Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Perbedaan HIV dan AIDS yang Utama Secara Medis

3 min read

Perbedaan HIV dan Aids – Banyak yang terkecoh dan terjebak dalam pemahaman bahwa HIV dan Aids yakni satu hal yang sama.

Dan ternyata pemahaman ibarat ini sangat keliru, HIV dan Aids yakni dua hal yang sangat berbeda. Perbedaan HIV dan Aids ini sanggup diketahui melalui beberapa hal.

Diantaranya dari perjalanan penyakit, dari keadaan pasien, hingga dengan proses penularannya. Informasi ini masih sangat jarang yang mengetahui.

Dan masih banyak orang yang terkecoh karenanya. Berikut klarifikasi mengenai perbedaan HIV dan Aids yang akan sangat menambah wawasan:

Perbedaan Dari Perjalanan Penyakit HIV Dan Aids

https://www.freepik.com/author/freepik
image source : freepik.com/author/freepik

Ada ciri spesifik yang menunjukan perbedaan di antara HIV dan Aids. Kedua penyakit ini tidak  bisa disamakan.

Karena secara fundamental penderita dari kedua penyakit ini akan mengalami proses yang berbeda. Penjelasan mengenai perbedaan HIV dan Aids dari perjalanan penyakitnya yakni sebagai berikut:

Perbedaan Menurut Proses Terjadinya Infeksi Penyakit

Perjalanan suatu penyakit akan dimulai dari proses terinfeksinya tubuh oleh bibit penyakit tersebut. Ada banyak macam pemicu suatu penyakit akan diderita oleh seseorang. Lain penyakit, lain pula penyebabnya. Begitu pun dengan penyakit HIV dan Aids yang mempunyai proses benjol yang berbeda, berikut penjelasannya:

  • Penyakit HIV Berasal Dari Serangan Virus : penyakit HIV yakni sebuah penyakit penurunan kekebalan tubuh yang diakibatkan oleh Human immunodeficiency Virus. Virus HIV menyerang kekebalan tubuh khususnya T-cell yang menciptakan sistem kekebalan tubuh menjadi sangat rentan terserang. Masuk melalui cairan tubuh dari penderita yang kemudian menular. Bisa melalui darah,cairan kelamin, atau dengan melalui korelasi seksual dan jarum suntik.
  • Aids Diawali Dari HIV Yang Lama Dibiarkan : sedangkan untuk Aids yakni penyakit yang berawal dari HIV yang dibiarkan tanpa pengobatan. Setelah stadium terakhir HIV akan menjelma Aids dengan tanda yang lebih kompleks. Pada tahapan Aids reaksi yang dialami berbeda satu orang dengan orang lainnya.

 

Perbedaan Dalam Jangka Waktu Penyakit Menyerang

Ada batasan masa inkubasi dan masa berdiamnya penyakit HIV dan Aids dalam tubuh. Namun hal ini bukan menjadi hal yang niscaya dan dijadikan patokan sebuah keharusan. Penyakit ini berdiam di tubuh dengan waktu yang fleksibel, yang dijelaskan sebagai berikut:

  • Lamanya HIV Diderita : waktu penyerangan virus Human Immunodeficiency virus hingga dengan stadium final bisa memakan waktu 10 tahun. Penderita penyakit HIV pada awalnya hanya akan mengalami gangguan kekebalan tubuh ibarat biasa. Yang kalau tidak diberikan pengobatan yang sempurna akan menciptakan kondisinya semakin menurun dari waktu ke waktu. Sehingga akan semakin gampang terkena penyakit yang menyerang kekebalan tubuh.

Pembagian benjol HIV secara fundamental dibagi dalam dua tahapan. Yang pertama yakni HIV akut yang berlangsung selama beberapa ahad dari masuknya virus. Dan HIV laten yang bisa hingga bertahan 10 tahun.

  • Jangka Waktu Terkena Penyakit Aids : AIDS dimulai dikala fase final HIV yang dibiarkan tanpa diobati. HIV menjadi Aids dalam waktu sepuluh tahun dari proses infeksi. Namun, tidak selalu HIV niscaya akan menjadi aids. Bila dilakukan pengobatan dengan ART ( antri retroviral ) atau sejenis obat untuk mengontrol jumlah HIV dalam tubuh. Bila jumlah HIV terkontrol maka selamanya penderita tidak akan terjangkit Aids.

 

Perbedaan Dari Keadaan Pasien

Ketidak samaan antara HIV dan Aids tidak hanya terlihat pada proses infeksinya saja.

Tetapi pada semua keadaan termasuk pada kondisi pasien yang mengalaminya. Berikut ini beberapa perbedaan antara penderita HIV dan Aids:

 

Perbedaan Pada Cek Laboratorium HIV Dan Aids

Keadaan penderita HIV dan Aids akan berbeda sangat jauh. Penderita HIV masih bisa melaksanakan aktivitas normal ibarat biasa.

Tidak banyak pada masa awal penderita HIV menyadari bahwa diri merasa dalam keadaan sakit sehingga sering berlalu tanpa pengobatan.

Berikut yakni berbedaan kondisi mereka berdasarkan cek laborat:

  • Hasil Laboratorium Penderita HIV : sebagai penyakit yang hanya ditularkan melalui cairan tubuh. Penyakit ini bersifat pribadi dan tertutup dari dampak luar. Namun kalau di check di laboratorium akan mulai muncul tanda penurunan Tcell pada tubuh. Namun jumlah penurunannyapun tidak akan banyak.Penularan dari HIV hanya melalui cairan yang keluar dari tubuh penderita dan tidak termasuk dengan keringat. Dukungan susila menjadi penting untuk menguatkan penderita HIV.
  • Hasil Laboratorium Penderita Aids : sesudah jumlah Tcell terus berkurang menjadi  200 di tiap meter mm³. Maka fase HIV telah terlewati dan berganti dengan fase aids. Dimana penyakit yang menyerang menjadi semakin sering terjadi. Tidak hanya diare dan sakit kepala, melainkan tumor dan kanker sudah muncul kalau aids tidak diberikan pengobatan.

 

Perbedaan Keadaan Fisik Penderita

Seperti halnya dengan keadaan laporatorium, kondisi fisik mereka pun akan terlihat perbedaannya secara jelas.

Baik HIV maupun aids akan menggerogoti tubuh, berikut penjelasannya:

  • Keadaan Penderita HIV : tahapan awal penderita HIV akan mencicipi tidak ada yang salah dengan tubuh mereka. secara fisik mereka memang akan terlihat baik-baik saja. Tanpa adanya persoalan kesehatan berarti. Hal ini alasannya proses pengerogotan sel pertahanan tubuh masih gres dimulai.

Lama kelamaan tubuh menjadi semakin kurus, serta penyakit pertahanan tubuh ringan sering menyerang.

Penyakit tersebut ibarat flu dan penyakit sistem kekebalan tubuh lainnya.

Dalam tahapan ini proses penularan akan sanggup terjadi dengan mudah.

Orang-orang terdekat tidak akan bisa mendeteksi bahwa anggota keluarga mereka mengalami sakit yang fatal kalau tidak ada penanganan.

  • Keadaan Penderita Aids : pada tahapan aids tanpa pengobatan, penderita akan terlihat sangat parah. Dengan berat tubuh yang terus menurun dan banyak sekali penyakit yang sudah menyerang. Mulai dari penyakit ringan ibarat batuk pilek hingga penyakit akut dan menahun ibarat kanker. Maka penderita Aids tanpa pengobatan biasanya tidak bisa bertahan lama.

Penurunan  berat tubuh terlihat sangat drastis dengan wajah pucat tanpa mata berbinar.

Sinar mata yang telah menjadi redup alasannya beban sakit yang teramat sangat. Kontrol akan beberapa hal ibarat air liur juga sangat berkurang.

Hingga tidak jarang akan banyak penderita Aids yang tidak sadar air liur mereka keluar mengenai pipi dan muka.

 

Kesempatan Hidup HIV dan Aids

Kesimpulan yang didapatkan dari perbedaan HIV dan aids yakni bahwa aids berasa dari HIV yang tidak ada penanganan.

Tetapi tidak semua penderita HIV akan menjelma Aids. Penanganan memakai ART sangat membantu dalam pembatasan pertumbuhan virus.

Serta menjaga jumlah T-cell tetap dalam jumlah yang kondusif bagi tubuh.

Kesempatan hidup penderita HIV akan lebih usang dari pada penderita Aids.

Hal ini yakni bahwa HIV yakni awal dari penyakit Aids, sehingga meskipun tanpa pengobatan namun HIV akan memerlukan bertahun-tahun tahapan untuk menjadi Aids dan hingga melumpuhkan penderita.

 

Itulah perbedaan fundamental dari penyakit HIV dan aids, kedua penyakit ini bukalah penyakit yang sama. Mengetahui suatu penyakit dengan detail akan lebih memudahkan dalam mengantisipasinya. HIV dan Aids bukanlah penyakit kutukan yang menciptakan kita harus menjauhi penderita kedua penyakit tersebut.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas