasannya yaitu kebingunganmu

 

Kerajaan langit mempunyai tentara pengawal kuat

Berjaga mereka dari serangan ganas musuh hitamku

Langkah salah mengikuti kau yang tersesat

Biarkan saya sendiri menentukan ruteku tanpa dirimu

 

Pantun Perpisahan Karena Kematian

Meskipun kita memang tau bahwa ajal merupakan suatu kepastian yang telah ditakdirkan.

Kepergian yang tidak akan memberi ruang untuk sekedar saling bersapa menjadi beban.

Jarak yang tidak lagi sanggup ditempuh dengan kendaraan apapun kecuali doa.

Ditinggal pergi alasannya yaitu ajal yaitu hal menyakitkan.

Pantun perpisahan alasannya yaitu ajal ini akan gambarkan bayangan mengerikan penuh murung tersebut.

 

contoh pantun perpisahan
Source : freepik.com/author/pikisuperstar

 

Batu Nisan Benteng Tak Tertembus

Mengikuti lomba maraton jangan lupa bersepatu

Peluh banjir menyisakan noda di higienis sepatu

Tak lagi kau ijinkan ku cuci lemah kakimu

Berbalas kecerdikan betapa baiknya dulu kau merawat aku

 

Pita putus tandakan akseptor favoritku

Tepuk tangan meriah telah bisa pecahkan sunyi

Tubuh lemah itu kini terbujur kaku

Senyuman indah milikmu telah infinit tersembunyi

 

Aroma berbaur kemenangan juga citra kekalahan

Air mata dan tawa mengambil sisi lapangan bergantian

Kepergian selalu sisakan rindu tiada tersalurkan

Membeku bersama waktu yang tak bisa dikembalikan

 

Terlahir Kembali Sebagai Bunga Duka

 

Rintik hujan jikalau percaya akan jadi samudra

Air tergenang bisa tenggelamkan dunia

Jika hidup berikan saya kesempatan kedua

Aku akan menentukan terlahir sebagai bunga duka

 

Sembunyikan ganas tenang rata di permukaan

Menyimpan kekayaan besar jutaan jenis ikan

Abadi temani ketika terakhir kau di pembaringan

Harum berpengaruh mencoba hilangkan sisa tangisan

 

Pulau rindu memaksa tekat menyeberangi

Berenang bersama pindahan jutaan kura-kura

Bunga murung dampingi kau di setiap prosesi

Terkenang erat bersama mengantar kau ke syurga

 

Kabur Kenangan Bersama Rintik Hujan

 

Menuju parade ratusan penari ciptakan tepuk tangan

Penonton berbondong berlari mendekat mereka

Gerimis memaksa saya melepaskan tanganmu hilang

Entah mengapa saya kau tinggal sendiri begitu saja

 

Alunan musik seolah mengatur gerakan luwes selendang

Terpesona oleh rasa kagum menuai banyak pujian

Laju pesat kendaraan itu sirnakan pula jiwamu terbang

Menembus langit naik terus menuju keabadian

 

Penari-penari lincah tersenyum bahagia

Membius penonton lupa mereka pun punya murung lara

Jalan ini menciptakan kita terpisah lama

Untuk suatu ketika saya menyusulmu ke dunia berbeda

 

Pantun Perpisahan Cinta Tak Direstui

Menjalin dongeng cinta tanpa restu orang renta menjadi hal yang tidaklah mudah. Terjebak dalam insiden ini menuntut kita harus mengambil pilihan yang berat. Meninggalkan cinta demi alasan cinta pula.

Orang renta menjadi lebih penting diatas segalanya meski patah hati tetap harus  menghampiri. Berikut pantun perpisahan alasannya yaitu cinta yang tak direstui,

 

Menyembuhkan Patah Hati

 

Kecil bocah cepat ia pergi berlari

Menanjak jalan arah ia  menuju sebuah gua

Baiknya memang cukup kita akhiri

Ikatan cinta demi cinta yang lebih mulia

 

Dalam tenang gunung tumbuhlah kayu sendiri

Iya kokoh bangun berpengaruh ia sebatang mahoni

Kepada hati kumohon kau mengampuni

Janji itu kutarik dengan rasa berat hati

 

Lama ku tunggu tak pernah kulihat buahnya

Nyaman saya berteduh berlindung kepadanya

Kepada orang renta saya sangat cinta

Kepadamu semoga kau tak akan terluka

 

Nyanyian Kebencian Mulai Melagu

 

Desa hijau dengan luasnya sawah-sawah

Subur benih tumbuh yaitu balasan doa

Tentang benci saya mohon maafkanlah

Rasa rindu yang akan tiba pudarkan saja

 

Sejuk udara baik dari selatan atau utara

Beternak makmur binatang sehat semua

aku lihat kau pesona begitu sempurna

Bapakku merasa saya harus dipeluknya

 

Pantai terlihat lengkap dengan nyiur nyanyian pulau kelapa

Merdu hilangkan derita setiap jiwa jutaan luka dan murung lara

Kurelakan kau menjadi ayah meski saya bukan jadi ibunya

Kisah yang harus saya akhiri dengan nrimo meski luka itu ada

 

Kokoh Bagai Tembok Di China

 

Nyenyak bocah tertidur dibawah payudara mak-nya

Menatap wajah hening itu, Bebas sang ibu memanjatkan doa

Mengakhiri ini semua kurasa tepat untuk kita

Berhenti berpura-pura bahwa senang itu tanpa cela

 

Permohonan berubah menjadi menjadi mantera

Berbisik mengkode kepada alam semesta raya

Pemisah yang semakin lebar terbuka

Cinta kita berjalan tanpa restu orang tua

 

Keajaiban akan tercipta ketika percaya

Langit menjaga kalimat mulia menembus dinding tabu

Akhir ini jadikanlah indah untuk kita

Memaafkan setiap kenangan membuka lembaran baru

 

Menyimak pantun-pantun perpisahan oleh banyak sekali faktor tersebut menghadirkan satu pesan kehidupan. Merenungkan makna tersebut menjadi bijak sebagai bekal kita menjalani hidup.

Bahwa hidup terkadang berjalan sekehendak-Nya saja tanpa melibatkan kita dalam menyusun rencana.

Namun percayalah langit yang tetap biru akan selalu membawa kebahagiaan meski harus berderai air mata lebih dahulu. UGMAXWIN

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas