Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tips Memahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

3 min read

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan – Perlu diketahui mengingat kebutuhan dan impian selalu ada pada setiap diri manusia. Seringkali orang menganggap bahwa kebutuhan dan impian mempunyai makna yang sama. Namun, pada kenyataannya kebutuhan dan impian mempunyai cukup banyak perbedaan.

Terkadang insan tidak bisa membedakan apa yang menjadi kebutuhannya dan apa yang menjadi keinginannya. Manusia cenderung sulit membendung keinginannya, apalagi bila impian tersebut sudah ia miliki semenjak usang dan kini ia sudah mempunyai uang untuk memenuhinya.

Contoh kecilnya, sehabis mendapat honor di awal atau simpulan bulan, orang akan cenderung mendatangi sentra perbelanjaan ibarat pasar, toserba, atau mall. Tentunya kawasan yang dituju setiap orang akan berbeda sesuai dengan pendapatannya.

Selain agar membeli barang yang menjadi kebutuhannya, orang juga terkadang memasukkan barang yang menarik perhatiannya ke dalam keranjang belanjaannya.

Namun, akan ada penyesalan dikala sudah melihat jumlah harga yang harus dibayar pada mesin kasir. Uang yang gres di dapatkan untuk satu bulan, hampir tidak tersisa lagi alasannya yaitu hasrat memenuhi impian lebih mendominasi. Untuk mengantisipasi semoga hal ini tidak terjadi, penting untuk mengetahui perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Pengertian Kebutuhan dan Keinginan

Tujuan mengetahui pengertian dari sebuah istilah yaitu semoga tidak keliru dalam menyikapi sesuatu yang berkaitan dengan istilah tersebut.

Contohnya saja mengetahui perbedaan kebutuhan dan impian berikut.

Tips Memahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
image source : https://www.tanamduit.com/belajar/lifestyle/memahami-perbedaan-kebutuhan-dan-keinginan

Pengertian Kebutuhan

Secara umum, kebutuhan merupakan salah satu aspek psikologi yang keberadaannya sangat penting untuk sanggup melaksanakan acara sehari-hari ibarat sandang, pangan, dan papan.

Jika kebutuhan terpenuhi akan memperlihatkan kepuasan, kesejahteraan, kecukupan dan kenyamanan.

Bayangkan bila seseorang tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya, pastinya ia tidak akan mendapat kepuasan, kesejahteraan, kecukupan dan kenyamanan dalam hidupnya.

Kebutuhan setiap orang berbeda-beda, Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni jenis kelamin, usia, keadaan alam, profesi, hobi, agama, dan tingkat pendapatan.

kebutuhan dibagikan menjadi 3 jenis, yaitu kebutuhan menurut sifat, kebutuhan menurut waktu, dan kebutuhan menurut subyek

 

Pengertian Keinginan

Kata impian berasal dari kata ingin yang berarti mau.

Keinginan merupakan perhiasan yang berasal dari kebutuhan lebih terhadap segala sesuatu yang dianggap kurang, ketika kebutuhan pokok telah terpenuhi.

Keinginan tidak bersifat mengikat dan tidak mempunyai keharusan untuk dipenuhi.

Contoh yang sanggup kita ambil ibarat hal makan dan minum.

Makan dan juga minum ialah merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Makan dan minum akan menjadi kebutuhan bila seseorang makan dan minum dengan masakan yang sederhana.

Namun makan dan minum akan menjadi impian bila ingin makan sushi untuk makan siang dikala jam istirahat kerja.

 

Kebutuhan Bersifat Objektif dan Keinginan Bersifat Subjektif

Perbedaan kebutuhan dan impian dari segi sifat yaitu :

 

Kebutuhan Bersifat Objektif

Kebutuhan mempunyai sifat yang objektif dimana kebutuhan menyesuaikan dengan keadaan yang gotong royong tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.

Selain itu kebutuhan mempunyai sifat perlu dan mengikat dimana pemenuhan kebutuhan wajib atau harus dipenuhi dan tidak bisa ditunda.

 

Keinginan Bersifat Subjektif

Keinginan mempunyai sifat yang subjektif dimana impian dipengaruhi oleh perasaan, pendapat dan pandangan pribadi.

Selain itu impian mempunyai sifat yang tidak mengikat dimana pemenuhan sebuah impian tidak harus dilakukan bila memang tidak bisa atau malah memberatkan.

 

Kebutuhan Memberikan Manfaat dan Keinginan Memberikan kepuasan

Perbedaan kebutuhan dan impian yang ketiga yaitu dampak.

Dampak merupakan imbas ataupun akhir yang dihasilkan dari pengambilan keputusan ibarat kebutuhan dan keinginan.

Dampak mempunyai dua jenis yaitu dampak positif yang memperlihatkan imbas ke hal yang baik, sedangkan dampak negatif memperlihatkan imbas ke hal yang tidak baik.

 

Kebutuhan Memberikan Manfaat

Kebutuhan memperlihatkan manfaat dari dampak yang dihasilkan sehabis kebutuhan terpenuhi.

Mengingat sifatnya yang mengikat dan harus dipenuhi, tentunya ada manfaat yang akan didapatkan oleh orang tersebut.

Contohnya, ibarat makan. Seseorang membutuhkan masakan di dikala sarapan, makan siang, dan makan malam.

Jika orang itu memenuhi kebutuhan sarapan, makan siang, dan juga makan malam maka manfaat yang akan diterima oleh orang itu yakni terhindar dari rasa lapar, tidak kekurangan energi untuk melaksanakan aktivitas, dan mengurangi resiko terkena penyakit.

 

Keinginan Memberikan kepuasan

Keinginan memperlihatkan kepuasan dari dampak yang dihasilkan sehabis impian tersebut terpenuhi.

Hal tersebut didasari oleh sifatnya yang tidak mendesak dan juga didasari perasaan, pendapat, dan pandangan pribadi.

Contohnya dari kebutuhan makan yang harus dipenuhi pagi, siang dan malam seseorang yang mempunyai uang yang tidak terlalu banyak niscaya akan menentukan masakan yang sederhana.

Berbeda dengan orang yang mempunyai uang lebih akan mempunyai impian untuk memakan masakan yang berbeda daripada biasanya ibarat makan masakan jepang di siang hari dan makan pizza pada malam hari.

 

Kebutuhan Lebih Ke Fungsi dan Keinginan Lebih Ke Selera

Perbedaan kebutuhan dan impian yang terakhir yaitu dari segi tolok ukur.

Tolok ukur sendiri ialah merupakan sesuatu yang dijadikan dasar, patokan maupun standar dalam mengukur atau menilai.

Tolok ukur dari kebutuhan dan impian yaitu sebagai berikut.

 

Kebutuhan Lebih Ke Fungsi Dan Manfaat

Kebutuhan mempunyai fungsi atau manfaat yang dijadikan sebagai tolok ukur pemenuhannya.

Seperti halnya masakan mempunyai fungsi untuk menghindari lapar dan memperlihatkan energi.

Selain itu pakaian mempunyai fungsi untuk epilog dan pelindung tubuh, identitas seseorang, status gender, simbol agama, simbol budaya, baju profesi dan status sosial.

Contohnya seorang perempuan yang beragama islam dan berprofesi sebagai guru akan menggunakan pakaian seragam guru yang panjang dan menggunakan hijab di kepalanya.

Hal itu memperlihatkan fungsi sebagai epilog dan pelindung tubuh, baju profesi, status gender, simbol agama dan budaya.

 

Keinginan Lebih Ke Selera

Untuk impian mempunyai selera yang dijadikan sebagai tolok ukur pemenuhannya.

Seperti dalam hal pakaian. Seseorang yang mempunyai pendapatan lebih, akan menentukan materi dengan kualitas sangat baik dibandingkan dengan materi murah yang kualitasnya jauh di bawah materi pilihannya.

Berbeda bila dibandingkan dengan seseorang yang mempunyai pendapatan lebih sedikit.

Ia akan menentukan membeli pakaian yang sudah jadi dengan pertimbangan menjahit pakaian akan jauh lebih mahal daripada membeli pakaian yang sudah jadi.

 

Kesimpulan

Perrbedaan kebutuhan dan impian sangat jauh berbeda. Kebutuhan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan dalam hidup kita yang mana sifatnya mendesak dan tidak bisa ditunda.

Sedangkan impian hanya sebagai perhiasan bila kebutuhan pokok telah terpenuhi. Contoh sederhananya, makan yaitu kebutuhan sedangkan masakan yang yummy dan mahal yaitu keinginan.

Pintar-pintarlah memilah dan menentukan yang mana kebutuhan dan keingininan. Selalu utamakan seluruh kebutuhan terpenuhi sebelum memenuhi keinginan. Sesuaikan dengan kondisi keuangan, jangan hingga pengeluaran lebih besar daripada pendapatan layaknya peribahasa “Besar pasak daripada tiang”.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas