keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

4 min read

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Sejarah Lahirnya Pancasila – Pancasila ialah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang asas-asasnya wajib diamalkan biar tercipta kehidupan yang kondusif dan tentram serta selaras dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kita juga harus mengetahui dan memahami sejarah Pancasila biar kita selalu menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Pancasila sendiri berasal dari dua kata dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima serta sila yang memiliki arti asas. Pancasila merupakan rumusan dan ajaran untuk seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila yang juga sanggup diartikan sebagai lima dasar terbentuknya negara. Istilah Pancasila juga termuat didalam Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular.

Berikut ini ialah sejarah singkat lahirnya Pancasila yang telah kita kenal selama ini:

 

Awal Mula dari Sejarah Pancasila

Sampai ketika ini, hanya satu dokumen sejarah yang ditemukan yang mengungkapkan kata Pancasila di dalamnya yang menjadi sejarah Pancasila yang ada seperti. Dalam Kitab Sutasoma dijelaskan bahwa Pancasila sebagai kata kerja, saitu sebagai pelaksanaan norma kesusilaan yang terdiri dari lima poin. Kelima poin tersebut meliputi: dihentikan melaksanakan kekerasan, dilarabf mencuri, dihentikan mendengki, dihentikan berbohong, dan dihentikan meminun minuman keras.

Di dalam Kitab Sutasoma juga dituliskan kata yang menjadi ide persatuan segenap bangsa “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Magrwa”. Sumpah Palapa pun juga ditulis sebagai dongeng perihal sejarah bersatunya nusantara untuk pertama kalinya oleh Mahapatih Gajah Mada.

Semakin berkembangnya zaman, istilah Pancasila muncul dalam pidato-pidato tokoh besar yang berjuang demi Bangsa Indonesia, ibarat Soekarno dan H.O.S Cokroaminoto. Akan tetapi beberapa literatur yang ada tidak mendukung bahwa istilah Pancasila ditemukan oleh Soekarno. Akan tetapi Soekarno lah yang beropini paling lantang untuk menyuarakan Pancasila hingga Pancasila dikenal ibarat kini ini.

Sungguh tak gampang usaha para tokoh pembela bangsa terdahulu untuk membentuk dasar negara kita yang satu ini. Sejarah Pancasila sebagai dasar negara ibarat yang dianut oleh Bangsa Indonesia awalnya dulu terbentuk dari serangkaian sidang-sidang yang diadakan oleh para tokoh pembela.

 

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

 

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara
Source : freepik.com/author/freepik

 

Memahami tentang dinamika perubahan susunan sila Pancasila termasuk ke dalam upaya untuk memahami sejarah Pancasila.

Bangsa Indonesia yang peduli terhadap pandangan hidup dan juga dasar negara kita seharusnya mendalami materi sejarah Pancasila yang dulunya berliku-liku hingga membuat Pancasila yang sangat ideal bagi Bangsa Indonesia ini

See also  Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan, Silsilah Raja dan Peninggalan

Adapun beberapa keputusan politik yang besar lengan berkuasa terhadap lahirnya Pancasila.

Anda tentunya sudah sering mendengar istilah kepanitiaan yang terbentuk pada ketika itu, ibarat BPUPKI, PPKI, dan Panitia Sembilan.

 

1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bertujuan untuk membahas hal-hal yang bekerjasama dengan tata pemerintahan Indonesa, termasuk dasar negara.

Sidang BPUPKI inilah yang menjadi sejarah Pancasila sebagai sebuah dasar negara.  Sidang BPUPKI ini diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat serta 33 pembicara pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei hingga 1 Juni 1945).

 

Mohammad Yamin (29 Mei 1945)

Mohammad Yamin yang merupakan salah satu tokoh penting dalam kemerdekaan Indonesia, mengusulkan dasar negara yang disampaikan didalam pidato tidak tertulisnya pada sidang BPUPKI yang pertama, diantaranya peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, serta kesejahteraan rakyat.

Setelah itu,  dia juga mengusulkan rumusan 5 dasar yang merupakan gagasan tertulis naskah rancangan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Soepomo (31 Mei 1945)

Dasar negara yang diusulkan oleh Mr. Soepomo antara lain:

1. Paham Persatuan.
2. Perhubungan Negara dan Agama.
3. Sistem Badan Permusyawaratan.
4. Sosialisasi Negara.
5. Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.

Soekarno (1 Juni 1945)

Pada sidang BPUPKI yang pertama ini, Soekarno juga mengusulkan sebuah dasar negara yang terdiri dari 5 poin.

Dan kemudian dinamakan dengan Pancasila yang meliputi:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Hasil ajuan dari ketiga tokoh pada sidang BPUPKI tersebut ditampung dan kemudian dibahas lagi pada lingkup kepanitiaan yang lebih kecil. Panitia yang ialah merupakan bentukan BPUPKI tersebut sering dikenal sebagai Panitia Sembilan.

 

2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)

Panitia yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan naskah Rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapun rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta ialah sebagai berikut:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam permusaywaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

3. Sidang BPUPKI II (10 hingga 16 Juli 1945)

Untuk membahas hasil kerja daro panitia sembilan, BPUPKI mengadakan sidang yang kedua serta menghasilkan beberapa keputusan, yang meliputi: pertama, kesepakatan dasar negara Indonesia, yakni Pancasila ibarat yang tertuang dalam Piagam Jakarta. Kedua, negara Indonesia berbentuk negara Republik, hsail ini merupakan komitmen 55 bunyi dari 64 orang yang hadir. Ketiga, komitmen mengengai wilayah Indonesia yang mencakup wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, hingga Malaka (Hasil komitmen 39 suara). Dan yang terakhir, pembentukan tiga panitia kecil yaitu sebagai: Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi serta Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

See also  Pengertian Sosiologi: Sejarah, Fungsi, Ciri-Ciri dan Teori Menuruh Para Ahli

Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi memproklamasikan hari kemerdekaannya. Sehari sesudah kemerdekaan, BPUPKI diganti oleh PPKI yang bertujuan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

 

4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)

Dalam sejarah Pancasila, sidang PPKI yang dilakukan sehari sesudah Indonesia merdeka masih saja terjadi perubahan pada sila pertama yang diusulkan oleh Muhammad Hatta. Sila pertama yang semula berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, “kemudian diubah menjadi lebih ringkas, yaitu” Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sehingga Pancasila menjadi:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kecerdikan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Penghapusan sembilan kata dari sila pertama tersebut sering menjadi warta yang kontroversial pada ketika itu, bahkan hingga kini. Akan tetapi yang harus kita tanamkan dan juga catat untuk diri masing-masing dari materi sejarah Pancasila ini, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia.

Seharusnya jika kita meresapi sejarah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, segala permasalahan yang menyangkut dengan sila pertama tidak harus dan juga tidak patut untuk terjadi lagi. Karena hal tersebut akan bertentangan dengan nilai dari Pancasila.

 

5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968

Semakin berkembangnya zaman, Pancasila dinilai mengalami beberapa keragaman baik dalam rumusan, pembacaan atau pun pengucapannya.

Untuk mengantisipasi terhindarnya keragaman tersebut, Presiden Suharto pada tahun 1968 mengeluarkan Instruksi Presiden perihal rumusan Pancasila yang benar, yaitu sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kecerdikan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Itulah tadi tentang sejarah singkat lahirnya pancasila yang kini menjadi pandangan hidup untuk berbangsa dan bernegara. Sudah sepatutnya kita menghargai para tokoh pembela terdahulu yang telah berjuang dalam mencetuskan dan menyusun Pancasila ini.

Pancasila ialah merupakan jati diri bangsa yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila ini adalah ideologi bangsa Indonesia yang paling ideal dan tidak sanggup digantikan lagi oleh ideologi lain.

 

Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *