Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Suku Bali – Sejarah, Agama, Kasta, Ragam & Penjelasan

2 min read

Suku Bali – Suku Bali merupakan salah satu dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia yang mengatakan keunikan tersendiri.

Memberikan warna kebudayaan yang berbeda mengakibatkan Pulau Bali banyak dikenal oleh seluruh masyarakat baik Indonesia maupun Mancanegara.

Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan yang menguasai seluruh Pulau Bali dan mengembangkan kebudayaan Hindu.

Dalam bahasa Bali, suku Bali disebut Anak Bali, Wong Bali, atau Krama Bali merupakan etnis yang mendiami Pulau Bali.

Secara garis besar, Masyarakat Bali mewariskan kebudayaannya secara turun menurun sehingga tetap terjaga hingga sekarang.

Suku Bali – Sejarah, Agama, Kasta, Ragam Sub Suku & Penjelasan
Image Source : rimbakita.com/suku-bali/

Nama-Nama Suku Bali

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar, setiap Provinsinya mempunyai suku bangsa dengan karakteristik masing-masing.

Pulau Dewata ini salah satunya, mempunyai suku dengan ciri khas yang tidak dimiliki suku lain, berikut akan ulasan wacana suku yang ada di Bali:

 

1. Suku Bali Aga Di Kintamani Dan Karangasem

Bali Aga yakni salah satu subsuku Bangsa Bali yang menganggap mereka sebagai penduduk Bali yang asli.

Bali Aga juga disebut sebagai Bali Pegunungan dimana sejumlah sukunya terdapat di Desa Trunyan.

Masyarakat menganggap mereka yang tinggal disini sebagai orang gunung yang kurang bakir alasannya berada di daerah pegunungan daerah pedalaman.

 

2. Suku Bali Majapahit

Suku ini berasal dari pendatang Jawa yang terjadi di zaman Kerajaan Majapahit.

Sebagian besar tinggal di Pulau Bali khususnya di dataran rendah dengan mata pencaharian bercocok tanam di sawah.

Masyarakat ini beragama Hindu dan menjadi salah satu efek dari sejarah suku Bali. Mempunyai penduduk lebih banyak dibandingkan mereka yang mendiami daerah pesisir pantai.

 

Sejarah Suku Bali

Suku Bali merupakan penduduk orisinil Bali yang bermukim di tempat tersebut dan mempunyai bahasa sendiri.

mereka mempunyai kebudayaan yang sangat tinggi dan tetap dijaga hingga sekarang.

Berikut ini sejarah suku Bangsa Bali

  • Kerajaan Majapahit berhasil menguasai Bali sekitar tahun 1343 Masehi, pada masa itu masyarakat Bali melaksanakan perlawanan. Berdasarkan keterangan nagarakretagama, Pulau Bali dengan kerajaannya terdahulu pernah menjadi daerah kekuasaan Majapahit. Akibat penguasaan tersebut masih sanggup dirasakan hingga sekarang.
  • Dampak kasatmata kini yakni adanya penggolongan masyarakat Bali. Terdapat dua golongan, yaitu Bali Aga merupakan masyarakat yang diperkirakan suku orisinil Pulau Bali dan keturunan Majapahit.
  • Majapahit kesulitan dalam menundukkan Bali Aga, lalu munculah perlawanan, namun sesudah itu sanggup diredakan. Jauh sebelum tersentuknya masyarakat Majapahit, konon berasal dari keturunan Austronesia.
  • Bukti peninggalan dari masa berburu di temukan di Desa Sembiran dan wilayah pesisir timur serta tenggara Danau Batur.
  • Danau Batur merupakan salah satu tempat berkembangnya kebudayaan dan bermukimnya masyarakat Bali Aga. Dengan keadaan Bali yang demikian, mulailah berdatangan orang luar ke sini. Di samping mengajarkan agama Hindu, mereka juga akan memajukan kehidupan penduduknya.
10 Suku di Bali dan Nusa Tenggara Serta Penjelasannya
Image source : tambahpinter.com

Kehidupan Masyarakat Suku Bali

Kehidupan masyarakat suku di Bali baik dari segi sosial, ekonomi, dan budaya tidak terlepas dari keagamaan yang sangat kental.

Hal tersebut diwariskan secara turun menurun dari nenek moyangnya, kegiatan yang mereka lakukan pun unik dan berbeda dari masyarakat pada umumnya.

 

1. Suku Bali Aga

Suku Aga yang merupakan penggalan dari Suku Bali yang sudah banyak dikenal orang ini mempunyai ciri khas dan fakta menarik seputar kehidupan yang dimiliki.

Berikut yakni kehidupan Suku Aga yang menarik sekali untuk diketahui:

  • Masyarakat Bali Aga hidup terisolasi di daerah pegunungan.
  • Penduduk menggunakan dialek bahasa Bali mereka sendiri. Bahasanya juga berbeda antara satu desa dengan desa lainnya, menyerupai yang digunakan warga desa Trunyan dengan Tenganan.
  • Di Desa Trunyan terdapat pohon yang berbagi anyir harum, yang biasa digunakan masyarakat desa setempat dalam menguburkan mayat.
  • Pemakamannya tidak dilakukan dengan cara ngaben atau pembakaran mayat. Di sini jenazah di letakkan di bawah pohon begitu saja.
  • Keberadaan Desa Trunyan dan Tenganan sebagai sebuah desa etika yang melestarikan nilai leluhur yang telah diwariskan.

 

2. Suku Bali Majapahit

Selain kehidupan Suku Aga tadi, tak kalah menarik kehidupan dari suku Bali Majapahit yang satu ini.

Simak ulsan berikut untuk mengetahui beberapa fakta kehidupan Suku Bali Majapahit:

  • Mempunyai ikatan solidaritas sesama angggota, yaitu anggota subak (satu sumber air yang sama) terlihat ketika rapat dan upacara keagamaan.
  • Bahasa menyerupai dengan Jawa, hanya saja logatnya yang berbeda.
  • Mata pencahariannya yakni bercocok tanam di sawah.
  • Silsilah penduduk biasanya di catat dengan menggunakan lontar, dan lontarnya menggunakan aksara Jawa, memperlihatkan masyarakat Bali merupakan keturunan Majapahit.

 

Sistem Kepercayaan Penduduk Bali

Mayoritas masyarakat Bali menganut kepercayaan Hindu. Suku Bali Hindu percaya adanya satu Tuhan dengan konsep Trimurti yang terdiri atas tiga wujud, yaitu Brahmana (menciptakan), Wisnu (yang memelihara) dan Siwa (yang merusak).

Sistem kepercayaan di Suku Bali masih kental sekali dengan kepercayaan pada hal ghoib dan dianggap penting. Hal-hal yang dianggap penting disini yakni Atman (roh yang abadi), Karmapala (buah dari setiap perbuatan) dan Purnabawa (kelahiran kembali jiwa).

Suku Bali juga mempunyai tempat ibadah yang sangat sakra. Tempat ibadah agama Hindu yakni Pura yang mempunyai sifat berbeda, antara lain Pura Besakih (umum untuk semua golongan), Pura Desa / Kayangan Tiga (untuk kelompok sosial setempat) dan Sanggah (khusus untuk leluhur).

Berbicara wacana keanekaragaman dari Pulau Bali tidak ada habisnya. Lokasi yang mengatakan sejuta pesona keindahan alam dan keunikan budaya yang tidak dimiliki oleh Pulau lainnya. Tetap menjaga nilai luhur dan etika yang sakral mengakibatkan Pulau Bali yakni Pulau yang Suci.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas