keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tari Yapong – Sejarah, Akulturasi Budaya, Gerakan, Fungsi, Keunikan

7 min read

tapi yapong

Tari Yapong – Berbeda dengan tarian tempat yang lain, Tari Yapong pada mulanya bukan diciptakan sebagai tarian pergaulan melainkan sebuah tari pertunjukan.

Meski mempunyai nama yang hampir menyerupai dengan Tari Jaipong dari Jawa Barat, namun keduanya mempunyai perbedaan berdasarkan asal usulnya.

Karena banyaknya permintaan, perlahan tarian ini mulai dipentaskan dalam bentuk tari pergaulan sebagai pengisi program dikarenakan banyaknya variasi dalam tarian.

 

Asal Usul Tari Yapong

Tarian ini gres diciptakan pada tahun 1977, tidak menyerupai tarian tempat kebanyakan yang merupakan warisan kebudayaan yang sudah bebuyutan ada selama beratus tahun. Dipersiapkan sebagai pertunjukan untuk memeriahkan ulang tahun Ibukota Jakarta yang ke-450.

Ide mengenai pertunjukan kesenian ini berasal dari Dinas Kebudayaan DKI dan realisasinya dipercayakan kepada Bagong Kussudiarjo, seorang seniman besar kenamaan pada masa tersebut. Cerita yang diangkat ialah mengenai usaha Pangeran Jayakarta dan dipentaskan dalam bentuk sendratari.

Bahan tarian diperoleh melalui penelitian dan observasi terhadap kebudayaan masyarakat Betawi. Tarian ini pertama kali dipertunjukkan pada tanggal 20 dan 21 Juni 1977 bertempat di Balai Sidang Senayan. Tiga ratus orang seniman yang terdiri dari penari dan musisi ikut serta dalam pertunjukan sendratari ini.

 

 

Perkembangan Tari Yapong

Tari Yapong awalnya ialah bab dari sendratari yang kala itu dipertunjukkan. Sendratari ialah pertunjukkan kesenian yang menggabungkan antara tarian dan drama yang tidak mempunyai obrolan dalam satu kesatuan pementasan.

Pada bab ketika para penari wanita bersuka cita menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta, banyak orang yang menawarkan respon positif. Kemudian alasannya gerakannya yang menarik, bab tersebut sengaja dilepas sendratari dan dipentaskan dalam bentuk pertunjukan tarian yang bangun sendiri.

Tugas ini kembali diamanatkan kepada sang sutradara pementasan, Bagong Kussudiarjo untuk menyebabkan bab tersebut layak dipentaskan secara mandiri.

Tarian sering dipentaskan dalam program adat, pagelaran kesenian, maupun pesta rakyat sebagai bentuk dari warisan kebudayaan Betawi. Nama Yapong diambil dari bunyi penari yang meneriakkan “ya… ya… ya…” ketika menari serta musik pengiring yang terdengar “pong… pong… pong…”. Demikianlah nama Yapong diberikan, sama sekali tidak bekerjasama dengan Tari Jaipong.

 

Bentuk Akulturasi Budaya Tari Yapong

Tari Yapong diciptakan di kala modern namun tetap ingin memperlihatkan moral budaya masyarakat Betawi, Tari Yapong ialah wujud akulturasi budaya. Berikut hal-hal yang mendasari terbentuknya Tari Yapong ini:

 

1. Berawal Dari Tarian Kontemporer

Unsur pop yang melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang dimasukkan ke dalam tarian. Utamanya gerakan bertumpu pada tangan dan kaki. Penari menari dengan verbal wajah gembira untuk memperlihatkan rasa suka cita yang ingin digambarkan dalam tarian. Seperti kegembiraan rakyat yang menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta, sosok satria yang menempel di hati masyarakat Betawi pada masa penjajahan.

Karena termasuk jenis tarian kontemporer, tarian tidak terikat pakem yang biasanya ada pada tari tradisional. Sehingga gerakan tarian terlihat dinamis dan perpindahan tempat para penari terjadi dengan cepat. Gerakan tari sering mengalami perkembangan dan banyak variasi dalam setiap pertunjukannya. Dapat dikatakan, setiap pertunjukan mempunyai perbedaan dalam bentuk tarian, meski kisah yang diangkat tetaplah sama.

 

2. Meretas Ide Dari Tarian Tradisional Betawi Dan Tarian Tradisional Sumatera

Berbagai unsur dari banyak sekali jenis tarian tradisional menyerupai tarian rakyat Betawi dan Sumatera. Unsur-unsur dari tarian rakyat tradisional diambil dan digabungkan dengan unsur-unsur gerakan tarian pop. Tampak dari gerakan tarian yang sederhana namun mempunyai dinamika yang cukup tinggi. Gerakan kaki, tangan, dan pinggul mengadopsi dari tarian tradisional. Sementara dinamisasi gerakan ialah budaya tarian pop.

 

3. Busana Penari Mirip Dengan Busana Untuk Tari Tradisional

Dilihat sekilas, busana yang dikenakan para penari terperinci terlihat menyerupai busana yang dikenakan pada Tari Kembang Topeng yang berasal dari Betawi. Pakaian memakai kain berwarna terang dan detail aksesoris yang dipakai pun serupa. Terdapat hiasan yang menutupi kepala dan toka-toka atau selendang yang dipakai untuk menutupi dada.

Budaya Betawi banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Hal ini pun tampak pada pertunjukan di mana busana para penari mempunyai motif naga berwarna merah. Selain itu terdapat pula beberapa gerakan yang kerap muncul pada tari-tarian yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

 

4. Alat Musik Khas Daerah

Musik gamelan terdengar terperinci sebagai latar bunyi dalam pertunjukan, yaitu perpaduan antara Gamelan Betawi, Gamelan Jawa Tengah, serta Gamelan Jawa Barat. Setelah tarian dilepaskan dari bentuk orisinil sendratari, alat musik yang dipakai ialah ragam alat musik Betawi untuk kian mempopulerkan alat musik tradisional betawi.

See also  Tari Kecak Bali : Sejarah, Makna Gerakan dan Aturan Pertunjukan

Adapun macam alat musik yang sekarang biasa dipakai dalam pementasan tarian ini ialah alat musik tabuh menyerupai rebana biang, rebana hadroh, dan rebana ketimpring.

 

Merangkul Budaya Asli Negeri Sendiri

Tarian ini masih sanggup sering sanggup dijumpai pada banyak sekali kesempatan. Mulai dari program moral Betawi, pagelaran kebudayaan Jakarta, sampai acara pesta rakyat Jakarta yang sering diselenggarakan. Setiap pertunjukan hampir selalu mempunyai perbedaan detail dengan mengubah atau menyisipkan gerakan baru.

Hal ini tidak dipermasalahkan alasannya tarian ini bukan berasal dari tarian moral tradisional yang mengharuskan untuk mengikuti hukum dan pakem tertentu. Belajar mengenai isu Tari Yapong, kita patut berbangga alasannya tarian ini ialah bentuk kasatmata bahwa kebudayaan orisinil Indonesia sanggup menjadi sumber wangsit dan bersifat fleksibel terhadap kebudayaan modern.

Tari Yapong juga merupakan budaya yang tercipta dari keseharian masyarakat setempat. Maka tidak perlu aib untuk merangkul budaya bangsa sendiri dan berhenti terlena oleh budaya bangsa asing.

Perlu kita tanamkan dalam diri bahwa budaya Indonesia tidak kalah bagusnya dengan budaya negara lain. Sebelum tidak ada lagi budaya yang sanggup kita banggakan, mari kita serukan kepada dunia bahwa sang metropolitan ibukota negara mempunyai pertunjukan seni yang menggambarkan kebudayaan orisinil masyarakatnya.

 

Tari Yapong Selaku Budaya Asli Indonesia

Di Jakarta yang ialah kawasan warga betawi tinggil, tari yapong kerap ditemukan diberbagai peluang. Misalnya di upacara adat betawi, pagelaran kebudayaan, dan acara rakyat.

Pada tiap pertunjukan nyaris senantiasa terdapat perbandingan dengan ubahan ataupun bonus gerakan baru. Perbandingan tidak dipermasalahkan sebab sejatinya tari yapong tidaklah tarian adat yang memiliki ketentuan ataupun pakem tertentu.

Belajar dari perihal ini, kita pantas bangga terhadap kebudayaan asli Indonesia yang silih mengisi serta fleksibel membiasakan dengan kebudayaan modern.

Tari yapong pula dapat dikatakan selaku budaya yang terbentuk dari keseharian warga betawi. Oleh karena itu tidak jadi soal bila menemukan pengaruh dari budaya- budaya Indonesia lainnay dibandingkan budaya asing.

Dalam diri generasi muda butuh terus ditanamkan tentang budaya Indonesia yang begitu bermacam- macam serta harus dibanggakan. Tercantum tari yapong yang berasal dari akulturasi budaya betawi selaku faktor utama serta budaya yang lain.

 

Gerakan Tari Yapong

Yapong memiliki gerakan tari yang sangat bermacam- macam serta dibagi mulai dari dini sampai akhir pementasan. Berikut ini merupakan urutan gerakan tarian yapong beserta penjelasannya, ialah:

 

tari yapong
Source : kumparan.com

 

  • Jalur Megol Lembehan Kanan– Para penari mengambil posisi jalur ditempat, dan tangan kiri penari gadis terletak di dada serta diletakkan di pinggul penari putra. Setelah itu tangan kanan di lembehkan dengan gerakan ke samping secara berulang- ulang.
  • Enjer Loncat ke Kanan serta ke Kiri– Berikutnya tangan kiri dibengkokkan di perut, kemudian tangan kanan dibentakan lurus. Setelah itu penari melaksanakan loncatan bersumber pada tangan yang ditekuk tersebut.
  • Singgetan Ngigel– Tangan penari yapong pas di depan mati setelah itu melaksanakan ngigel dalam hitungan awal, kemudian disambung gerakan tengan tengadah serta pada hitungan ke- 2 serta ke- 3 posisi tangan ukel, dan pada hitungan ke- 4 tangan nyekiting.
  • Yapong– Setelah itu tangan penari diltekkan diatas kepala serta disusul gerakan telapak tangan dibuka dan gerakan semacam menyapu angin ke arah kiri serta kanan.
  • Loncat Obah Pundak– Gerakan berbentuk kedua lengan dibentangkan setelah itu pada ketukan tertentu pundak digerakkan ke depan serta balik, dan tangan bergerak ke kanan serta kiri sembari loncat secara bergantian.
  • Singgetan Putar– Tangan kiri para penari diletakkan di bagian pinggangm, setelah itu tangan kanan dibentangkan serta penari berbalik 360 derajat.
  • Enjer( Menthang Kanan serta Kiri)– Tangan kiri serta kanan penari dibentangkan dengan posisi di bagian pinggang serta melaksanakan loncatan bersumber pada tangan yang ditekuk dikala melaksanakan perpindahan dengan lari- lari kecil cocok arah gerakan.
  • Jalur 4 Arah Maju Mundur– Gerakan penari berbentuk maju mundur ke arah kanan penari cocok ayunan tangan.
  • Malangkring Goyang Pinggul Dorong Pantat– Tangan penari yapong diposisikan malangkrik ataupun bertolak pinggang, setelah itu pinggul digoyangkan ke kanan serta kiri.
  • Singgetan Putar– Tangan kiri penari diltekkan pada pinggang serta tangan kanannya dibentangkan setelah itu berbalik 360 derajat.
  • Enjer Tumpang Asta– Para penari hendak berjalan ke arah kanan serta ke kiri. Kala berjalan ke kiri, kaki kanan hendak dinaikan serta tangan kanan hendak diletakkan diatas tangan kiri secara bersilang.
  • Singgetan Ngigel Mundur– Kedua tangan penari yapong terletak dalam posisi tengadah kemudian ditekuk ke balik. Berikutnya peanri melaksanakan gerakan menghadap depan sembari ujung jari tangan memegang jempol ataupun nyekiting serta mundur 1 langkah.
  • Ngigel– Penari hendak melaksanakan gerakan tangan di depan mata serta melaksanakan ngigel pada hitungan ke- 1. Berikutnya penari hendak menengadahkan tangan pada hitungan ke- 2 serta tangan ukel pada hitungan ke- 3, dan nyekiting pada hitungan ke- 4.
  • Jalur Tranjal Trap Pundak– Keduan tangan para penari terletak di poisis pundak kanan serta jari tengah memegang pundak. Jari- jari yang lain membentuk pose nyekiting serta melaksanakan gerakan kaki kiri di depan sembari tranjal. Gerakan ini diulang sebanyak 4 kali, setelah itu gerakan kedua merupakan gerakan kebalikannya, ialah kaki kanan di depan serta tangan kiri terletak di pundak.
  • Ngigel Mundur– Kedua tangan penari melaksanakan gerakan tengadah serta ditekuk ke balik. Setelah itu dihadapkan ke depan dengan ujung jari tangan memegang jempol ataupun nyekiting, kemudian mundur 1 langkah.
  • Jalur Maju Cekelan Tumpang Asa– Pada sesi ini posisi tangan penari nyekiting dengan tangkan kiri diatas tangan kanan dan menekuk di depan dada.
  • Jalur Ditempat Naik Turun– Kaki penari dalam posisi rapat, dan tangan terletak di pingga serta berjalan di tempat naik serta turun.
  • Jalur Mundur– Kedua tangan penari ditunjukan ke kanan setelah itu di dorong ke balik, begitu pula bila ditunjukan ke kiri.
  • Tangan Kanan Maju Mundur serta Obah Pundak Loncat– Kedua tangan penari terletak dipundak kala tangan lurus ke depan, setelah itu kaki kanan maju. Berikutnya tangan kembali ke pundak, dan kaki gejuk sembari pundak digerakkan serta jempol tangan melekat ke pangkal lengan.
  • Yapong– Tangan penari terletak diatas kepala setelah itu disusul oleh telak tangan yang dibuka, kemudian digerakkan semacam menyapu angin ke kiri serta ke kanan.
  • Enjer– Tangan kiri penari dibentangkan, sebaliknya tangan kanan di pinggang setelah itu melaksanakan loncatan bersumber pada tangan yang ditekuk dikala berpindah dengan berlari- lari kecil cocok arah gerakan.
  • Ngigel– Tangan penari terletak di depan mata serta melaksanakan ngigel pada hitungan ke- 1. Tangan penari hendak ditengadahkan pada hitungan ke- 2, kemudian tangan ukel pada hitungan ke- 3, dan nyekiting pada hitungan ke- 4.
  • Yapong– Tangan para penari diletakkan diatas kepala, diteruskan telapak tangan dibuka serta digerakkan semacam menyapu angin ke kiri serta kanan.
  • Nyilang Belok Kiri– Kaki sebelah kiri melaksanakan gejug serta tangan menthang berbalik ke kiri 90 derajat setelah itu sehabis itu posisi tangan ngigel.
  • Yapong– Tangan penari ditaruh diatas kepala, berikutnya tangan dibuka serta melaksanakan gerakan menyapu angin ke kanan serta ke kiri.
  • Nyilang Belok Kiri– Kaki bagian kiri melaksanakan gejug serta tangan menthang berbalik ke kiri 90 derajat kemudian melaksanakan tangan ngigel.
  • Jalur Ditempat Naik Turun– Kaki para penari dalam posisi rapat, tangan di pinggang serta berjalan di tempat naik turun.
  • Gejug Kiri Belok Kiri& Jalur Naik Turun Ditempat– Kaki kiri melaksanakan gejug, belok kiri serta turun ke arah depan. Setelah itu tangan menthang berbalik ke kiri 90 derajat serta melaksanakan tangan ngigel, dan jalur naik turun ditempat.
  • Ukel Mlumah Ukel Dadi– Tangan penari terletak di depan mata dengan telapak tangan terbuka serta melaksanakan ngigel. Pada hitungan ke- 1 tangan ditengadahkan, kemudian hitungan ke- 2 serta ke- 3 tangan ukel, dan pada hitungan ke- 4 tangan nyekiting.
  • Jalur Megol Lembengan Kanan– Posisi penari berjalan di tempat dengan tangan kiri diletakkan di dada dengan bunda jari melekat pada dada( penari gadis) ataupun di pinggul( penari laki- laki). Tangan kanan dalam posisi dilembehkan gerakan ke samping secara berulang- ulang.
See also  10 Alat Musik Bali: Nama, Perkembangan, Gambar dan Penjelasan

 

Fungsi dari Tari Yapong

Tarian yapong merupakan salah satu kekayaan seni betawi yang saat ini difungsikan dalam bermacam aktivitas elemen warga, misalnya festival wilayah yang diselenggarakan masing- masing tahun. Melalu festival ini, hingga seni budaya betawi bisa lebih diketahui oleh sesama anak bangsa ataupun masyarakat mancanegara.

Melestarikan tari yapong pula berikan khasiat buat menyayangi kebudayaan sendiri. Untuk para pelajar tari yapong berguna selaku media pembelajaran buat memahami seni, spesialnya tari.

 

Keunikan Tari Yapong

Yapong merupakan salahs atu tipe tari betawi yang disukai oleh warga. Gerakan- gerakan tarian ini memilki bermacam keunikan, semacam:

1. Penari Wanita

Umumnya yapong dicoba oleh 5 hingga 10 orang penari wanita. Walaupun begitu, bukan berarti penari laki- laki tidak boleh melaksanakannya. Dalam gerakannya, penari hendak membentuk barisan sejajar simetris cocok jumlah penari. Setelah itu tarian dicoba cocok iringan musik tradisional.

2. Keelokan Gerakan

Pada biasanya tari kontemporer memakai properti selaku pendukung pementasan, perihal ini tidak berlaku pada tari yapong. Tarian ini dicoba murni atas bawah keelokan gerakan si penari.

Latar balik panggung pula dihias secara simpel, apalagi nampak tidak terdapat yang istimewa sama sekali. Cuma nampak ruang luas buat para penari supaya lebih bebas melaksanakan gerakannya.

 

Pola Lantai Penari Yapong

Gerakan tarian yapong mempunyai pola lantai dengan garis imajinatif yang hendak dilalui oleh seseorang ataupun sekelompok penari. Ada 2 berbagai pola lantai, ialah:

  • pola tarian yapong garis lurus
  • pola tarian yapong garis melengkung
Avatar
keisha almahira Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *