Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Pengertian Sosiologi: Sejarah, Fungsi, Ciri-Ciri dan Teori Menuruh Para Ahli

6 min read

Pengertian Sosiologi – Apa yang kalian ketahui ihwal sosiologi? Pastinya kalian semua sudah pernah mendengar dan mungkin sudah memahami kata “sosiologi”. Kali ini akan membahas ihwal apa itu pengertian sosiologi secara umum dan berdasarkan para ahli.

Sosiologi ialah salah satu dari ilmu sosial yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat atau ilmu yang mempelajari ihwal insan atau masyarakat.

Sosiologi sanggup juga disebut dengan ilmu masyarakat. Tujuan ilmu sosiologi ialah untuk mempelajari masyarakat, sikap dari masyarakat, dan sikap sosial yang ada serta mengamati sikap kelompok.

Dengan seiring dengan berjalannya waktu, ilmu sosiologi akan selalu mengikuti perkembangan jaman. Yaitu merupakan pengetahuan masyarakat yang telah disusun berdasarkan hasil ajaran ilmiah yang sanggup di kontrol oleh masyarakat lainnya.

Keseluruhan dari ilmu sosiologi tersebut sanggup berupa hal-hal mulai dari keluarga, suku, Negara, bangsa, ekonomi, sosial, serta organisasi politik. Selain itu juga terdapat pengertian tentang sosiologi secara etimologis dan juga objek pembahasan dari sosiologi.

 

Sejarah Ilmu Sosiologi

Meski disebut sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, kemunculan sosiologi masih tergolong cukup baru. Bahkan apabila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan tentang masyarakat itu sendiri. Oleh sebab itu, sosiologi juga dikatakan muncul sebagai hasil dari sebuah perkembangan ilmu pengetahuan manusia.

Sebagai buktinya, dua filsuf besar di zaman Yunani Kuno yaitu Aristoteles dan juga Plato pernah menulis sebuah buku tentang menciptakan sebuah masyarakat yang adil serta bahagia. Ada juga Ibnu Khaldun, seorang cendekiawan yang berasal dari Timur, yang juga menulis mengenai integrasi sosial dan peradaban manusia pada abad ke-14. Tiga karya hebat tersebut sudah ada jauh sebelum sosiologi ditemukan.

Pada perkembangan ilmu ini, para penggagasnya sudah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mencari sebuah orientasi yang sesuai dengan bidang ini. Menariknya, di awal mula kehadiran sosiologi banyak terjadi peristiwa bersejarah didalam peradaban manusia. Dua diantaranya bahkan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu sosiologi.

Pertama ialah revolusi politik yang terjadi di Perancis pada abad ke-18 hingga19. Peristiwa ini membuat fokus sosiologi bergeser kepada pembuatan ketertiban dan juga perubahan sosial.

Yang kedua yaitu Revolusi Industri yang menjadi titik dari kemunculan kapitalisme dan juga sosialisme. Hal ini juga turut mempengaruhi suatu perkembangan ilmu sosiologi.

Selama abad ke-18, tercatat ada tiga tokoh yang secara spesifik membahas tentang suatu sosiologi. Yang pertama ialah Herbert Spencer pada tahun 1876, kemudian Lester F. Ward pada tahun 1883, dan juga Emile Durkheim. Di abad ke-19 ada dua nama terkenal yang cukup sangat berpengaruh pada ilmu sosiologi, yaitu Max Weber dan Karl Marx.

Saat memasuki abad 20, sosiologi berkembang lumayan sangat cepat sampai menjadi suatu bagian dari ilmu sosial yang sangat diminati di Amerika Serikat. Saat itu, banyak ilmuwan yang mempelajari sosiologi karena kehadiran urbanisasi serta industrialisasi yang masif di daerah perkotaan Amerika Serikat.

Setelah abad ke-21, baru lahirlah aliran baru sosiologi yang saling mengkritik satu sama lain seperti poststrukturalisme, postmodernisme, postkolonialisme, dan juga post-positivisme. Yakni George Ritzer yang mendukung pergerakan ini dengan segala rumusannya tentang sosiologi sebagai studi yang memuat suatu paradigma plural.

 

Pengertian Sosiologi Secara Etimologis  

Selanjutnya pengertian sosiologi secara etimologis merupakan asal dari dua kata berdasarkan Bahasa Latin, yaitu Socious dan Logos. Arti Socious ialah masyarakat dan Logos berarti berbicara atau berbincang. Bisa disimpulkan menjadi membicarakan mengenai kehidupan insan yakni sebagai makhluk sosial.

Pengertian secara luasnya, ilmu sosiologi tidak hanya sebagai ilmu yang mempelajari sekitar kehidupan insan tetapi juga mempelajari yang berkaitan dengan kepentingan, kekerabatan dan budaya. Dalam mempelajari bab objeknya (masyarakat), yakni memfokuskan pada beberapa hal.

Dari objek untuk memfokuskan pembahasan tersebut seperti, kekerabatan antara individu dengan kelompok, kekerabatan antara kelompok dengan kelompok. Serta dari kekerabatan timbal balik yang terjadi pada sesama insan dengan insan lainnya.

Dan juga proses yang terjadi pada suatu hubungan-hubungan tersebut di lingkungan masyarakat. Selanjutnya yang akan dijelaskan mengenai pengertian sosiologi berdasarkan para ahli.

 

Beberapa Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli
Source : freepik.com/author/upklyak

 

Beberapa Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Sebelumnya sudah dijelaskan tentang pengertian sosiologi secara secara etimologis. Berikut merupakan pengertian sosiologi berdasarkan para ahli, untuk lebih jelasnya beberapa pengertian atau pendapat para mahir menjabarkannya :

 

1. Pengertian Sosiologi Menurut Soerjono Soekanto     

Pengertian sosiologi berdasarkan Soerjono Soekanto, ialah ilmu yang memusatkan pada perhatian dari segi kemasyarakatan. Dan sifatnya lebih umum yang bertujuan mendapat pola-pola umum yang ada pada kehidupan masyarakat.

 

2. Pengertian Sosiologi Menurut Pitirim Sorokin

Sosiologi ialah ilmu yang mempelajari terkait kekerabatan dan juga dampak dari timbal balik dari banyak sekali macam tanda-tanda sosial. Seperti yang merupakan dari tanda-tanda keluarga, tanda-tanda moral, tanda-tanda ekonomi, dan tanda-tanda lainnya.

Sosiologi juga merupakan ilmu yang mempelajari kekerabatan dan juga timbal balik yang terjadi pada tanda-tanda sosial dan non sosial. Sosiologi ialah ilmu yang mempelajari ciri-ciri secara umum dari banyak sekali jenis tanda-tanda sosial yang ada.

 

3. Pengertian Sosiologi Menurut Allan Jhonson

Pengertian sosiologi menurutnya ialah ilmu yang mempelajari ihwal kehidupan dan perilaku. Khususnya yang ada kaitannya dengan sistem sosial dan bagaimana sistem sosial itu sanggup menghipnotis pada orang lain. Serta bagaimana pula ihwal orang-orang yang ada didalamnya yang ikut kuat pada sistem tersebut.

 

4. Pengertian Sosiologi Menurut William Kornblum

Sosiologi merupakan upaya ilmiah yang dimana mempelajari ihwal masyarakat dan sikap sosialnya. Dari sikap sosial tersebut menjadikan masyarakat itu ikut atau terlibat dalam banyak sekali kelompok dan juga kondisi.

 

5. Pengertian Sosiologi Menurut Mayor Polak

Pengertian sosiologi berdasarkan Mayor ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari ihwal masyarakat secara keseluruhan. Yakni dari kekerabatan insan dengan kelompok, kelompok dengan kelompok. Baik kelompok formal ataupun material, serta antara kelompok statis dengan dinamis.

6. Pengertian Sosiologi Menurut Paul B Horton     

Pengertian sosiologi ialah ilmu yang banyak atau lebih menjuru pada penelaahan pada kehidupan kelompok dan juga pada produk kehidupan dari kelompok itu sendiri. Selain itu masih juga ada pendapat dari mahir lainnya mengenai pengertian sosiologi.

 

7. Pengertian Sosiologi Menurut A.A Von Dorn & C. J Lammers

Menurutnya, pengertian sosiologi ialah ilmu pengetahuan yang membahas ihwal struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. Itu pengertian berdasarkan J. A.A Von Dorn & C. J Lammers. Selain pengertian sosiologi, masih ada juga fungsi-fungsi sosiologi yang sanggup anda pelajari atau sanggup dijadikan perhiasan pengetahuan.

 

Fungsi-Fungsi Yang Ada Pada Sosiologi

Selanjutnya, pembahasan tentang fungsi-fungsi yang ada pada sebuah soisologi. Untuk lebih jelasnya apa saja fungsi dari ilmu sosiologi tersebut, berikut beberapa ulasannya yang sanggup anda pelajarinya:

 

1. Pada Perencanaan Sosial

Apa itu perencanaan sosial, yaitu upaya untuk dapat mempersiapkan masa depan seseorang yang terdapat di dalam suatu masyarakat. Salah satu tujuan dari perencanaan sosial ialah untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul lantaran duduk masalah yang terjadi di dalam perubahan yang terjadi pada masyarakat.

Perencanaan sosial lebih bersifat mencegah serta mengantisipasi dan juga mempersiapkan untuk kedepannya pada sesuatu yang akan terjadi. Maka fungsi dari sosiologi pada perencanaan sosial merupakan alat yang dipakai sebagai mengetahui perubahan pada lingkungan masyarakat.

Selain itu tujuan sosiologi pada perencanaan sosial ialah sebagai alat yang dipakai untuk mengetahui perkembangan apa yang terjadi di dalam masyarakat.

Karena sosiologi merupakan ilmu yang menjelaskan ihwal kekerabatan antara kelompok dengan kelompok serta individu dengan kelompok, maka perencanaan yang dibentuk harus sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

 

2. Pada Penelitian     

Tujuan sosiologi pada penelitian ialah untuk sanggup menawarkan sebuah citra yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan juga acara penelitiannya membahas ihwal gejala-gejala yang ada pada masyarakat.

Maka dengan adanya penelitian, berharap ada solusi-solusi yang sanggup dipakai untuk menuntaskan masalah-masalah sosial yang ada.

Salah satu fungsi sosiologi dalam penelitian ialah untuk mempertimbangkan gejala-gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Serta untuk memahami pola-pola dari tingkah laris insan yang ada dalam lingkungan masyarakat.

 

3. Pada Pembangunan          

Selanjutnya fungsi sosiologi pada pembangunan ialah untuk menawarkan data-data sosial yang diharapkan untuk tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Untuk detailnya ialah tahap perencanaan hal yang diperhatikan ialah hal apa saja yang termasuk dalam kebutuhan sosial.

Untuk tahapan pelaksanaan lebih pada kekuatan sosial yang ada dalam masyarakat dan proses-proses perubahan sosial yang terjadi di dalamnya. Bagian evaluasi ialah untuk menganalisis terkait dengan dampak dari proses pembangunan yang telah dilakukan.

 

4. Pada Pemecahan Masalah Sosial

Permasalahan merupakan sebuah dari kesulitan yang muncul dan membutuhkan solusi sebagai alat pemecah duduk masalah tersebut. Namun duduk masalah terkadang muncul lantaran adanya kesenjangan yang terjadi diantara impian dan kenyataan yang kita inginkan.

Untuk masalah-masalah sosial yang muncul pada masyarakat biasanya saling berkaitan dengan nilai masyarakat dan forum masyarakat. Oleh lantaran itu penting untuk mencarikan solusinya, semoga tercipta kedamaian serta keharmonisan di dalam masyarakat tersebut. Maka dengan adanya sosiologi, kita sanggup mempermudah menemukan solusinya.

Untuk memecahkan duduk masalah tersebut terdapat beberapa metode, menyerupai metode antisisatif artinya metode bersifat mencegah dan mempersiapkan sesuatu yang sewaktu-waktu sanggup terjadi. Serta mempunyai kemungkinan yang sanggup mengganggu keharmonisan pada masyarakat.

Metode resitusif, merupakan metode untuk menawarkan apresiasi atau penghargaan untuk individu yang mematuhi norma dan hukum yang berlaku. Dan metode repersif, dipakai untuk menjadikan imbas jera kepada para pelaku-pelaku pelanggaran.

 

Jenis-Jenis Sosiologi

Berdasarkan ruang lingkup tersebut serta penerapannya, sosiologi dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni sosiologi umum, sosiologi khusus, sosiologi sebagai ilmu terapan, dan juga sosiologi sebagai ilmu murni. Berikutini ialah  penjelasan singkatnya:

 

1. Sosiologi umum

Sosiologi umum ialah bidang yang menyelidiki dan juga mempelajari perilaku manusia dalam mengadakan suatu hubungan yang ada di masyarakat secara umum.

 

2. Sosiologi khusus

Sementara sosiologi khusus menyelidiki dan juga mempelajari dari berbagai sektor didalam kehidupan suatu masyarakat.

 

3. Sosiologi sebagai ilmu terapan

Sosiologi sebagai ilmu terapan artinya mempunyai tujuan mencari bagaimana cara untuk menggunakan pengetahuan ilmiah agar dapat memecahkan masalah praktis yang ada di suatu masyarakat.

 

4. Sosiologi sebagai ilmu murni

Sosiologi juga disebut sebagai suatu ilmu murni karena memiliki tujuan membentuk serta menggambarkan pengetahuan secara abstrak, sehingga mutunya bisa dipertimbangkan.

 

Ciri-ciri utama sosiologi

Sosiologi sebagai suatu ilmu sosial yang murni, memiliki empat ciri utama yang tidak dapat dilepaskan begitu saja karena keempatnya adalah syarat agar sosiologi dapat berdiri sendiri. Berikut ini ialah  keempat ciri-ciri tersebut:

 

1. Teoritis

Ciri yang pertama adalah sosiologi selalu berusaha menyusun suatu abstraksi yang berupa kesimpulan tentang hubungan sebab-akibat dari berbagai suatu gejala sosial yang telah diteliti dengan berdasarkan kepada hasil pengamatan empiris.

 

2. Empiris

Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan berdasar kepada suatu realitas sosial yang benar-benar terjadi di lapangan (masyarakat) dan juga bukan merupakan sebuah spekulasi.

 

3. Non-etis

Tugas sosiologi bukan untuk menentukan mana yang baik serta buruk dalam permasalahan. Ilmu yang satu ini berfokus memberi penjelasan yang cukup logis tentang latar belakang fenomena tertentu.

 

4. Kumulatif

Kumulatif memiliki makna sebuah argumen tentang fenomena tertentu didalam sosiologi harus berlandaskan kumpulan beberapa teori yang sudah ada sebelumnya.

 

Selain empat ciri yang telah disebutkan tersebut, sosiologi juga memiliki teori yang berbeda dengan teori sosial yang lainnya. Teori sosiologi memahami masyarakat tanpa berfokus pada suatu konsep baik atau benar. Sedangkan teori sosial lainnya lebih fokus pada suatu komentar masyarakat; bertujuan ke arah politik secara insentif.
Demikian pengertian sosiologi secara umum dan berdasarkan para mahir serta fungsi-fungsi sosiologi. Semoga klarifikasi yang ada di atas sanggup membantu anda dalam setiap ilmu pengetahuan dan juga semoga bermanfaat. Bisa menjadi materi referensi, namun setiap ilmu pengetahuan mempunyai pembahasan yang berbeda-beda.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas