Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

20 Puisi Cinta Romantis untuk Meluluhkan Hati Pasangan

12 min read

kumpulan puisi cinta yang romantis

Puisi Cinta – Jatuh cinta ialah anugerah yang tiba tanpa bisa kita cegah. Berbagai rasa bercampur aduk. Tidak ada lagi batasan antara kecewa, senang, marah, bahagia, cemburu dan masih banyak lagi. Semua orang dari semua kalangan usia tidak ada pembeda dalam jatuh cinta.

Tatkala kita membicara atau persoalkan Cinta memang tidak akan ada habisnya, kerana Cinta ini merangkumi pelbagai hal Contohnya Cinta dengan Sang pencipta, Cinta Sesama insan Mahupun cinta dengan Alam sekitar. Orang yang hidupnya penuh akan cinta memang sangat menyenangkan.

Kerana dengan Cinta ini kita akan merasai senang dan dengan cinta ini hidup kita terasa damai,  Saya akan berkongsi dengan anda beberapa Puisi Cinta Banyak orang bilang cinta masa Sekolah Menengan Atas ialah cinta yang paling indah, tetapi cinta yang ditemui dimasa kuliah juga tidak kalah seru.

Cinta ialah anugerah sebuah rasa yang dikaruniai oleh Sang Pencipta. Anugerah yang tidak sanggup dihindarkan dari kehidupan ini mempunyai banyak versi dan bentuk. Berikut inilah beberapa teladan puisi cinta:

 

Puisi Cinta Masa Kuliah

Masa-masa kuliah merupakan masa transisi dari usia remaja menuju usia dewasa, pada masa penyesuaian ini tentu saja duduk kasus cinta tidak sanggup dihindarkan.

Melalui proses pendewasaan diri tentu saja terjadi banyak pola pikir yang berbuah mengenai cinta, inilah beberapa teladan puisi cinta yang terjadi pada masa kuliah:

 

1. Cinta Semester Pendek

Terduduk sendiri menikmati ramainya suasana kantin didalam kehampaan

Kala itu saya menunggu pergantian kelas semester pendek

Riuh ricuhnya bunyi kehebohan para remaja yang beranjak bakir balig cukup akal memenuhi telingaku

Tapi tak ada satupun dari gelak tawa itu yang bisa memecah kesunyianku

Detik demi detik terlampaui

menitpun berubah menjadi jam

Aku masih melongo menikmati heningnya jiwa

Namun semua kesunyian yang telah usang kunikmati terganggu

Kedua mata tak bisa memalingkan pandangan

Hei.. Siapakah itu yang tiba seorang diri

Tinggi higienis dan terhias pakaian rapi

Itulah cerminannya

Aku tak pernah melihat sosok hasil karya Tuhan yang satu ini sebelumnya

Dia yang beraninya tiba tiba tiba memporak-porandakan hampaku

yang tersusun rapi semenjak lama

Hei… Bolehkah saya memberi julukan cinta padamu..

Cinta yang kutemui melalui mediator ruang dan waktu dismester pendek

 

2. Menerka Apa yang Tersirat dari Pandangan Tajam Itu

Bangunan kampus yang berdiri tegak itu menyambutku dengan rona merahnya

Aku si wajah gres ini

Mulai hari ini kita akan berafiliasi meraih ilmu bersama

Berlari bergegas berusaha menjangkau pintu kelas  itu

Satu demi satu anak tangga yang tersusun itu ku lampaui

Nafas ini terasa sesak

Helaian rambut yang tersisir rapi berontak dari susunannya

Aku haru cepat sampai

Hanya itu yang silih berganti menghantui pikiranku

Anak tangga itu mengantarkanku kedalam sebuah lorong panjang

Disana ada puluhan pasang mata tertuju kepadaku

Menunduk dan terus berjalan

Akhirnya…

Ini pintu yang semenjak tadi  kuharapkan

Tunggu dulu..

Ada apa dengan sepasang mata yang menatapku dengan tajam itu

Berbeda dengan puluhan pasang mata sebelumnya

Iya

Aku tahu ini berbeda

Jangan biarkan saya terlalu usang mengira apa yang tersirat dari tatapan tajam itu

Tatapan tajam yang disajikan bersamaan dengan senyuman

Wahai sang pemilik berikanlah jawabannya

 

3. Taman Firdaus Sang Saksi Cinta yang Bisu

Aroma udara dipenghujung sore semakin terasa sejuk

Bentangan langit biru beserat oranye itu perlahan mulai menghitam

Sang malam sudah siap menggantikkan si senja

Bintang-bintang sudah tak sanggup menahan sabar

Bersemangat untuk memperlihatkan kilauan sinarnya

Sedangkan saya berbahagia menunggu disini

Di taman indah didepan bangunan fakultas tempatku mendidik diri

Taman Firdaus

Entah semenjak kapan menyerupai itu julukannya

Yang ku tau pasti

Ialah teman setiaku berbahagia

Disetiap hari rabu

Hari yang selalu indah

Menunggu dengan setia dan berbahagia

Sesosok cinta yang akan tiba dari arah pintu itu

 

Puisi Cinta Tentang Kampus

Masa-masa kuliah yang dihabiskan selama bertahun-tahun di sebuah kampus, tentu meninggalkan kenangan dan kesan tersendiri.

Berikut ini teladan dari puisi cinta wacana kampus:

 

Kumpulan puisi cinta yang penuh makna
Source : freepik.com/author/stories

 

1. Semua Kulewati Demi Menemuimu Setiap Hari

Sinar mentari pagi dari celah-celah jendela itu menyadarkanku dari keterlelapan

Melihat dan memastikan pukul berapa ini

Jam enam pagi

Selalu begitu

Curahan air yang sejuk menambah energi ku untuk membuka mata

Hanya berpakaian seadanya

Tanpa pulasan riasan di wajah

Tidak jarang, perutkupun tidak tersapa oleh sajian sarapan pagi

Jarak berkilo-kilo meter kutempuh bersama dengan kendaraan ini

Yang setiap hari tanpa lelah menjadi pengganti kakiku untuk melangkah

Jejeran bermacam-macam kendaraan bermotor itu menjadi pemandangan setiap hari

Riuh dan ricuh watak segelintir orang dalam berkendara pun menjadi sarapanku

Perut lapar dan sepasang mata yang masih mengharapkan tidur ini sudah tak lagi terasa

Serba-serbi wajah jalanan ibu kota ini ku lalui

Hanya demi satu tujuan

Iya hanya untuk satu tujuan

Tujuan untuk berjumpa dengan rumah kedua ku dikala ini

Rumahku dalam upaya meraih gelar sarjana

Bangunan kampus berona merah itu

Seluruh tenaga dan berjuta lembaran rupiah ku habiskan untuk sanggup menjadi bagiannya

Semua rintangan kulewati untuk menemuinya

 

2. Tempat Bernaung Dalam Peluh Perjuangan Meraih Impian

Ditempat ini

Ratusan hari kuhabiskan waktu

Tak terhitung lagi berapa jam dalam sehari

Tempat yang terkadang terlihat menjenuhkan

Ruang-ruang kelas yang terkadang menciptakan penat

Lengkingan bunyi bergeseknya formasi kursi yang terasa menusuk telinga

Alunan bunyi para pengajar yang terkadang bermetamorfosis menjadi dongeng pengantar tidur

Semua keluh kesah itu terasa tiada arti

Ketika akad akan harapan meraih harapan merayu didalam benak dan jiwaku

Secercah cahaya kehidupan

Selalu menjadi alasan bertahan

Senyum hangat dan renyahnya tawa para kawan

Rangkulan diantara kesulitan

Rumah ku yang lain

Keluarga ku yang tak sedarah

Semua dipertemukan oleh semesta didalam ruang yang sama

Terimakasihku untukmu

Wahai daerah bernaungku dalam peluh usaha meraih impian

Sang pelindung yang yang dikenal dengan julukan kampus

 

3. Ilmu Dibalik Barisan Tembok

Persaingan hidup semakin memuncak

Seiring bertambahnya usia

Tabiat hidup serba diberikan, perlahan mulai lenyap

Akan tetapi..

Derasnya arus kehidupan tidak mungkin dilalui dengan tangan kosong

Setiap detik yang bergulir

Perlahan mulai menuntut akan adanya pembuktian

Tetapi saya belumlah cukup bekal

Disinilah..

Dibalik benteng tinggi nan kokoh itu

Tempatku mengumpulkan secercah harapan

Sebulir keahlian

Mengharap Secuil pengetahuan dari luasnya dunia ini

Tidak ada yang lebih lebih berharga

Berusaha sekuat tenaga, segenap nafas

Demi terhindar dari sebutan si tong kosong

Jutaan ilmu dibalik barisan tembok itu

Semoga menyelamatkanku dari kekejaman persaingan dunia

Segala kenangan indah bersamamu wahai kampus tersayang

Tak bisa ku hitung berapa banyak gelak tawa

Tetesan air mata

Butiran peluh keringat yang mengalir silih berganti

Tempatku bertemu banyak rupa insan setengah dewasa

Tak akan kulupa segala yang telah terukir bersamamu

Puisi Cinta Terhadap Sahabat

Cinta tidak hanya selalu tantang romansa terhadap lawan jenis.

Tetapi cinta juga akan hadir ditengah-tengah persahabatan yang erat, kehadiran yang selalu ada, kebersamaan dalam ruang lingkup yang sama, waktu yang dilewati dikala menghabiskan kesenangan dan melalui kesulitan.

Berikut ini beberapa teladan dari puisi cinta terhadap sahabat.

 

puisi cinta yang penuh kasih sayang
Source : freepik.com/author/rawpixel-com

 

1. Teman Dalam Mengarungi Perahu Pendewasaan Diri

Segerombolan insan itu

Yang duduk berkumpul di sudut sana

Selalu sumringah setiap melihat langkah kaki kehadiranku

Mereka yang sudah tak lugu lagi untuk disebut remaja

Tetapi juga belum pantas dijuluki makhluk dewasa

Selalu menghujaniku dengan jutaan kalimat pertanyaan

Apabila aroma kehadiranku menghilang

Selalu ada celotehan celaan disetiap kekuranganku

Tak apa

Tidak menyakitkan

Karena celotehan itu alasanku selalu memperbaiki diri

Dibarisan dingklik kuliah ini

Kami rajut benang masa depan helai demi helai

Kebersamaan

Terkadang di selingi selembar perselisihan

Namun tak sanggup terhitung penghiburan yang diberikan

Oh teman masa adaptasiku melepas hasrat kenakak-kanakan

Teman dalam mengarungi bahtera pendewasaan diri

Terimakasih

Karena telah mengizinkanku mengarungi samudera perkuliahan yang deras ini bersamamu

Cinta dan kasih tanpa syarat

Persaudaraan tanpa sedarah

Memberi tanpa imbalan

Itulah persahabatan

 

2. Semoga Kau Menemukan Bintang Kehidupanmu

Selama hampir empat tahun menghabiskan detik kehidupan bersama

Cinta dalam kebersamaan

Perduli tanpa terciptanya permintaan

Kesulitan berbalut canda tawa

Kebahagiaan menyertai perjuangan

Persahabatan dipenghujung masa muda

Menghadirkan rona toleransi yang lebih beragam

Penyajian kasus yang semakin rumit

Tak menciptakan mu menyangkal kehadiranku

Tangisan mu membasahiku

Kesulitanku menjadi sumber sakit kepalamu

Terkadang terlihat berlebihan

Bahkan menciptakan mereka yang melihat menjadi muak

Tak ada satupun cibiran yang bisa menembus telinga

Kau tetap sahabatku

Apapun cela mu

Impian menjadi sosok yang terlihat hebat suatu hari nanti

Menjadi ambisi yang membara didalam hati

Entah hingga kapan kita akan bersama dalam lorong waktu harapan ini

Akupun tak tahu

Entahlah

Apa kabar dengan masa depan menjadi bakir balig cukup akal itu

Yang menciptakan kita mempunyai jarak

Apapun itu

Aku tak akan hiraukan

Tak akan kujadikan awan sendu

Wahai sahabatku

Tak perduli menyerupai apa rupamu nanti

Tak ku bayangkan apa jalan yang akan kamu pilih

Hanya satu diantara sejuta serat benang doa yang ku panjatkan

Apapun itu bintang yang kamu pilih

Langit sisi manapun yang kamu tentukan

Ku harap

Kau menemukan bintang kehidupanmu yang bercahaya bagai berlian

 

Cinta Terhadap Dosen

Sumber ilmu tidak hanya buku yang berisi ilmu pengetahuan yang bertumpuk.

Dosen ialah sebutan untuk guru dimasa kuliah, pengganti orang bau tanah diluar rumah.

Tetapi jangan salah, tidak selalu kaku, terkadang dosen berupa teman yang dihadirkan dalam sosok yang lebih dewasa.

Inilah teladan dari puisi cinta terhadap dosen.

 

1. Lautan Ilmu dari Sosok Didepan Kelas

Sosoknya tidak terlalu menakutkan

Tetapi apabila jari-jemarinya mulai menunjuk kearah anak didiknya

Suhu ruangan tiba-tiba terasa sedingin selepas hujan

Apa pendapatmu?

Selalu itu pertanyaannya

Iya.. selalu sama menyerupai itu

Satu kalimat pertanyaan yang menciptakan badan kaku

Tetapi laju jantung berpacu kencang

Seolah ingin keluar dari raga

Tatap matanya yang tajam

Terkadang terselip candaan yang menghangatkan

Tumpukan buku-buku tebal di meja nya

Sangat jarang ia buka

Lancarnya kalimat demi kalimat penuh ilmu pengetahuan

Terkadang

Serasa sedang mendengar seorang pendongeng menjabarkan sebuah cerita

Bukan kisah kosong tentunya

Melainkan cerita-cerita yang dihasilkan dari penelitian ilmiah seorang ahli

Puluhan kata yang tersusun menjadi kalimat demi kalimat

Tak pernah ia terlihat ragu

Tubuh itu tak muda lagi

Perlu waktu tahunan untuk bisa berdiri didepan situ

Dikursi khusus yang diberikan hanya untuknya

Rasa penghormatan yang dicapainya

Lautan ilmu dari Sosok didepan kelas itu

Mengalirkan keuntungannya kepada sungai-sungai gres yang sedang berjuang untuk meraih samudera

Label dosen disematkan padanya

Sebagai tanda seorang guru yang mempunyai tingkatan pengajar perguruan tinggi tinggi

Diantara rasa segan yang membumbung tinggi

Terselip rasa cinta yang mencerminkan kehadiran orang tua

 

2. Gelar Sekolah Kehidupan

Kau menuntutku melepaskan kebiasaan penerimaan ilmu yang sudah tersaji

Kau mengubah cara kerja pikiranku

Yang semenjak usang terbiasa bermanja

Ilmu yang siap saji sudah tak tersuguh lagi

Tabiat bermalas-malasan harus segera ku tinggalkan dibelakang

Tak ada lagi bermain-main

Tetapi tetap ada selingan keceriaan yang terhadir dari sosokmu

Sosok yang memberi pengajaran kepada kami

Tak hanya gelar sarjana yang diantarkannya

Tetapi gelar sekolah kehidupan turut pula diberikan

Walau terkadang jiwa ini merasa jenuh untuk mendegarkan siraman air ilmu pengetahuanmu

Kesadaran kebutuhan kembali membuka mata

Mengarahkan langkah kaki ini kepadamu

Tak jarang badan ini dilanda lelah

Lelah mengejar sosokmu yang memang dibutuhkan

Maafkan kami yang terkadang tak tahu diri ini

Dibalik segala keluhan

Ada seribu semangat yang kamu sajikan berdasar dengan kecintaanmu akan pendidikan

 

Puisi Cinta Kepada Orang Tua

Dibalik usaha seorang anak mengejar gelar sarjana, ada usaha orang bau tanah yang menjadi penopang.

Tanpa cinta dari orang tua, tentu akan sangat berat bagi sang anak untuk melangkahkan kaki menapaki dunia perkuliahan.

Inilah beberapa teladan puisi cinta kepada orang tua.

 

1. Cintamu Penopang Langkahku

Segala upaya kamu lakukan

Wahai ibu..

Oh ayah..

Aku yang tak seberapa ini

Aku yang hanya sebutir debu ditengah luasnya dunia

Dan saya yang terkadang merasa tahu atas segalanya

Aku hanya sebulir tetesan air diantara derasnya kehidupan ini

Ampuni saya yang terkadang tak bisa melihat kuatnya perjuanganmu

Perjuangan diantara curamnya riam kehidupan

Kau lakukan segalanya

Segala yang ada didalam jiwa dan raga

Cintamu yang selalu kuandalkan

Jadi penopang segala langkah kehidupan yang kutempuh

Segala terjalnya watu kerikil yang selalu membuatku jatuh

Tidak hanya sekali

Bahkan berkali-kali

Terjatuh kedalam jurang kesalahan yang sama

Demi aku..

Iya aku..

Aku yang kamu harapkan mempunyai tingkat kehidupan yang lebih baik darimu

Aku yang kadang tak punya mempunyai rasa kesadaran diri

Empati yang terkadang lenyap terdesak oleh ego dan nafsu kesenangan

Tapi percayalah..

Dilubuk hati yang mungkin jarang memperlihatkan rasanya

Terdapat lautan cinta yang tak sanggup terukur kedalamannya

 

2. Matahari Pemberi Kehidupan

Sedari jari-jemari tangan ini belum sanggup menggenggam apa yang orang sebut sebagai harapan

Jangankan sebuah harapan

Mengatur nafas tanpa tersengal saja belum mampu

Menelan air sumber kehidupan juga masih tersedak

Akan tetapi selalu ada cahaya yang dengan tulus menyinari

Cahaya yang perlahan tapi niscaya mengakibatkan raga ini semakin kuat

Sinar nya yang menghangatkan

Berubah wujud menjadi buliran darah yang memberi kehidupan

Terangnya yang tanpa memperlihatkan kesan silau

Selalu setia menjadi penerang di kala malam

Sejuk nya kasih sayang yang dihembuskan dengan penuh keikhlasan

Selalu menjadi oksigen yang menyegarkan susukan pernafasan ini

Maafnya yang selalu mengalir bagai derasnya air terjun

Tak perduli seberapa banyak salah yang telah terukir

Raga yang sangat lemah ini

Tak akan sanggup bertahan tanpa uluran tangannya

Toleransi yang diberikan tanpa batas

Kepada si pemilik kepala yang mempunyai jalur pemikiran rumit nan sempit ini

Ketidaktahuan yang selalu menguji kesabaran

Tak akan bisa menggoyahkan lembutnya belaian rasa maklum yang selalu diberikan

Walau sangat menguras tenaga

Namun cintanya tak akan bisa tergantikan oleh kebencian

Tak akan pernah sanggup membenci

Si pemilik hati yang penuh dengan keegoisan ini

Tutur katanya selalu menyejukkan

Walau tak jarang hatinya terasa panas

Panas yang disebabkan oleh berkobarnya api keinginan sang anak tercintanya

Doa nya sesejuk embun pagi

Agar selalu besar lengan berkuasa dan tegar dalam menghadapi perjuangan

Agar sosok yang selalu dilihatnya sebagai si kecil yang menggemaskan

Dapat menggapai hidup yang lebih nyaman

Tak terukur rasa cinta ini

Rasa cinta yang terkadang sulit untuk disampaikan

Kepada sang matahari pemberi kehidupan

 

Puisi Cinta untuk Kekasih

1. Puisi Cinta Bidadari Tanpa Sayap

Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .

Melihat kehindahan Rembulan,

Sama menyerupai memandang keindahan wajahnya.

Sungguh besar lengan berkuasa beliau menghadapi ini semua. . .

Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.

Merasakan penderitaannya sendirian.

Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau beliau cuma Bidadari tanpa sayap,

Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku mulai seperti…..

Berada di atas awan.

 

2. Puisi Cinta Kepada Dirimu

Andai kamu menyadari

Apa mengisi hatiku ini ?

Apa yang ku rasakan kala ini ?

Jika kamu bisa merasakan

Ku mohon… balas rasa ini !

Ku mohon ungkapkan rasa yang ada di hati mu !

Andai kamu tahu…

Hanya dirimulah yang ada di hati..

Hanya nama mu yang terukir di jiwa ..

Hanya muka mu yag ada di bayangan ku…

Dirimu yang satu …

Telah menebar cinta di hatiku

Telah membagi rasa indah di hati

Walau cuma saya yang merasakan

Cinta itu timbul …

Saat ku memandang dirimu

Dan tiba-tiba saja rasa itu timbul

Di hati ku…….karna cuma dirimu di hati …

 

3. Puisi Permohonan Cinta

Kembalilah wahai sayangku

Kembali padaku

Cintailah saya setulus hatimu

Karena saya tak bisa hidup tanpamu

Dan sekiranya suatu kala nanti

Aku pergi

Bukan lantaran saya menyerah

Namun ku pergi lantaran waktu

Dan ruang yang mengantarai kita

Apabila itu terjadi

Maafkanlah sekiranya aku

Tiada kembali disisimu

Karena kami terpisah ruang dan waktu

Bila saja kala memihakku

Sejak berasal dari awal sejal paling simpulan ku berjumpa denganmu

Harusnya ku bilang sayang

Ku bilang cinta

Karena seluruh itu milikmu

Kemudian

Tetaplah jalani mimpimu

Meski kala itu nanti tak bersamaku

Karena bagiku

Bahagiamu damaikan hatiku. . .

 

4. Puisi Rasa Cinta

Kau tiba-tiba hadir dan mengisi hatiku yang kosong…

Hanya kamu yang ada dipikiranku sekarang…

Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku…

Engkau sungguh membuatku tak mengerti…

Rasanya hatiku jadi tak menentu…

Untukku kamu terlalu berharga…

Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu…

Aku terlalu mencintaimu

Namun kamu tak dulu sadari itu

Walau perih hati ini…

Aku disini kan selamanya setia menantimu…

Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu…

 

5. Puisi Cinta yang Kekal

Di kala malam yang sunyi

Ku teringat bakal raut wajahmu

Yang selamanya menyejukkan hati

Dan menyentuh kalbu

Ingin ku katan cinta

Sebelum ku menutup mata

Kan ku abadikan rasa cinta ini

Semoga jadi kenangan terindah di dalam hidupku

Andai kala bisa terulang

Kan ku katakn terhadap yang tersayang

Bahwa saya cinta padanya

Semoga Tuhan berikan jalur untuk cinta

 

6. Puisi Kesederhanaan Cinta

Menemukanmu

Adalah perihal indah

Mencintaimu

Selalu membuatku gundah

Resah

Takut kehilanganmu

Mencintaimu

Dengan sederhana

Seperi untaian tangga melodi

Yang memadai tertera dan dimainkan

Dan dengan caraku mencintaimu

Aku bisa rasakan

Bahwa Kesederhanaan lebih indah

 

7. Puisi Melukis Cinta

Dapatkah saya melukis cinta untukmu?

Mengguratkan sejuta warna

yang bisa membuatmu indah..

Dapatkah saya melukis cinta untukmu?

Seperti notasi mimpi kupu-kupu

bersayap biru,

Terbang dengan menuju negeri pelangi..

Dapatkah saya melukis cinta untukmu?

Mengisyaratkan lelahku di jalur resah!

 

8. Selembar Puisi untuk Kekasih

Terpaku di dalam kegundahan hati

Terasa tak bisa ku lawan dengan jari-jari

Tiada kembali area hari yang mulai ada

Hanya lelah

Lelah yang ku rasa……………

Andaikan kala itu tak terjadi

Mungkin hatiku takan remuk menyerupai ini

Langkahku terhenti di dalam kelamnya malam

Mataku terkendala jurang yang dalam

Pendengaranku sayup-sayup tak menentu

Hatiku terombang ambing di dalam ombak kemarahan

Ragaku tak berkuasa untuk berfungsi

Mungkin ga ada kembali yang bisa terjadi kala ini

Semangatku lemah hatiku susah

Teringat malam itu yang menyakitkan

Inikah kehidupan?

Kurasa seluruh bukan menyerupai ini

Mungkin masih ada titik terang

Yang bakal menyinari kegelapan hati

Memberi kebanggaan untuk diri sendiri

Meredamkan seluruh yang ada kala ini

Hingga saya bisa kembali ke kehidupan yang indah ini

 

9. Puisi Cinta Kepada Dirimu

Dalam luang kala ku coba lupakan

Sejenak memendam kisah usang yang silam

Melihat pelangi yang kini t’lah kelam

Gelap gulita dan sunyi mencekam

Nampak hadirmu di dalam ingatan

Terlihat menyadari tetapi menyakitkan

Walau mulai kamu ku dambakan

Membuat saya di dalam kesepian

Meski kamu ku cinta tetapi tak sebaliknya

Kau yang ku puja takkan terlupa

Seringkali kamu terlihat senangkan

Dan tak jarang kamu terhitung menyakitkan

Kerinduan ini membuatku gila

Kehilangan dirimu sebuah luka

Berangan saya tuk selamanya

Hingga mati pun slalu bersama

Dan mungkin sekiranya nanti

Mentari tak bersinar lagi

Kau selamanya dan s’lalu disisi

Menemaniku di dalam indahnya surgawi

 

10. Puisi Cinta dalam Kesunyian

Semilir angin terbangkan secercah kedamaian

Teriring senja jadi isyarat dimulainya kegelapan

Sunyi senyap kian tak ada nyawa

Resah dan gundah selimuti hati dan jiwa

Terasa pedih seakan tersayat oleh keraguanmu

Lelah melangkah jalani dunia berhiaskan sandiwara

Sesosok pelita yang jadi cahaya hati

Kini mulai meredupkan cahaya kasihnya

Anganku melayang menyusuri jalur yang kian berlalu

Tersirat bakal indahnya nostalgia kehidupanku

Saat kamu jadi malaikat putih bagiku

Saat kamu jadi secercah lilin penerang hatiku

Sejuta kasih kamu tebarkan untuk diriku

Sejuta tawa kamu hadirkan di dalam kesedihanku

Namun……..

Kemana..???????

Kemana malaikat putih itu..??

Seakan sirna tersapu aliran air hujan

Terseret jauh ke ombak samudera lautan lepas

Kini cuma tersisa puing-puing kepedihan

Yang terbungkus oleh derai-derai air mata

Ingin rasanya hati dan jiwa ini menjerit

Tapi apa daya…

Hati ini sebatas ruang tiba perasaanku

yang cuma bisa memelihara perasaan ini

Jiwa ini sebatas sebuah tanah lapang

Yang cuma jadi saksi bisu kisah ini

Dan merelakan sepenuhnya pergi

Kini engkau telah sirna..

Engkau menghilang dengan janji-janjimu

Dan kelanjutannya tinggalah saya sendiri

Di ujung kisah ini………

 

11. Puisi Arti Cinta

Hari di mana kami bertemu, kala seakan berhenti

rasa takut dan curiga dengan keadaanku berusaha berdiri

dihadapanmu yang tak kembali sendiri

Berlalu dan tak terhitung waktu

Ketenangan yang kudapat di dalam matamu

selalu berperan disetiapku memandang keindahan

Jika ada satu permintaan

aku ingin menghipnotis segalanya jadi kebahagiaan

agar anda menyadari bagaimana berartinya dirimu bagiku .

 

12. Kamu

Matamu menyerupai cahaya hatiku,

Selalu terpancar indah dihadapanku,

Menari-nari di mataku,

Merasuk keseluruh batinku,

Langkahmu bagai penguat batinku,

Menampakkan senyum yang sangat cerah,

Melantunkan irama penuh kasih,

Menguatkan tiap-tiap hariku,

Aku hanya menghendaki anda tahu,

Dirimu sangat artinya untukKU,

Cobalah memandang dan menyapaku,

Menjalani hari penuh keceriaan.

 

13. Puisi Cinta Hati

Bila kaulah cinta sejatiku

aku haturkan jiwa ke abadianku

rasa hati yang tak bisa saja orang lain tahu

hanya persaan inilah yang tahu,,

Jiwa hampa dan terbelenggu

bila kamu tak tersedia di sisiku

karna kaulah,,

bidadari dalam hidupku dan matiku.

Tuhan,,

biar pun saya relakan pengorbananku, demi dia

aku mau, asalkan beliau bahagia

karna hanya dialah, perempuan yang saya punya

saat ini, esok, dan selamanya

 

14. Puisi Lautan Cinta

Ombak dan desiran pantai

nampak bersuara ria

terhempas angin sepoi-sepoi

dedauan pohon bakau.

Fenomena remaja

bermesrah kasih

meliputi daerah pantai

duduk bagus bersama

berpelukkan penuh asmara

Pesona Bandengan

yang terpancar

menjadi wahana nyaman

bercengkrama bersama pacar

membuka rayuan gombal

berceloteh indah dan lebay

Pasangan romantis

semakin terlihat jelas

kendati cuaca sangat panas

pelukkan eratpun tak jua terlepas

Mungkinkah Pantai Bandengan

beranjak menjadi lautan cinta ?

laut di mana laki-laki berpadu satu

dengan gadis stastus remaja

Jika bersama-sama iya..

apakah Anda bergembira

ataukah terbelalak kecewa?

 

 

Rasa cinta tidak selalu wacana romansa kepada lawan jenis. Akan tetapi cinta mempunyai bentuk dan sudut pandang yang beragam. Demikianlah beberapa teladan dari kumpulan puisi cinta yang menghiasi masa kuliah, yang dilihat dari banyak sekali sudut pandang.

Semoga kita selalu diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang kita cintai didalam hidup ini.

Itulah tadi beberapa puisi cinta romantis yang sanggup mewakili kehidupan anda. Cinta apapun yang anda bentuk , kuatlah dengan pondasi cinta itu sendiri.  Bahagia tanpa menyakiti. Merangkak bangun tanpa menginjak usaha orang lain.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas