Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Pengertian Nasionalisme: Bentuk, Tujuan, dan Perkembangannya

7 min read

image source : Pengertian Nasionalisme: Bentuk, Tujuan, dan Perkembangannya

Pengertian Nasionalisme – Tahukah Anda bahwa Nasionalisme yaitu perilaku yang sangat penting untuk dikembangkan dalam berbangsa dan bernegara. Negara yang rakyatnya menjunjung tinggi rasa nasionalisme akan menjadi bangsa yang kuat.

Sikap nasionalisme ini juga harus dipupuk semenjak dini. Pentingnya perilaku nasionalisme menciptakan siapa saja wajib mengetahui apa itu nasionalisme yang sebenarnya. Secara fakta, pengertian nasionalisme sanggup ditinjau dari banyak aspek.

Pengertian dari nasionalisme sanggup dilihat secara aspek bahasa dan juga pendapat para ahli. Ada banyak para jago yang mengungkapkan pendapatnya wacana definisi dari nasionalisme.

Mengetahui lebih dalam wacana makna nasionalisme yaitu sebuah keharusan bagi siapa saja yang cinta terhadap negara. Di bawah ini akan di ulas secara lengkap apa itu sebetulnya nasionalisme.

Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Aspek Bahasa

Pengertian Nasionalisme: Bentuk, Tujuan, dan Perkembangannya
Image Source : freepik.com/author/freepik

Secara bahasa, nasionalisme yaitu kata serapan yang diambil dari bahasa Inggris yaitu nation. Kata nation bila diartikan ke bahasa Indonesia artinya yaitu bangsa.

Jika merujuk pada arti dari asal katanya, nasionalisme yaitu sesuatu yang berkaitan dengan bangsa. Bangsa sendiri yaitu sebuah rumpun masyarakat yang tinggal di sebuah teritorial yang sama dan mempunyai karakteristik yang hampir sama.

Menurut KBB (Kamus Bahasa Besar Indonesia), nasionalisme yaitu sebuah paham yang mengajarkan untuk mengasihi bangsanya sendiri. Dalam hal ini terperinci bila nasionalisme sangat bersahabat kaitannya dengan mengasihi negara baik budayanya, masyarakatnya maupun tatanan yang ada di negara tersebut.

Jika merujuk pada KBBI, maka orang yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi yaitu orang yang mengasihi negaranya.

Pengertian nasionalisme dari segi bahasa berbeda dengan chauvinisme. Kedua kata ini sama-sama diartikan mengasihi bangsa dan negara.

Namun pada paham chauvinisme kecintaan pada negara sangat fanatik sehingga membenarkan merusak atau menghancurkan negara lain demi kejayaan bangsa sendiri. Tentu saja paham cauvinisme ini tidak sejalan dengan nilai nasionalisme, paham chauvinisme sanggup merusak perdamaian dunia.

 

Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Pendapat Para Ahli

Banyak sekali para jago yang memperlihatkan pandangannya mengenai apa itu nasionalisme. Para jago ini yaitu orang-orang yang sudah sangat luas wawasannya wacana kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengetahui pendapat dari para jago ini sangat penting untuk sanggup menyimpulkan pengertian dari nasionalisme. Apa aja pendapat dari para jago tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya:

 

1. Ernest Renan

Menurut Ernest Renan, yang disebut dengan nasionalisme yaitu keinginan untuk bersatu dan bernegara. Dalam hal ini nasionalisme yaitu sebuah keinginan besar untuk mewujudkan persatuan dalam bernegara.

Dengan adanya persatuan ini maka kondisi negara akan menjadi besar lengan berkuasa dan tidak gampang diguncang dengan persoalan dari dalam maupun dari luar. Tanpa adanya perilaku nasionalime, persatuan negara mustahil terwujud.

 

2. Otto Bauar

Sedikit berbeda dengan Ernest Renan, berdasarkan pendapat Otto Bauar, nasionalisme yaitu suatu perilaku persatuan alasannya adanya perasaan senasib. Perasaan senasib disini maksudnya yaitu perasaan yang sama akhir berada di sebuah negara dengan kondisi tertentu.

Menurut jago yang satu ini rasa nasionalisme yaitu rasa senasib dan sepenanggungan. Sehingga apapun yang terjadi di negara tersebut harus dirasakan bersama dan menjadi tanggung jawab bersama.

 

3. Hans Kohn

Hans Kohn mempunyai pendapat yang sedikit berbeda dari para jago lainnya. Menurutnya nasionalisme yaitu sebuah kesadaran bila sebuah masyarakat yaitu satu kesatuan. Kesadaran ini berupa kesadaran nasional bahwa sebuah masyarakat berada di tatanan negara yang sama.

Kesadaran inilah yang akan memperkokoh kondisi sebuah bangsa. Jika kesadaran ini hilang, maka rapuhlah bangsa tersebut. Namun bila kesadaran ini kuat, negara akan menjadi digdaya.

 

4. L. Stoddard

Ahli yang satu ini mengemukakan pandangannya bila nasionalisme yaitu sebuah perilaku dan rasa saling memiliki. Ini artinya setiap warga negara merasa mempunyai apa-apa yang ada di dalam negara tersebut.

Akibat adanya rasa mempunyai ini, maka setiap warga negara harus menjaga dan mempertahankan apa yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai dengan fitrah insan yang apabila merasa mempunyai niscaya akan merasa untuk wajib menjaga.

 

5. Dr. Hertz

Dr. Hertz yaitu jago yang menjabarkan pengertian nasionalisme secara lengkap. Bahkan dalam pandangan Dr. Hertz, nasionalisme ini dibagi-bagi menjadi beberapa pengertian.

Menurutnya, nasionalisme yaitu hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk merdeka, hasrat untuk mencapai keaslian dan hasrat untuk mempunyai impian bersama. Jika ditarik kesimpulan, Hertz berpandangan bila nasionalisme yaitu sebuah tekad yang ingin dicapai.

 

6. Louis Sneyder

Ahli yang berjulukan Louis Sneyder juga mengemukakan opininya wacana apa itu nasionalisme. Menurutnya nasionalisme yaitu perpaduan antara politik, ekonomi, sosial dan juga intelektual.

Dari sini, Louis sneyder mengungkapkan bila perilaku nasionalisme berkaitan bersahabat dengan perilaku berpolitik, berekonomi, bersosial dan berintelektual. Sebuah negara yang besar memang harus mempunyai kekuatan dalam keempat aspek penting ini.

 

7. Benedict Anderson

Menurut Bennedict Anderson, nasionalisme yaitu sebuah rasa kesadaran bila suatu individu berada di dalam suatu komunitas atau negara tertentu. Dengan adanya rasa kesadaran ini, maka individu tersebut harus memajukan komunitas atau negara yang diyakini sebagai negaranya.

Hal ini memperlihatkan bahwa pada hakikatnya insan mempunyai kesadaran akan pentingnya menjadi bab dalam sebuah negara.

Itulah pendapat para jago dunia mengenai pengertian nasionalisme. Di Indonesia sendiri rasa nasionalisme ini sudah diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan juga pada dasar negara Indonesia.

Di dalam Pancasila nilai-nilai akan nasionalisme juga sudah tertanam khususnya pada sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. Dikarenakan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, maka penting bagi kita mengetahui pengertian nasionalisme sesuai dengan Pancasila.

 

Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Nilai Pancasila

image source : Pengertian Nasionalisme: Bentuk, Tujuan, dan Perkembangannya

Bangsa Indonesia sudah paham betapa pentingnya rasa nasionalisme bahkan sebelum merdeka. Rasa nasionalisme ini telah tertuang dalam insiden sumpah perjaka pada tanggal 28 Oktober 1928.

Kala itu, Indonesia mengaku bila berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu. Hal ini mengambarkan bahwa bangsa Indonesia yaitu bangsa yang besar lengan berkuasa dan menjunjung tinggi nilai nasionalisme.

Setelah Indonesia merdeka, nilai nasionalisme  dituangkan pada pancasila dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Namun pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 juga ditekankan bila Indonesia yang mengasihi negaranya dan juga ikut menjaga ketertiban dunia.

Hal ini terperinci menjauhkan bangsa Indonesia dari paham chauvisme.  Pemimpin dunia yang menganut paham chauvisme yaitu Hitler. Hitler menganggap mengasihi negara berarti bersedia melaksanakan apapun untuk negara bahkan bila perlu dengan menghancurkan negara lain.

Jadi, bila merujuk pada paham pancasila dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, nasionalisme yaitu perilaku cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa dengan tetap menjaga perdamaian yang ada di dunia.

Dengan demikian bangsa Indonesia yaitu bangsa yang menjunjung tinggi rasa kebangsaan tanpa harus menghancurkan dan mengganggu kedaulatan bangsa lain. Jika semua negara menerapkan nasionalisme dengan benar, perdamaian dunia gampang di wujudkan.

 

Bentuk Nasionalisme

Tahukah engkauu terdapat beraneka ragam tujuan nasionalisme di antaranya adalah menjamin kemauan dan juga kekuatan mempertahankan masyarakat nasional dan melawan musuh dari luar sehingga kemudian munculah semangat rela berkorban.

Bentuk lainnya di antaranya adalah Menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air, Menciptakan hubungan yang rukun dan harmonis, dan mempertahankan persaudaraan yang utuh. Nasionalisme juga dapat diwujudkan dengan menghilangkan ekstremisme dari sebuah warga negara.

 

1. Nasionalisme Kewarganegaraan

Kewarganegaraan atau nasionalisme sipil adalah sejenis nasionalisme di mana negara kemudian memperoleh sebuah kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”, “perwakilan politik”. Teori ini mulanya dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan juga menjadi bahan-bahan tulisan.

 

2. Nasionalisme Romantik

Romantik atau juga disebut dengan nasionalisme organik, dan juga nasionalisme identitas sebagai lanjutan dari nasionalisme etnis di mana sebuah negara kemudian memperoleh kebenaran politik secara semula sehingga hasil dari sebuah bangsa atau ras menurut semangat romantisme.

 

3. Nasionalisme Budaya

Budaya adalah sejenis nasionalisme di mana sebuah negara kemudian memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan juga bukannya “sifat keturunan” seperti ras warna kulit, dan juga lain sebagainya.

Contohnya adalah rakyat Tionghoa yang kemudian menganggap sebuah negara berdasarkan kepada budaya. Unsur ras di mana golongan Manchu dan ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok.

Kesediaan dinasti Qing kemudian menggunakan adat istiadat Tionghoa yang membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Bahkan ada banyak rakyat Taiwan yang menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena pemerintahan RRT memiliki paham komunisme.

 

4. Nasionalisme Kenegaraan

Kenegaraan sebagai sebuah variasi nasionalisme kewarganegaraan, yang tak dapat dipisahkan dari nasionalisme etnis. Perasaan ini sendiri sangat kuat sehingga kemudian diberi keutamaan lebih dalam hal hak kebebasan dan juga universal.

Kejayaan sebuah negeri sendiri senantiasa memiliki sifat kontras dan juga berkonflik dengan prinsip sebuah masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah ‘national state‘ sebagai sebuah argument, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.

Contohnya adalah Nazisme, dan nasionalisme Turki kontemporer, dan juga dalam bentuk yang lebih kecil adalah Franquisme sayap-kanan di Spanyol, dan sikap ‘Jacobin’ terhadap golongan pemusat negeri Prancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, terus menentang demi mewujudkan hak kesetaraan atau equal rights dan lebih otonomi untuk sebuah golongan Fleming, dan juga nasionalis Basque atau Korsika.

 

5. Nasionalisme Agama

Agama adalah nasionalisme di mana negara akan memperoleh sebuah legitimasi politik dari sebuah persamaan agama. Walaupun demikian lazimnya nasionalisme etnis kemudian akan dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan.

Misalnya, di negara Irlandia semangat nasionalisme kemudian bersumber dari persamaan agama mereka yakni Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP kemudian bersumber dari agama Hindu.

Namun, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama kemudian hanya menjadi sebuah simbol dan juga bukanlah motivasi utama sebuah kelompok.

Tujuan dan juga Ciri-Ciri Nasionalisme

Contoh Nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari di antaranya dapat dilihat dari menjaga ketertiban masyarakat dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Selain itu juga mematuhi dan juga mentaati hukum negara, melestarikan budaya, dan juga bersedia mempertahankan dan memajukan negara, menggunakan produk dalam negeri, menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, turut dan dalam upaya pembelaan negara.

Nasionalisme juga berfungsi untuk memahami tujuan dan juga karakteristiknya. Berikut ini penjelasan mengenai tujuan dan juga ciri-ciri nasionalisme, di antaranya:

Berikut di bawah ini adalah beraneka ragam Tujuan dari Nasionalisme yang perlu diketahui:

  • Berfungsi untuk menumbuhkan dan juga meningkatkan rasa cinta terhadap sebuah bangsa, negara, dan juga tanah air.
  • Berfungsi Mmmbangun sebuah hubungan yang harmonis dan rukun antara sebuah masyarakat dan juga individu lainnya.
  • Berfungsi untuk membangun dan juga mempererat tali persaudaraan di antara sesama warga masyarakat dalam sebuah negara.
  • Berfungsi sebagai upaya dalam menghilangkan dan juga menghapuskan ekstrimisme atau tuntutan yang berlebihan dari sebuah warga negara atau masyarakat kepada pemerintah.
  • Berfungsi sebagai usaha dalam menumbuhkan sebuah semangat untuk dapat secara rela berkorban demi bangsa, negara, dan juga tanah air.
  • Berfungsi untuk menjaga sebuah bangsa, negara, dan tanah air dari serangan para musuh yang kemudian mengancam negara, baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.

Berikut di bawah ini adalah beraneka ragam ciri-ciri nasionalisme:

  • Terdapatnya sebuah persatuan dan juga kesatuan sebuah bangsa.
  • Terdapatnya sebuah organisasi yang memiliki bentuk modern dan juga memiliki sifat nasional.
  • Terdapatnya sebuah perjuangan yang kemudian dilakukan dan juga memiliki sifat nasional.
  • Bertujuan memerdekakan dan juga mendirikan sebuah negara yang merdeka dan menjadikan kekuasaan berada di tangan para rakyat.
  • Nasionalisme umumnya lebih mementingkan pikiran sehingga Pendidikan kemudian berperan penting dalam sebuah upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa dan juga bernegara.

 

Perkembangan Nasionalisme Indonesia

Secara garis besar, nasionalisme Indonesia dimulai dari waktu-waktu perjuangan Kartini yang menghendaki emansipasi di kalangan perempuan. Sementara itu, walaupun Kartini sering dikategorikan sebagai pejuang wanita, namun Kartini masuk dalam fase paling awal pembentukan nasionalisme Indonesia.

Kemudian tahap berikutnya adalah proses terbentuknya organisasi-organisasi kebangsaan yang menandai bangkitnya kesadaran sebagai bangsa Indonesia. Berikut di bawah ini adalah fase nasionalisme di Indonesia.

 

1. Fase Pertama

Gerakan kebangkitan nasionalisme Indonesia pada sebuah dinamika sejarah diawali oleh waktu Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang dimotori oleh para mahasiswa sekolahan anak para priyayi Jawa, kedokteran Stovia, dan sekolah yang kemudian disediakan Belanda di Jakarta.

 

2. Fase Kedua

Fase kedua adalah pada proses kebangkitan nasionalisme yang terjadi di tahun 1928, yakni 20 tahun setelah proses kebangkitan nasional terjadi.

Pada fase ini kemudian terdapat sebuah kesadaran menyatukan negara, bangsa dan bahasa ke dalam satu negara yang telah disadari oleh para pemuda dan juga sudah terkotak-kotak dengan sebuah organisasi kedaerahan seperti Jong Celebes, Jong Sumatera, Jong Java, dan juga lain sebagainya.

Hal ini kemudian diwujudkan secara nyata dengan menyelenggarakan Sumpah Pemuda pada 1928.

 

3. Fase Ketiga

Fase berikutnya atau disebut juga dengan waktu “Revolusi Fisik Kemerdekaan”. Peranan nyata pemuda pada waktu revolusi fisik kemerdekaan terjadi saat mereka menyandera Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka dengan sangat bersemangat mewujudkan nation state yang berdaulat dalam kerangka kemerdekaan.

 

4. Fase Keempat

Fase berikutnya kemudian perkembangan nasionalisme di tahun 1966, yang menandai tatanan baru dalam sebuah pemerintahan Indonesia. Selama 20 tahun setelah kemerdekaan kemudian terjadi huru-hara pemberontakan Gestapu dan juga eksesnya.

Tampaknya tanpa peran mahasiswa dan juga organisasi pemuda dan organisasi sosial kemasyarakatan di tahun 1966, Soeharto dan para tentara kemudian sulit memperoleh kekuasaan dari penguasa orde-lama Soekarno.

Sayangnya para penguasa Orde Baru kemudian mencampakkan para pemuda dan juga mahasiswa yang telah menjadi motor utama pendorong terbentuknya NKRI tersebut, bahkan sejak akhir tahun 1970-an para mahasiswa malah dibatasi geraknya dalam berpolitik dan dibatasi dalam ruang-ruang kuliah di engkaupusnya.

 

5. Fase Kelima

Pergolakan waktu Orde Baru kemudian melahirkan fase kelima, yang disebut juga sebagai “Masa Reformasi”.

Nasionalisme kemudian tidak selesai hanya pada waktu pemerintahan Soeharto, tetapi terus bergulir ketika reformasi menjadi sumber inspirasi perjuangan sebuah bangsa meskipun mekemudiani sebuah perjalanan sejarah yang cukup panjang.

 

Kesimpulan

Itulah pengertian nasionalisme secara lengkap dari beberapa aspek. Dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, warga negara yang baik yaitu warga negara yang mempunyai perilaku nasionalisme yang tinggi.

Nasionalisme yang tinggi ini sanggup dipupuk dari kegiatan-kegiatan yang kecil. Dampak dari nasionalisme ini tentu sangat besar.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas