Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Kerajaan Samudera Pasai : Sejarah, Masa Kejayaan dan Peninggalan

4 min read

Kerajaan Samudra Pasai – Apakah Anda tahu tentang sejarah dari Kerajaan Samudra Pasai? Samudra Pasai ialah merupakan sebuah Kerajaan pertama di Indonesia yang bernuansakan agama Islam. Letak kerajaan ini ada di tempat pesisir utara Pulau Sumatera, tepatnya di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Sebagai Kerajaan Islam tertua di Nusantara, Samudra Pasai kerap didatangi oleh aneka macam penjelajah, sebut saja Ibnu Batutah dan Laksamana Cheng Ho. Sehingga tidak heran, Kerajaan Samudra Pasai mempunyai banyak catatan sejarah di masa lalu.

Jauh sebelum Kerajaan Samudra Pasai didirkan, wilayah Pasai sudah ditempati oleh penduduk Muslim yang pada mulanya yakni imigran dari Arab, Mesir, Persi, dan wilayah timur tengah lainnya.

Mereka berkunjung ke Pasai untuk mengembangkan agama Islam di wilayah tersebut dan melaksanakan perdagangan. Dalam realitanya, Islam gampang diterima oleh masyarakat setempat sehingga peradaban Islam berkembang pesat dan menyebar ke aneka macam wilayah.

Kesultanan Samudra Pasai itu sendiri didirikan oleh seorang bernama Marah Silu dengan gelar Sultan Malik As-Saleh pada tahun 1267 M. Masa Marah Silu berkuasa yaitu 30 tahun dan ia wafat pada tahun 1297 M.

Selanjutnya kekuasaan diserahkan kepada anaknya yang berjulukan Sultan Malik Az-Zahir dan Samudra Pasai terus mengalami perkembangan sampai mencapai masa kejayaannya.

 

Masa Kejayaan Kerajaan Samudra Pasai

image source : murianews.com/2022/01/09/263856/mengupas-sejarah-dan-jejak-peninggalan-kerajaan-samudera-pasai

 

Kerajaan Samudra Pasai mengalami banyak masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan yang berbeda.

Namun puncak kejayaan yaitu pada masa pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-zahir tahun 1383 – 1405 M.

Kejayaan yang dimiliki sanggup dilihat dari kemajuan-kemajuan yang dimiliki dalam aneka macam aspek, yakni :

 

1. Bidang Perekonomian Dan Perdagangan

Pada bidang perekonomian serta perdagangan, kemajuan kerajaan ini dibuktikan dengan diterapkannya mata uang emas (Dirham) yang diciptakan sendiri sebagai alat pembayaran yang sah.

Selain itu, Samudra Pasai juga menjadi sentra perdagangan internasional di masa kekuasaan Sultan Malikul Dhahir dengan lada sebagai ekspor utamanya.

Penghasilan yang didapatkan begitu sangat melimpah dengan hubungan dagang yang sangat baik antara pedagang lokal dan pedagang asing.

 

2. Bidang Sosial Dan Budaya

Kehidupan sehari-hari masyarakat Samudra Pasai diatur sesuai dengan syariat , hukum dan pedoman agama Islam.

Banyak persamaan kehidupan antara masyarakat Pasai dengan masyarakat Arab, sehingga tempat Aceh tersebut dijuluki sebagai Kota Serambi Mekkah.

Dalam bidang budaya, masyarakat Pasai memanfaatkan abjad Arab untuk menulis Bahasa Melayu, sehingga sanggup dipadukan menjadi abjad Arab Jawi.

 

3. Bidang Agama

Sultan Samudra Pasai sangat taat dalam menjalankan syariat Islam, bermazhab Syafi’i dan sangat bersahabat dengan ahli-ahli teologi Islam dari aneka macam bidang.

Karena Rajanya mengamalkan fatwa Islam dengan baik, maka rakyat-rakyatnya yang non-muslim banyak yang berbondong-bondong masuk Islam lantaran kesetiaannya kepada sang raja.

Dalam masanya, kajian Islam sangat berkembang dengan pesat serta banyak diikuti oleh masyarakat-masyarakat setempat.

 

4. Bidang Politik

Wilayah kekuasaan Kerajaan Samudra Pasai sangat luas dan mempunyai imbas besar bagi kerajaan lain di sekitarnya.

Pernah diberitakan bahwa Samudra Pasai mempunyai hubungan politik yang baik dengan negeri-negeri lain menyerupai Cina, Arab, Iran, dan negeri timur tengah lainnya.

Hubungan tersebut membuat kerjasama dalam bidang teologi, tafsir, militer, sains, dan bidang-bidang lainnya.

Kerajaan Samudra Pasai mengalami masa kejayaan yang cukup usang dengan perkembangan yang luar biasa.

Namun pada hasilnya Samudra Pasai mengalami masa kemunduran yang menjadikan kerajaan ini berakhir dan melebur dengan Kerajaan Aceh.

Masa-masa kemunduran ditengarai oleh beberapa insiden yang terjadi di masa pemerintahan.

 

Masa Kemunduran Kerajaan Samudra Pasai

Masa kemunduran Samudra Pasai disebabkan oleh faktor internal dan juga faktor eksternal.

Faktor internal kemunduran yaitu adanya perselisihan di antara keluarga kerajaan.

Perebutan tahta pemerintahan banyak terjadi  sehingga menjadikan terjadinya perang saudara dan pemberontak di wilayah kerajaan.

Raja Pasai ketika itu tidak bisa berkutik dan bahkan meminta Raja Malaka untuk membantunya.

Namun Raja Malaka juga sedang mengalami masa kritis dimana daerahnya diserang oleh Portugal, sampai hasilnya wilayah Malaka jatuh ke tangan Portugal pada tahun 1511 M.

Pada ketika itu kekuatan Pasai semakin melemah.

Hingga hasilnya 10 tahun kemudian, yang tepatnya pada tahun 1521 M, Portugal menyerang wilayah Pasai dan pada hasilnya Kerajaan Samudra Pasai runtuh.

Namun sisa-sisa kerajaan masih tetap ada sampai tahun 1524 M dimana Kerajaan Samudra Pasai melebur menjadi kepingan wilayah dari Kerajaan Aceh.

Rentetan sejarah yang dimiliki oleh Kerajaan Samudra Pasai menghasilkan beberapa peninggalan sejarah yang sangat berharga.

Peninggalan-peninggalan inilah yang ditelusuri oleh para arkeolog sehingga sanggup ditemukan kebenaran mengenai insiden yang terjadi di zaman dulu.

 

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

"Masa

Kerajaan Samudra Pasai mempunyai aneka macam peninggalan sejarah yang sangat berharga.

Peninggalan-peninggalan tersebut seperti benda-benda berharga serta makam para raja.

Berikut ini ialah bukti-bukti peninggalan yang diperoleh :

 

1. Koin Emas

Koin emas (atau disebut dengan Dirham) sebagai peninggalan sejarah merupakan alat pembayaran yang sah dipakai dalam wilayah Kerajaan Samudra Pasai.

Pembuatan koin dirham ini menggunakan materi dari adonan emas, perak, dan tembaga dan menghasilkan ciri khas unik koin emas dengan goresan pena Arab.

 

2. Cakra Donya

Cakra Donya merupakan sebuah lonceng besar yang terbuat dari bahan besi dan berbentuk stupa yang dihadiahkan oleh kaisar China kepada Sultan Samudra Pasai.

Bagian-bagian lonceng tersebut diukir  dengan gesekan bertuliskan abjad Arab dan China dengan desain yang indah.

Sampai ketika ini, Cakra Donya masih tetap utuh dan sanggup anda lihat di wilayah Lhokseumawe.

 

3. Naskah Surat Sultan Zainal Abidin

Terdapat juga peninggalan naskah surat yang ditulis oleh Sultan Zainal Abidin yang selanjutnya dikirimkan kepada Kapten Moran sebelum dirinya wafat.

Naskah tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa Arab.

Isi naskah tersebut yaitu perihal kondisi Samudra Pasai pada tahun 1511 M ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis.

 

4. Makam Raja-raja Pasai

Makam Raja-raja Pasai merupakan peninggalan sejarah berharga yang sangat menempel mengenai eksistensi Samudra Pasai.

Terdapat banyak sekali makam para Raja-raja Pasai yang memerintah dari waktu ke waktu.

Salah satunya yaitu makam Sultan Malik As-Saleh yang terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudra dengan kerikil nisan yang ditulis dengan abjad Arab dan Makam Sultan Maulana Al Zhahir yang terletak di sebelahnya.

 

5. Makam Perdana Menteri

Samudra Pasai juga banya meninggalkan beberapa makam para perdana menteri. Salah satu makam perdana menteri yang populer adalah  makam Tengku Yacob.

Beliau wafat pada Muharram 630 H atau bertepatan dengan bulan Agustus tahun 1252 M. Batu nisannya ditulis dengan goresan pena indah yang meliputi ayat Qursi, Surat Al-Imron :18, dan Surat At-Taubah 21-22.

Itulah seputar sejarah yang ditinggalkan oleh Kerajaan ini sebagai Kerajaan Islam pertama di Indonesia. Banyak penjelajah populer yang berkunjung ke wilayah Samudra Pasai sehingga banyak catatan sejarah yang berhasil ditorehkan.

Catatan sejarah tersebut menjadi suatu materi yang sanggup dipelajari bagi generasi-generasi masa depan yang ingin tahu bagaimana keadaan Kerajaan ini di masa lampau.

Catatan sejarah yang sangat menempel yaitu mengenai masa kejayaan dan masa keruntuhan Samudra Pasai. Pada masa kejayaannya, Samudra Pasai berpengaruh dalam aneka macam bidang sehingga mempunyai imbas besar dan disegani kerajaan-kerajaan lain.

Sementara pada masa kemundurannya, disebabkan oleh faktor perang saudara dan invasi Portugal ke wilayah Samudra Pasai.

Catatan sejarah lain yang penting yaitu peninggalan sejarahnya. Terdapat beberapa peninggalan sejarah penting menyerupai barang berharga serta makam para raja dan menteri. Peninggalan sejarah merupakan bukti berpengaruh untuk menunjukkan kehidupan Kerajaan Samudra Pasai di masa lampau.

 

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas