Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tari Kecak Bali : Sejarah, Makna Gerakan dan Aturan Pertunjukan

3 min read

Tari Kecak – Salah satu daya tarik wisata yang wajib untuk dikunjungi dari Pulau Bali mungkin yaitu pertunjukan Tari Kecak. Tarian khas Pulau Bali ini menjadi salah satu budpekerti tradisional Bali yang hingga kini masih dilestarikan, bahkan tarian ini dikenal hingga ke mancanegara dengan banyaknya turis ajaib yang melihat atraksi tarian ini.

Tari kecak biasa disebut dengan Tari Cak atau Tari Api merupakan salah satu tarian pertunjukkan massal yang diiringi oleh alunan musik. Anggota penari tarian ini berkisar antara 50-70 orang dengan membentuk suatu bulat yang di tengahnya terdapat kobaran api unggun.

Para penari yang berjenis kelamin pria ini biasanya memakai pakaian budpekerti khas Bali. Tarian Kecak sangat dikenal sebagai tarian sakral yang merupakan tarian tradisional orisinil Bali. Dengan banyak sekali adegan atraksi penari yang terbakar namun tidak mengalami luka bakar sedikitpun.

Sehingga menciptakan tarian ini sangat diselimuti hal-hal mistis. Selain kebal akan api, para penari juga diyakini kemasukan roh dengan melaksanakan banyak sekali tindakan diluar nalar selama tarian berlangsung.

 

Sejarah Tari Kecak

Pada tahun 1300an tarian Kecak diciptakan oleh seorang seniman Bali berjulukan Wayan Limbak. Limbak kemudian mempopulerkan tarian ini hingga ke luar negeri dengan dukungan seorang pelukis asal Jerman yaitu Walter Spies.

Tarian ini diangkat oleh Limbak dan Walter dari tradisi Sanghyang dan bagian-bagian dari kisah Ramayana. Asal mula nama tarian ini yaitu ucapan para penarinya yang meneriakkan kata ‘cak-cak-cak’ ketika menari. Dari situlah kemudian tarian ini dinamakan Tari Kecak.

Selain ucapan sang penari, nama tarian ini juga didukung dari kerincingan ornamen yang digunakan oleh para penari di pergelangan kaki mereka. Sehingga akan menjadikan bunyi yang khas dengan tarian Kecak.

Gerakan tangan yang disajikan para penari ini sejatinya menghadirkan sebuah kisah Ramayana yaitu para insiden Dewi Shinta diculik oleh Rahwana. Kisah itu ditunjukkan hingga selesai tarian yang menceritakan pembebasan Dewi Shinta.

Hingga kini perkembangan dar kisah tarian Kecak masih sanggup kita saksikan dalam pertunjukan-pertunjukan yang sering digelar di wisata Pulau Bali.

 

Karakteristik Tari Kecak

Selain pengertian dan sejarahnya yang wajib kita ketahui, lebih dalam akan dibahas mengenai karakteristik tarian Kecak.

Seperti gerakan tariannya, kostum yang dipakai, hingga lantunan iringan tarian yang digunakan.

Untuk itu pada pembahasan selanjutnya akan dijelaskan beberapa karakteristik perihal Tari Kecak khas tempat Bali.

 

tari kecak
Source : @adeirgha_photoworkz

 

1. Fungsi Dan Kegunaan Tarian Kecak

Asal mula tarian ini dari tradisi Sanghyang yang menjadi pandangan gres penggagas tari Kecak Wayan Limbak. Tradisi Sanghyang ini yaitu sejenis upacara religi pemujaan sang Hyang Widi dan upacara penolak bala untuk mengusir suatu penyakit tertentu.

Selain sebagai media upacara, tarian ini juga digunakan sebagai ciri khas dan kebudayaan masyarakat Pulau Bali Selain digunakan sebagai daya tarik para wisatawan terutama dari mancanegara, tarian ini juga menjadi suatu hiburan tertentu bagi para wisatawan.

Tari Kecak selalu membawa kisah dan atraksi yang menarik yang menciptakan para penontonnya terkagum-kagum.  Adegan demi adegan menciptakan kisah yang disajikan semakin menarik minat para wisatawan untuk menyaksikannya.

Dari mulai awal tarian hingga selesai menyiratkan sebuah kisah yang diambil dari tokoh pewayangan. Cerita pewayangan yang diangkat dalam sebuah gerakan tari Kecak ini juga merupakan salah satu perjuangan untuk melestarikan kebudayaan masyarakat Hindu yakni khususnya dalam sebuah kisah Ramayana yang menjadi salah satu sejarah masyarakat Bali.

 

2. Gerakan Adegan Tari Kecak

Untuk gerakan tariannya, tari Kecak dibagi menjadi  4 bab adegan. Adegan yang pertama yaitu mengisahkan ketika Shinta diculik oleh Rahwana ketika Rama sedang berburu di hutan. Untuk adegan yang kedua yaitu mengkisahkan seekor burung garuda yang berusaha menolong Shinta namun gagal alasannya yaitu sayapnya yang putus ditembak oleh Rahwana.

Adegan yang ketiga yaitu mengkisahkan Rama dan Laksmana yang tersesat di hutan dan meminta Hanoman untuk menyelamatkan Shinta dari Rahwana. Dan adegan yang terakhir yaitu Hanoman yang memperabukan kerajaan Alengka Pura dan memberitahu Shinta untuk tetap hening menunggu pertolongan dari Rama.

Secara keseluruhan tarian adegan tersebut mengisahkan perihal kisah Ramayana. Yang berkisah perihal Dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana. Dan Rama akan berusaha menyelamatkan Shinta melalui Hanoman.

 

3. Iringan Tarian

Jika tari tradisional lainnya identik dengan iringan musik, berbeda halnya dengan tari Kecak. Tarian ini tidak memakai iringan ataupun tetabuhan alat musik tertentu. Namun, tarian ini diiringi oleh teriakan ‘cak-cak-cak’ yang disuarakan oleh para penari secara bersama-sama.

Dengan beranggotakan puluhan orang, bunyi yang dihasilkan pun sangat terdengar keras dan lantang. Selain iringan suara, tarian ini juga diiringi oleh bunyi gemericik ornamen khas yang digunakan para penari di pergelangan kaki mereka.

Sembari mengangkat kedua tangannya dan menyuarakan alunan ‘cak’, bunyi kerincing ornamen itupun semakin menambah suasana khas dari tarian Kecak.

 

4. Kostum Dan Tata Rias Tari Kecak

Pada dasarnya para penari yang diperankan oleh pria memakai pakaian budpekerti khas Bali. Yaitu dengan bertelanjang dada, dan mengenakan kain sarung yang bermotif kotak-kotak hitam putih. Lengkap dengan gelang kerincing yang digunakan pada pergelangan kaki.

Dan untuk para pemain yang memerankan adegan tokoh-tokoh Ramayana, mereka didandani sedemikian rupa sehingga mirip lakon-lakon yang diperankan. Kostum dan riasan yang digunakan pun tak kalah untuk mendukung banyak sekali adegan dalam pertunjukkan yang diadakan.

 

5. Ornamen Dan Properti Panggung

Secara umum, tarian ini sangat dipenuhi dengan atraksi sakral yang menambah kesan mistis tari Kecak. Sesuai namanya yang berarti Tarian Api, tari ini memakai properti bara api untuk melengkapi pertunjukkannya.

Setiap kali tarian ini di pertunjukkan niscaya seru dan mengundang suasana yang begitu sangat mistis dari bara api tersebut. Selain untuk menambah suasana mistis dan sakral, bara api ini nantinya akan diinjak-injak dengan kaki telanjang oleh para penari.

Walaupun terdengar berbahaya, adegan ini dipercaya dibantu oleh hal mistis yang menyelimuti tarian Kecak itu sendiri.

 

6. Aturan Pertunjukan Tari Kecak

Tari yang dimainkan oleh 50 hingga dengan 70 orang pada umumnya diatur dengan menciptakan sebuah lingkaran. Dimana di dalamnya terdapat banyak sekali lakon dari pewayangan Ramayana yang memainkan kiprahnya masing-masing. Dan embel-embel properti bara api yang menambah suasana menjadi lebih mistis, sakral, dan religius.

Biasanya tarian ini dipertunjukkan dalam suatu arena pertunjukkan yang luas. Dimana sanggup menampung banyaknya penonton dan wisatawan yang menyaksikan. Seperti di tempat Pura Uluwatu Bali, Garuda Wisnu Kencana, dan wisata lainnya di Pulau Dewata Bali.

Itulah beberapa informasi dan klarifikasi mengenai Tari Kecak sebagai tarian tradisional khas Pulau Bali. Tidak mirip tarian tradisional lainnya, selain sebagai tradisi Indonesia, tarian ini juga digunakan sebagai media daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Pagelaran pertunjukkannya sanggup disaksikan di beberapa spot atau tempat wisata di Pulau Bali.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas