Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Pengertian Filsafat : Menurut Para Ahli, Cara Mengkaji dan Cabang Ilmunya

7 min read

Pengertian Filsafat – Dalam suatu pembelajaran perkuliahan ada mata kuliah yang disebut Filsafat. Pelajaran ini gres kita dapatkan di dingklik perguruan tinggi tinggi.

Baiklah, dalam artikel ini akan dibahas perihal pengertian filsafat. Apa itu filsafat? Pertanyaan ini sering sekali muncul dari dosen-dosen pada mata kuliah Filsafat.

Bisa jadi ini yaitu kiprah pertamanya dari mata kuliah filsafat. Terkadang juga banyak yang mencari dari buku-buku perihal pengertian filsafat. Tapi artikel ini mungkin bisa membantu atau menyebabkan ilmu gres bagi semuanya perihal pengertian filsafat.

Filsafat sanggup bisa diartikan dalam banyak sekali sudut pandang, nah inilah pengertian filsaat dari pandangan secara umum, etimologi dan berdasarkan para ahli. Yuk eksklusif saja simak klarifikasi dibawah ini.

 

Pengertian Filsafat Secara Umum

Filsafat yaitu sebuah kajian kasus umum dan juga fundamental perihal kasus ibarat eksistensi, pengetahuan, budi dan pikiran, nilai dan juga bahasa.

Pengertian filsafat secara umum yaitu sebagai suatu kebijaksanaan hidup (filosofi) untuk menawarkan pandangan hidup yang menyeluruh berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup maupun pengalaman ilmiah.

Filsafat juga dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang berusaha mencari sebab-sebab yang sedalam mungkin bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau juga berdasarkan rasio.

Arti Filsafat yaitu pandangan hidup dari seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang inginkan atau di cita-citakan.

Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan lantaran dalam filsafat sendiri mempunyai logika, metode dan juga sistem. Namun filsafat juga merupakan studi perihal seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran insan secara kritis dan juga dijabarkan dalam konsep mendasar.

 

 

Pengertian Filsafat Secara Etimologi

Secara etimologis filsafat mempunyai pengartian yang sepadan dengan kata falsafah dalam bahasa arab atau kata philosophy dalam bahasa Inggris. Dari kata-kata tasi semuanya berasal dari kata latin philosophia, sebuah kata benda yang merupakan hasil aktivitas plhiloshopiem sebagai kata kerjanya.

Philosophia berasal dari bahasa Yunani, yakni philein (mencintai) atau philia (persahabatan,tertarik kepada … ) dan sophos (kebijaksanaa, ketrampilan, pengalaman mudah dan intelgensi). Dengan demikian, kata filsafat secara etimologi dapat diartikan sebagai cinta ataupun kecenderungan akan kebijaksanaan.

Atau juga pengertian filsafat secara etimologi yaitu sebagai cinta secara mendalam akan kebijaksanaan atau cinta sedalam-dalamnya akan kearifan atau cinta secara sungguh-sungguh terhadap pandangan, kebenaran.

 

 

Filsafat Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat para jago perihal pengertian filsafat. Aristoteles, Notonegoro, Imanuel Kant dan juga masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya simak beberapa pendapat para jago berikut ini:

 

Pengertian Filsafat : Menurut Para Ahli, Cara Mengkaji dan Cabang Ilmunya
Source : freepik.com/author/rawpixel-com

 

1. Pengertian Filsafat Menurut Aristoteles

Pengertian filsafat berdasarkan Aristoteles yaitu mempunyai kewajiban untuk menyelidiki lantaran dan asas segala benda. Dengan ini, filsafat bersifat ilmu yang umum sekali. Tugas mengenai penyelidikan perihal lantaran telah dibagi kini oleh filsafat dengan ilmu.

 

2. Pengertian Filsafat Menurut Al-Kindi

Filsafat yaitu pengetahuan benar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia. Beliau menawarkan pengertian filsafat dikalangan umat Islam membagi filsafat itu dalam 3 hal lapangan ilmu:

    • Fisika/al-ilmu al-tabiyyat, ilmu ini merupakan ilmu yang memiliki tingkatan yang terendah.
    • Matematika/al-ilmu al-riyadil, ilmu ini merupakan ilmu yang memiliki tingkatan tengah.
    • Ketuhanan/al-ilmu ar-rububiyyat, ilmu ini merupakan ilmu yang memiliki tingkatan yang tertinggi.

 

3. Pengertian Filsafat Menurut Johan Gotlich Fickte

filsafat yaitu ilmu dari ilmu-ilmu, yaitu ilmu umum yang menjadi dasar dari segala ilmu. Filsafat membicarakan semua dari bidang dan juga seluruh jenis ilmu untuk mencari suatu kebenaran dari kenyataan.

 

4. Pengertian Filsafat Menurut Imanuel Kant

Filsafat yaitu ilmu pengertahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan didalamnya juga tercakup empat kasus yaitu metafisika, budpekerti agama dan juga antropologi. Yakni :

    • Apakah yang dapat diketahui? Dan ini “dijawab oleh suatu metafisika”.
    • Apakah yang boleh dikerjakan? Dan ini “dijawab oleh sebuah etika”.
    • Sampai dimana pengharapannya? Dan ini “dijawab oleh suatu anthroposlogi”.
    • Apakah yang dimaksud dengan manusia? Dan ini “dijawab oleh suatu anthroposlogi”.

 

5. Pengertian Filsafat Menurut Paul Nartop

Filsafat yaitu sebagai ilmu dasar hendak memilih kesatuan pengetahuan menusia dengan memperlihatkan dasar tamat yang sama dan juga yang memikul sekaliannya.

 

6. Pengertian Filsafat Menurut Bertrand Russel

Sebagai teologi , filsafat berisikan sebagai pemikir-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitive tentangnya, hingga sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan. Namun ibarat sains, filsafat lebih sanggup menarik perhatian budi insan daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.

 

7. Pengertian Filsafat Menurut Harold H. Titus

Pengertian filsafat itu sendiri dapat dibagi menjadi 4, yaitu:

    • Arti Filsafat yaitu sekumpulan perilaku dan juga kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat yaitu suatu proses kritik ataupun pemikiran terhadap suatu kepercayaan dan perilaku yang dijunjung tinggi.
    • Pengertian Filsafat yaitu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan.
    • Filsafat yaitu sebuah analisis logis dari bahasa dan klarifikasi perihal arti kata dan pengertian ( konsep ).
    • Filsafat yaitu sebuah kumpulan kasus yang menerima perhatian insan dan yang dicirikan jawabannya oleh para jago filsafat.

 

8. Pengertian Filsafat Menurut John Dewey

Filsafat yaitu haruslah dipandang sebagai suatu pengungkapan mengenai usaha insan secara terus menerus dalam upaya melaksanakan pembiasaan banyak sekali tradisi yang membentuk budi insan terhadap kecenderungan ilmiah dan keinginan politik yang gres dan tidak sejalan dengan wewenang yang diakui.

 

9. Menurut Notonegoro

Pengertian filsafat yaitu menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut pada dasarnya yang mutlak, yang tetap tidak berubah dan juga dapat disebut hakekat.

 

10. Menurut Dr. M. J. Langeveld

Filsafat yaitu sebagai ilmu kesatuan yang terdiri atas 3 lingkungan kasus : “masalah lingkungan, kasus keadaan (metafisika, manusia, alam dan juga seterusnya)”. Lingkungan kasus pengetahuan mencakup teori kebenaran, teori pengetahuan dan logika. Sedangkan lingkungan kasus nilai mencakup teori nilai etika, estetika, bernilai berdasarkan religi.

 

11. Menurut John Brubacher

Filsafat yaitu berasal dari bahasa Yunani filos dan sofia. Yang berarti cinta kebijaksanaan atau juga belajar. Lebih dari itu sanggup diartikan juga cinta berguru pada umumnya dalam proses pertumbuhan ilmu sains hanya terdapat dalam apa yang kita kenal dengan filsafat.

 

12. Menurut Darmodihardjo

Pengertian filsafat yaitu sebagai pemikiran dalam usahanya mencari kebijakan dan kebenaran yang sedalam-dalamnya hingga ke akar-akarnya (radikal), teratur (sistematis) dan menyeluruh (universal).

 

 

Cara Mengkaji Filsafat

Filsafat bukanlah dilakukan dengan cara eksperimen atau percobaan akan tetapi dengan cara mengutarakan kasus secara persis, mencari solusi dari kasus itu, menawarkan argumentasi dan juga alasan yang sempurna untuk sebuah solusi.

Untuk ilmu filsafat, harus dan mutlak dipenuhi dengan budi berpikir dan budi bahasa. Logika sendiri yaitu sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat.

Hal ini menciptakan filsafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi tertentu berciri eksakta disamping nuansa khas dari filsafat, yakni spekulasi, keraguan, rasa ingin tau dan ketertarikan.

Filsafat berarti perjalanan menuju sesuatu yang dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh ilmu lainnya dengan perilaku skeptic yang mempertanyakan banyak hal.

Setelah membahas sekilas perihal pengertian filsafat, sanggup disimpulkan bahwa filsafat mempunyai kekerabatan dengan upaya untuk menemukan kebenaran perihal hakikat suatu hal yang ada melalui kemampuan budi secara optimal.

 

Pandangan-Pandangan Dalam Filsafat

Dalam perkembangan Ilmu Filsafat, muncul sebuah pandangan atau aliran yang menjadi suatu dasar atau landasan manusia ketika hendak melakukan suatu tindakan. Hingga saat ini, pandangan-pandangan tersebut masih dipraktikkan didalam bidang ilmu apapun. Nah, berikut ini ialah pandangan-pandangan filsafat tersebut.

 

1. Idealisme

Istilah ‘Idealisme” ini dikemukakan oleh ilmuan bernama Plato sekitar 2400 tahun yang lalu. Anda pasti sudah tahu bukan jika Plato mempunyai pemikiran bahwa realitas yang paling fundamental serta realitas yang tampak oleh indera manusia ialah ide itu sendiri. Penekanan dalam suatu pandangan ini idealis alam yang mana bersifat spiritual.

Orang-orang yang mengikuti pandangan ini memiliki kecenderungan menghormati kebudayaan serta tradisi, dikarenakan mereka mempunyai pandangan bahwa nilai-nilai kehidupan tersebut memiliki tingkat yang lebih dari sekadar sebuah ilmu kelompok individu.

 

2. Humanisme

Sebenarnya, sejak zaman kuno sampai dipertengahan abad ke-4 M, pendidikan yang ada di Yunani dan juga di Romawi mempunyai tujuan membentuk manusia supaya bisa menjadi warga negara yang baik dan juga berguna bagi negara serta bangsa. Kemudian berikutnya, di Eropa di abad ke-5 sampai abad ke-14 juga terdapat pendidikan yang bertujuan agar mencapai kebahagiaan hidup abadi dan juga mengatasi kebutuhan duniawi.

Pandangan humanisme ini sebenarnya mempunyai dua arah, yaitu humanisme individu dan juga humanisme sosial. Dalam humanisme individu, lebih mengutamakan adanya suatu kemerdekaan berpikir, mengemukakan suatu pendapat, dan juga berbagai aktivitas yang menuntut kreativitas. Biasanya, pemikiran tersebut disalurkan melalui sebuah kesenian, kesusastraan, musik, dan juga teknologi. Sementara dalam humanisme sosial, lebih mengutamakan yang namanya pendidikan bagi masyarakat secara keseluruhan agar mendapatkan kesejahteraan sosial dan juga hubungan antar manusia.

 

3. Rasionalisme

Rasionalisme merupakan pandangan yang sumber pengetahuannya yang berasal dari rasio (akal) manusia. Rene Descartes dikenal sebagai seorang Bapak Rasionalisme sekaligus tokoh filsuf modern yang disegani. Selain itu ada juga tokoh John Locke yang memiliki pandangan mengenai adanya tabula rasa, artinya setiap manusia diciptakan sama, layaknya sebua kertas kosong. Dengan demikian, para manusia itu harus dilatih dan juga diberikan pendidikan agar bisa dapat menalar dan juga tidak selamanya menjadi kertas kosong.

 

4. Empirisme

Empirisme ialah suatu pandangan yang sumber pengetahuannya merupakan pengalaman, dikarenakan suatu pengalaman selalu memberikan kepastian yang diambil dari dunia nyata. Pandangan ini juga berpendapat bahwa pernyataan yang tidak dapat dibuktikan melalui pengalaman merupakan tidak berarti.

 

5. Kritisisme

Pada abad ke-18, terdapat seorang tokoh filsuf terkenal bernama Emmanuel Kant yang berhasil menjembatani dua pandangan yakni rasionalisme dan juga empirisme sehingga menjadi pandangan kritisime ini.

Singkatnya, pandangan ini berpendapat bahwa suatu kebenaran itu tidak perlu diuji dikarenakan sudah mempunyai batasan-batasan tersendiri antara rasionalisme dan juga empirisme.

 

6. Konstruktivisme

Pandangan ini dikemukakan oleh seorang filsafat bernama Giambattista Vico pada tahun 1710, yang menyatakan bahwa pengetahuan seseorang itu adalah hasil konstruksi dari suatu individu itu sendiri, melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman, dan juga lingkungannya. Tokoh lain bernama E. Von Galsersfelf yang berasal dari University of Massachusetts mengemukakan bahwa sebuah pengetahuan seseorang yang dibentuk oleh individu tersebut sebagai hasil interaksi dari lingkungannya.

 

Cabang Ilmu Filsafat

Keberadaan ilmu filsafat ini tidak statis hadir begitu saja, melainkan dinamis yang mana perkembangannya sedemikian rupa sehingga semakin rasional dan juga sistematis. Terlebih lagi, semakin berkembangnya suatu zaman juga berkembang pula suatu pola pikir manusia. Nah, berikut ini ialah 6 cabang dari bidang studi filsafat.

 

Pengertian Filsafat : Menurut Para Ahli, Cara Mengkaji dan Cabang Ilmunya
Source : freepik.com/author/macrovector

 

1. Epistemologi

Epistemologi diambil dari Bahasa Yunani yaitu episteme (pengetahuan) serta logos (kata, ilmu atau pikiran). Sehingga bisa disimpulkan bahwa epistemologi ini ialah cabang filsafat yang membahas tentang pengetahuan. Dalam epistemologi, yang menjadi pokok persoalan ialah berkaitan dengan asal, karakter,  sifat, dan juga jenis pengetahuan.

 

2. Metafisika

Istilah ini juga diambil dari Bahasa Yunani metaphysika, yang artinya “setelah fisika”. Cabang filsafat ini diperkenalkan oleh seorang bernama Andronikos dan juga Rhodes dari kumpulan buku-buku yang ditulis oleh Aristoteles yang berjudul hakikat benda-benda yang kita lihat pada dunia nyata ini. Dapat dikatakan juga bahwa metafisika ini ialah suatu pembahasan filsafat yang komprehensif tentang seluruh realitas atau juga segala sesuatu yang ada.

Metafisika dibagi menjadi dua hal, yaitu:

a) Metafisika Umum atau Ontologi

Yakni membahas tentang sesuatu yang ada secara menyeluruh dan juga sekaligus. Pembahasan biasanya dilakukan dengan cara membedakan dan juga memisahkan eksistensi yang sesungguhnya dari penampilan atas eksistensinya.

b) Metafisika Khusus

Kosmologi, yaitu pembahasan tentang dunia ataupun alam dengan ketertiban yang paling fundamental dari semua realitas. Teologi Metafisik, yaitu pembahasan tentang kepercayaan agama. Biasanya membahas tentang eksistensi dari Tuhan.

Filsafat Antropologi, yaitu  yang membahas tentang apa hakikat dari manusia dan juga bagaimana hubungan alam dengan sesamanya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa cabang ini berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kaitan dengan eksistensi, status, serta relasinya.

3. Logika

Menurut Rapar (1996), Logika merupakan cabang atau juga bagian filsafat yang menyusun, mengembangkan, dan juga membahas asas-asas, aturan-aturan formal, dan juga prosedur-prosedur normatif, serta kriteria yang sahih bagi penalaran serta penyimpulan demi mencapai kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan secara rasional. Singkatnya, cabang filsafat ini berupaya memperyimbangkan akal ayau pikiran yang diutarakan melalui kata atau juga bahasa (verbal).

 

4. Etika

Cabang filsafat ini biasa disebut juga dengan filsafat moral karena membahas mengenai baik dan juga buruknya tingkah laku seorang manusia. Singkatnya, cabang filsafat ini memandang seorang manusia dari segi perilakunya. Bahkan pada zaman Socrates, etika sangatlah berpengaruh pada sebuah kehidupan manusia.

Etika ini adalah ilmu tentang kesusilaan, yang mana menentukan bagaimana patutnya seorang manusia untuk dapat hidup dalam masyarakat. Etika juga tidak mempersoalkan apa ataupun siapa manusia tersebut, melainkan bagaimana seorang manusia itu seharusnya berbuat dan bertindak.

 

5. Estetika

Cabang filsafat ini mempersoalkan tentang seni (art) dan juga keindahan (beauty). Hal-hal yang dibahas mengenai keindahan ialah kaidah dan juga sifat hakiki dari sebuah keindahan, misalnya menguji keindahan dengan perasaan dan juga pikiran manusia. Meskipun pada dasarnya, estetika ini telah ditelah sejak 2500 tahun lalu di berbagai wilayah, misalnya saja Babilonia, India, Mesir, China, hingga Yunani.

 

6. Filsafat Ilmu

Cabang filsafat ini membahas tentang hakikat ilmu. Penerapannya biasanya dalam upaya mencari suatu akar persoalan dan juga menemukan asas realitas yang dipersoalkan oleh bidang ilmu tersebut supaya lebih jelas dan juga pasti. Sama halnya dengan disiplin ilmu lain, cabang filsafat ini juga mempunyai pembagian ilmunya sendiri, misalnya filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat bahasa, sampai filsafat matematika.

 

Itulah beberapa pengertian filsafat secara umum, etimologi dan juga berdasarkan para ahli. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita dalam memahami definisi atau pengertian filsafat.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas