Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Perbedaan DNA dan RNA pada Sel Makhluk Hidup

4 min read

Perbedaan DNA dan RNA

Perbedaan DNA dan RNA – DNA (Deoxyribonucleic Acid) sudah sangat familiar disebut dan didengar oleh sebagian besar orang.

Akan tetapi tahukah apa sih bantu-membantu DNA itu? DNA merupakan suatu molekul identitas yang terdapat pada badan makhluk hidup yang biasa disebut gen turunan dari orang tua.

Sedangkan RNA (Ribonucleic Acid) yakni molekul pembantu pembentukan DNA pada ketika proses sintesis protein pada gen terjadi.

Untuk mengetahui perbedaan DNA dan RNA lebih mendalam, akan dibahas pada artikel dibawah ini.

 

Perbedaan DNA dan RNA Berdasarkan Definisi

Dilihat dari segi definisinya, DNA dan RNA yakni sebuah komponen yang berbeda antara keduanya. Perbedaan DNA dan RNA menurut definisinya yaitu:

DNA atau juga disebut asam deoksiribosa nukleat (ADN) definisi secara umum merupakan jenis biomolekul atau materi yang membentuk kromosom-kromosom yang menyimpan warta detail genetika dan beberapa virus didalam badan makhluk hidup. Informasi genetik yang terdapat pada DNA bertujuan untuk mengatur sel untuk melaksanakan sesuatu.

Sedangkan RNA atau biasa disebut juga asam ribonukleat mempunyai definisi yaitu sebuah polinukleotida rantai tunggal maupun ganda yang tidak berpilin. RNA itu sendiri terbagi dalam dua macam golongan yakni RNA genetik serta RNA non-genetik.

RNA genetik yaitu RNA yang mempunyai kiprah sama mirip DNA , dimana RNA ini mempunyai kiprah membawa warta genetik. Serta ada RNA non-genetik, yaitu yang mempunyai kiprah hanya berperan ketika proses sistesis protein saja.

 

 

Perbedaan DNA Dan RNA Berdasarkan Struktur Penyusunnya

Dilihat dari struktur penyusunnya, DNA dan RNA tersusun atas komponen yang berbeda antara keduanya. Perbedaan DNA dan RNA dilihat dari segi strukturnya yaitu:

DNA tersusun atas asam nukleat yang terdiri dari polinukleotida yang berasal dari dioknuklotida dimana unit pembangunnya disebut dioksinukleot. DNA mempunyai susunan kimia berupa polimer dari rantai panjang nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari gula pentosa deoksiribosa, gugus fosfat serta basa nitrogen.

Sedangkan polimer dalam pembentuk RNA terdapat satu neuklotida yang tersusun atas satu gugus fosfat, gula pentosa ribosa serta basa nitrogen yang terdiri atas basa purin dan pirimidin yang mengikat berselang seling antara satu dengan yang lain. Molekul polimer didalamnya mempunyai kiprah dalam mengkode, dekode, regulasi, dan lisan gen. Jumlah RNA dalam sel tidak tetap alasannya yakni RNA gampang terurai dan harus diproduksi ulang.

 

 

Perbedaan DNA Dan RNA Berdasarkan Fungsinya

Dilihat dari segi fungsi, DNA dan RNA mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda antara keduanya. Perbedaan DNA dan RNA menurut fungsinya yaitu:

Fungsi dari DNA yaitu sebagai pembawa materi genetika dari gen indukan ke gen anakan atau turunan. Kaprikornus tiap-tiap makhluk mewarisi gen dari generasi sebelumnya dan juga akan mewariskan gen kepada generasi berikutnya. Untuk itu DNA juga sering dipakai untuk mengenali identitas seseorang menurut keturunan (orang tua) atau yang masih mempunyai relasi darah (saudara) dengan orang tersebut.

Selain itu, DNA juga berfungsi sebagai pengendali acara sel, yang mempunyai kiprah sebagai katalisator dan mengatur reaksi metabolik. Menyediakan materi mentah untuk struktur sel, memungkinkan pergerakan sel, berinteraksi dengan sel-sel lain dan mengendalikan pertumbuhan serta pembelahan sel.

Sedangkan fungsi dari RNA sendiri yaitu sebagai penyimpan dan penyalur warta genetik pada sel makhluk hidup.  Selain itu fungsi lain dari RNA yaitu sebagai mediator DNA serta protein pada sebuah proses lisan genetika. Dalam melaksanakan kiprah tersebut, RNA diproduksi sebagai salinan isyarat urutan basa nitrogen DNA yang tersusun dalam bentuk “triplet” tiga urutan basa N atau dikenal dengan nama kondon.

Jika ditinjau lebih spesifik lagi, RNA mempunyai jenis dan  fungsi yang berbeda-beda. RNA genetik berperan sebagaimana kerja DNA. RNA jenis ini hanya dimiliki oleh makhluk hidup tertentu yang tidak mempunyai DNA, Seperti beberapa virus yang akan mengalami transkripsi balik sehingga menjadi isyarat genetik RNA-DNA yang pada akibatnya akan membentuk DNA.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA Berdasarkan Proses Pembentukannya

 

Dilihat dari proses pembentukannya, DNA dan RNA mempunyai proses yang berbeda antara keduanya. Perbedaan DNA dan RNA menurut proses terbentuknya yaitu:

Proses pembentukan DNA disebut juga dengan replikasi DNA. Proses replikasi DNA itu sendiri terjadi pada ketika rangkaian protein dan enzim merangkai nuklotida dalam urutan yang telah ditentukan. Nah, Pada ketika molekul-molekul tersebut berinteraksi dan melaksanakan pembelahan sel dan mensintesis dua untai gres memakai helai yang ada sebagai cetakan, pada ketika itulah replikasi DNA terjadi.

Pada Proses replikasi DNA akan terjadi inisiasi terlebih dahulu, dimana helikase melepas ikatan hidrogen antara pasangan basa. Heliks yang terbuka disebut juga dengan protein untai tunggal. DNA yang telah terbuka akan membentuk gelembung replikasi dan akan saling memanjang yang pada akibatnya akan bertemu dengan gelembung sebelahnya sampai terbentuklah DNA yang telah selesai digandakan atau replikasi DNA.

DNA mempunyai jumlah yang konstan pada tiap jenis spesies makhluk hidup, tergantung pada sifat ploidi sel atau jumlah kromosom dalam sel. Sifat DNA sanggup melaksanakan replikasi atau membentuk turunan dan meniru diri dari generasi indukan kepada generasi turunannya.

Sedangkan pada proses pembentukan RNA dilakukan oleh enzim RNA polymerase yang menyalin gen, lalu enzim tersebut akan mengikat gen yang akan ditranskripsi. Setelah itu enzim RNA polymerase akan membuka double heliks DNA dan merangkai ribonukleotida ke ujung RNA yang sedang tumbuh. Setelah itu proses pembentukan RNA selesai dengan terdisiosiasinya enzim tersebut.

 

 

Kesimpulan Perbedaan DNA Dan RNA Secara Garis Besar

 

perbedaan dna dan rna
Source : freepik.com/author/kjpargeter

 

Untuk lebih ringkas dalam mempelajari DNA dan RNA dengan mudah, dibawah ini merupakan rangkuman perbedaan DNA dan RNA. Perbedaan DNA dan RNA yaitu:

 

    • Bentuk. Perbedaan  menurut bentuknya sanggup diketahui dengan gampang dan jelas. DNA mempunyai bentuk mirip pita spiral ganda, mempunyai ukuran lebih panjang dan membulat. Sedangkan RNA berbentuk pita tunggal, dengan ukuran lebih pendek dan berbentuk lebih tipis.
    • Fungsi. Perbedaan menurut fungsinya,  yaitu DNA untuk mewariskan sifat dari kedua orangtua kepada anaknya  serta sebagai materi baku untuk sintesis protein . Sedangkan RNA yakni hanya untuk mengendalikan sintesis protein tersebut. membawa isyarat genetik ke ribosom di sitoplasma.
    • Letak. Perbedaan menurut letaknya yaitu, DNA sanggup dijumpai dalam nukleus, kloroplas dan mitokondria. Sedangkan RNA sanggup dijumpai pada nukleus, sitoplasma, dan ribosom.
    • Komponen Penyusunnya. Perbedaan menurut komponen penyusunnya yaitu, DNA tersusun dari komponen gula Deoksiribosa dan jenis basa penyusunnya yaitu Purin, gugus fosfat, dan Primidin (sitosin dan timin). Sedangkan komponen gula yang menyusun RNA yakni Ribosa dan jenis basa yang menyusunnya yaitu Purin dan Primidin.
    • Kadarnya. Perbedaan DNA dan RNA menurut Kadarnya  yaitu DNA bersifat statis atau tidak berubah serta keberadaannya pun bersifat permanen lantaran tidak dipengaruhi acara sintesis protein maupun acara genetis. Sedangkan RNA sanggup berubah lantaran adanya acara sintesis protein dan periodenya pun pendek lantaran gampang terurai.

 

Nah, itulah pembahasan mengenai DNA dan RNA dari pengertian sampai proses pembentukannya, keduanya mempunyai perbedaan yang kentara. Dari pembahasan diatas maka sanggup diketahui bahwa perbedaan DNA dan RNA mirip pada bentuknya yang mana DNA berbentuk mirip rantai ganda yang panjang dan berlawanan serta mempunyai double heliks.

Sedangkan RNA mempunyai rantai tunggal dan mempunyai ukuran yang pendek. Tugas dari keduanya juga berbeda, dimana DNA sanggup menyalin gen dan mewariskannya pada gen berikutnya, sedangkan RNA hanya sanggup mensintesis protein atau pembentukan partikel protein saja.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas