keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tari Payung – Sejarah, Makna, Gerakan, Pola Lantai Serta Keunikannya

5 min read

Tari Payung – Salah satu tarian yang mempunyai filosofi atau makna yang cantik yakni tari payung. Tarian ini ialah tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Seperti namanya, tari payung memakai payung sebagai properti utama.

Biasanya tarian ini dibawakan oleh 3 hingga 4 orang penari dengan cara berpasangan (pria dan wanita). Tarian ini melambangkan pergaulan pada masa muda-mudi. Payung yang menjadi sebagai properti menari ini merupakan lambang pelindung muda-mudi tersebut dari hal yang tidak baik.

Pada sekitaran tahun 1960-an, tari payung ialah tari yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Minangkabau dan juga masyarakat Indonesia lainnya. Bahkan ada juga anggapan bahwa belum lengkap rasanya apabila menikmati budaya Minangkabau jika belum melihat penampilan tari payung.

Saat ini, tari payung dibawakan ketika program kebudayaan, pesta, bazar dan acara lainnya. Apabila anda ingin mengetahuinya lebih jauh lagi tentang tari payung, simaklah penjelasannya berikut ini .

 

Sejarah Tari Payung

Tidak ada yang menyebutkan dengan niscaya bagaimana dongeng awal mula tari payung ini. Namun ada sebuah catatan yang menyebutkan bahwa tarian ini yakni ritual di pesta komitmen nikah beberapa nagari di Sumatera Barat.

Dikarenakan  gerakan serta makna dari tarian ini cukup bermanfaat, maka kesenian tarian ini terus bertahan dan juga berkembang sampai sekarang.

 

Perkembangan Dari Tari Payung

Perkembangan tari payung selanjutnya dilakukan oleh Sariaman atau yang dikenal juga dengan nama Saliasih. Beliau ini ialah pelajar dari Normal School yang lebih muda dari angkatan Sitti Agam dan juga Rasyid Manggis. Saliasih kemudian menyusun tari tradisional ini dengan lebih menekankan perbedaan dalam hal detailnya dengan seluruh esensi tetap sama.

Selain oleh Saliasih, Ins Kayutanam yang bukan murid dari Normal School juga ikut mengambil peran dalam perkembangan dari tari payung. Selain itu ada beberapa tokoh yang juga ikut memiliki andil, antara lain ialah  Djarmias Sutan Bagindo serta Sjotian Naan. Oleh Sjotian Naan, tarian payung diberi gubahan warna yang berasal dari kabar ataupun dari cerita rakyat.

Improvisasi pada tarian payung juga menekankan pada simbol-simbol identitas Minangkabau meski terbatas dalam isi dan juga dimensi busana. Djarmias Sutan Bagindo juga melakukan gubahan, namum gubahan tersebut tetap mengikuti pola tari payung yang sebelumnya. Djarmian melakukan ubahan dalam bentuk dimensti tekstual atau juga aspek internal dalam suatu tarian.

Selanjutnya tari payung juga mengalami perkembangan dinamika horizontal, terutama dari beberapa murid Sjofian Naan, yakni Gusmiati Suid, Sjofyani Yusaf, dan juga Hoerijah Adam.

Tokoh-tokoh tersebut memiliki peran masing-masing didalam mengembangkan tari payung sesuai dengan kreasi mereka sendiri. Keseluruhan imporvisasi tersebut tetap berpijak pada unsur tarian yang sebelumnya. Dari gubahan yang dilakukan hingga sampai saat ini, gubahan dari Sjofyani Yusaf merupakan karya yang paling populer.

Meski telah mengalami beberapa perubahan penataan tari, namum tari payung ini tetap mempertahankan tema percintaan dengan iringan lagu Babendi-bendi sampai saat ini.

 

See also  Pengertian Poster: Ciri-ciri, Tujuan, Fungsi dan Cara Membuatnya

Makna Dari Tari Payung

Seperti yang telah dijelaskan diatas, tari payung ini mempunyai makna dan filosofi yang menarik. Secara umum, makna dari tarian ini yakni kasih sayang dan pertolongan dalam korelasi cinta.

Lebih tepatnya, kasih sayang suami kepada istri dalam membina kehidupan rumah tangga semoga selalu berbahagia sentosa. Filosofi dari tarian ini dapat terlihat dari gerakan dan juga property yang digunakan dalam tarian ini.

Saat pementasan,  Masing-masing pasangan penari  memperagakan gerak tari dan peragaan drama dongeng cinta hingga ke pelaminan.  Semua gerakan tarian ini mempunyai filosofi bahwa sepasang muda-mudi yang sudah remaja dan saling menyayangi hendaknya segera menikah.

Hal ini ditujukan untuk menghindari sikap dan hal-hal jelek pada pasangan tersebut. selain itu, tarian ini juga menjelaskan bagaimana sikap seharusnya bagi pasangan dalam berkasih sayang. Perilaku seharusnya yang dimaksud yakni yang sesuai dengan norma agama serta norma adat.

 

tari payung
source : wikimedia.org

 

Filosofi Dari Properti Tari Payung

Filosofi dari tari payung juga terlihat dari aneka macam properti yang digunakan. Makna dari properti pada tari payung tersebut yakni :

 

1. Makna Dari Payung

Payung dalam tarian ini digunakan oleh pihak penari laki-laki. Alasan mengapa payung digunakan oleh laki-laki yakni sebagai simbol pelindung. Laki-laki ialah merupakan pilar utama dari keluarga, sehingga laki-laki harus melindungi keluarga. Simbol itu juga tampak dari penari laki-laki yang memayungi kepala penari wanita.

 

2. Makna Dari Selendang

Selendang ini dipakai oleh pihak penari wanita. Makna dari selendang ini yakni pelambang ikatan cinta suci dari pasangan. Selain itu, selendang ini juga bermakna kesetiaan seorang perempuan dan kesiapannya dalam membina rumah tangga bersama suami. Hal itu tampak dari selendang yang dikaitkan pihak penari perempuan kepada penari laki-laki.

 

3. Makna Dari  Lagu Pengiring

Tari payung memakai lagu pengiring berjudul “Babendi-bendi ke Sungai Tanang”.  Lagu ini mengisahkan wacana sepasang suami-istri yang sedang berbulan madu ke  sungai tanang. Lirik dari lagu “bebendi-bendi ke Sungai Tanang” ini sanggup anda baca di Wikipedia.

 

Komponen Wajib Dalam Tari Payung

Ada beberapa komponen yang wajib yang harus ada dalam tari payung. Komponen-komponen tersebut yakni :

 

1. Gerakan Tari Payung

Seperti yang dijelaskan di awal tadi, gerakan dari tarian merupakan pementasan kecil dari drama dongeng cinta. Tidak menyerupai tari tradisional lain yang mempunyai gerakan khusus, tari ini cenderung bebas.  Meskipun begitu, penari tetap harus memperhatikan keserasian gerakan payung oleh penari laki-laki dan gerak selendang oleh penari wanita.

 

2. Pengiring Tarian

Tari payung mempunyai 2 elemen pengiring. Pengiring tersebut berupa tabuhan alat musik tradisional serta sebuah syair khusus. Tabuhan alat musik yang dipakai ialah terdiri dari rebana, akordeon, gendang, serta gamelan khas melayu. Alat musik tersebut haruslah  dimainkan sesuai dengan ritme dari tarian. Adapun syair yang dibawakan dalam tarian ini yakni syair lagu “Babendi-bendi ke Sungai Tanang”.

 

3. Setting Panggung

Setting panggung dari tari payung tidaklah terlalu rumit. Tarian ini sanggup dipentaskan di mana saja, asalkan tempatnya lapang. Hal ini dikarenakan penari tarian ini berjumlah banyak dan harus diatur semoga tidak berbenturan ketika menari. Tarian ini sangat ramai sekali bila sedang dipentaskan, selain sebab banyaknya pemain juga sangat menarik untuk ditonton.

 

4. Busana Yang Dikenakan Penari

Dalam hampir semua tari tradisional niscaya memperhatikan busana dan riasan. Hal itu juga berlaku pada tari payung. Untuk para penari wanita, kostum yang digunakan yakni pakaian susila melayu sesuai susila Minang yang terdiri dari: Baju kurung ataupun kebaya, bawahan berupa kain songket dan hiasan kepala yakni mahkota berwarna keemasan.

See also  Pengertian Teks Prosedur, Jenis, Struktur & Kebahasaan

Sementara itu, untuk para penari laki-laki kostum yang digunakan adalah: Baju lengan panjang, celana panjang yang satu warna, sarung songket dan kopiah melayu.

 

5. Properti Penari

Tidak lengkap rasanya apabila menari payung tanpa selendang dan juga payung. Seperti yang telah dijelaskan diawal, properti inilah yang menjadi dasar dari sarana penyampaian makna filosofi dari tarian ini. Kedua properti ini ketika pertengahan hingga di tamat tarian akan saling bertemu dan  melengkapi satu sama lain. Seperti  halnya pada sepasang kekasih yang jadinya dipertemukan di pelaminan untuk mengarungi perahu rumah tangga bersama-sama.

Demikian sedikit pemaparan wacana tari payung. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, isu wacana tarian ini juga menyebar luas.Saat ini, tari payung masih menjelma salah satu seni tari yang diminati masyarakat.  Selain dibawakan oleh muda-mudi, tarian ini juga kadang dibawakan anak-anak  di program tertentu.  Semoga info kali ini sanggup menambah wawasan budaya kita semua.

 

Fungsi Dari Tari Payung

Pada awal mulanya tari payung berperan selaku tarian pengiring dalam seni pentas komedi toonel khas Sumatera Barat. Toonel ialah hiburan rakyat sehingga guna tarian payung juga sama selaku tarian penghibur warga.

Akan tetapi setelah tarian ini dipisah dari seni pementasan tersebut, hingga gunanya meningkat serta diselenggarakan diberbagai kegiatan. Misalnya acara rakyat, hajatan serta selaku tarian penyambut.

Tari payung merupakan tarian terkenal Sumatera Barat tidak hanya tari piring.

 

Pola Lantai Tari Payung

Pola lantai pada tari payung bukanlah rumit. Perihal utama yang butuh dicermati merupakan melindungi penari laki- laki serta perempuan tidak bertabrakan dikala menari, bukan cuma badan tetapi pula properti payung serta selendang yang dibawa.

Jumlah penari yang diatur dalam pola lantai minimun 3 orang serta dapat dicoba lebih banyak. Tetapi ketentuan utamanya merupakan berpasang- pasangan.

 

Keunikan Tari Payung

Walaupun bersama berasal dari wilayah Minang, tari piring serta tari payung mempunyai perbandingan gerakan serta keunikan tiap- tiap. Berikut merupakan keunikan pada tarian payung, antara lain:

  • Penari Berpasangan– tarian ini biasanya dicoba secara berpasangan cocok jalur cerita yang ditampilkan. Hendak namun tidak wajib laki- laki serta perempuan sebab penari perempuan serta perempuan pula bisa melaksanakannya dengan membedakan properti yang digunakan.
  • Sejarah Tarian Pengiring– tari payung tidak timbul begitu saja, melainkan lewat pertumbuhan panjang. Awal mulanya ialah tarian pengiring drama toonel khas minangkabau.
  • Arti Mendalam– arti da filosofi tarian payung dihasilkan dari campuran gerakan tari, lagu pengiring dan alunan musik. Properti berbentuk payung melambangkan penjagaan oleh laki- laki serta selendang selaku jalinan kasih dari penari perempuan.
  • Properti Unik– payung merupakan peralatan tarian ini, penggunaannya dikira lumayan unik dalam menggambarkan iktikad dari tarian tersebut.
  • Pola Lantai& Gerakan Simpel– pola lantai serta gerakan tari ini lumayan simpel sehingga gampang dipelajari serta dicoba oleh siapapun.
  • Cuma Penari Wanita– awal mulanya tarian payung cuma dicoba oleh wanita selaku ungkapan terdapatnya emansipasi serta kesetaraan untuk perempuan. Tetapi dalam perkembangannya senantiasa memakai penari pria supaya lebih menarik.
Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *