Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tips Membangun Silo SEO Yang Kuat Dengan Mudah Untuk Pemula

3 min read

Silo SEO

Tips Membangun Silo SEO Yang Kuat Dengan Mudah Untuk Pemula – Halo sobat Gnmedrol! Dalam mengelola berbagai data pada sebuah website, diperlukan pembagian yang jelas dan terstruktur.  Dengan demikian, data yang ada akan menjadi informasi jadi yang berguna bagi pengunjung suatu website. Metode struktur data disebut Silo SEO. Silo SEO akan membuat berbagai data di website tertata rapi sesuai dengan kebutuhan setiap informasi yang ada.

Silo SEO
Silo SEO

Semakin banyak data yang saling terkait untuk melengkapi dan memperkuat informasi, maka dipastikan konten atau artikel yang Anda miliki semakin direkomendasikan oleh mesin pencari. Silo SEO yaitu salah satu strategi optimasi andalan para praktisi SEO. Strategi ini tidak hanya menguntungkan situs web Anda, tetapi juga Google dan pengguna. Maka dari itu, tidak heran jika teknik ini menjadi senjata untuk menaikkan peringkat di hasil pencarian. Mari kita mulai Pengertian Silo SEO.

Apa itu Silo SEO?

Silo SEO adalah teknik mengelompokkan halaman situs web ke dalam kategori dan menghubungkannya dengan tautan internal. Teknik ini membuat tampilan website lebih rapi, terstruktur dan terencana. Hubungan antar halaman juga menjadi lebih baik berkat kategori yang dikenal sebagai siloing.

Secara teknis, penerapan teknik ini menggunakan sebuah subfolder untuk setiap kategori. Berbeda dengan website pada umumnya yang menempatkan semua konten ke dalam folder root. Model ini disebut sebagai struktur silo SEO. Contohnya adalah:

  • Non-Silo: sitename.com/page/
  • Silo:sitename.com/category/page/

Tips Membangun Silo SEO yang Kuat

Nah, agar strategi Silo SEO Anda berjalan maksimal, berikut empat tips siloing yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan struktur internal tautan piramida dengan halaman utama di bagian atas, konten pilar di tengah, dan konten pendukung di kaki.
  • Sebarkan tautan internal di antara pos yang relevan. Jangan memaksakan tautan internal, jika topiknya benar-benar tidak terkait.
  • Tambahkan hub konten atau ‘artikel terkait’ di setiap halaman.
  • Jangan menempatkan konten penting terlalu dalam. Jika Anda menggunakan Ahrefs, Anda dapat memeriksanya di Site Audit – Structure Explorer. Konten penting idealnya memiliki kedalaman kurang dari 5.

Cara Menerapkan Silo SEO

Untuk menerapkan struktur Silo SEO, Anda harus membuat perencanaan yang matang karena website belum dirilis. Siloing di situs web lama bukan tidak mungkin. Hanya saja, usaha Anda akan lebih berat karena harus mengevaluasi semua halaman dan konten. Berikut adalah langkah-langkah siloing dari awal sampai akhir:

Tentukan Kategori Topik

Cara penerapan Silo SEO yang pertama adalah dengan menentukan pembagian kategori. Sebelum Anda merilis website, bahkan sebelum Anda membuat rencana konten, Anda harus menentukan terlebih dahulu kategori apa yang akan Anda buat. Tahapan ini sangat penting, karena akan mempengaruhi langkah selanjutnya.

Buat Navigasi Untuk Merefleksikan

Setelah menentukan struktur Silo SEO, langkah selanjutnya adalah membuat navigasi sebagai pintu masuk ke setiap kategori. Anda dapat mengambil contoh dari portal berita yang menampilkan menu navigasi di bagian atas. Navigasi ini akan menjadi jalan bagi pengguna untuk mengakses kategori konten tertentu.

Bangun Internal Link

Cara ketiga untuk menerapkan Silo SEO adalah membangun tautan internal. Setiap konten Anda harus menyertakan tautan yang mengarah ke konten lain dalam kategori yang sama. Setidaknya ada 2 manfaat utama internal link, yaitu Memperjelas Navigasi Dan Struktur Situs Web Di Sisi Pengguna.

Semua Halaman Web Didistribusikan Dengan Baik

Mengenai internal link, terdapat perbedaan pendapat di antara para praktisi. Sementara silo klasik melarang konten kategori A menyediakan tautan ke konten kategori B, Ahrefs menentangnya. Ahrefs berpendapat bahwa jika topiknya relevan, tautan internal lintas kategori tidak menjadi masalah, bahkan dianjurkan.

Rutin Post Konten Untuk Semua Kategori

Cara terakhir menerapkan Silo SEO adalah dengan memposting konten. Lanjutkan dengan rencana konten Anda, tetapi dengan jadwal posting yang merata untuk semua kategori. Tujuannya agar setiap kategori mendapatkan share postingan yang ideal, sehingga niche tidak berat sebelah.

Setiap kali Anda memposting konten baru, evaluasi kembali konten sebelumnya untuk menemukan topik relevan yang dapat Anda berikan tautan internal. Namun, Anda harus mempertahankan struktur dan aliran PR. Prioritas Anda harus halaman utama, diikuti artikel pilar, lalu diakhiri dengan konten pendukung.

4 Manfaat Penting Silo SEO

Siloing terbukti mampu mempertahankan struktur konten, meningkatkan keuntungan, meningkatkan peringkat, dan memuaskan pengguna. Berikut penjelasan detailnya:

Membantu Menentukan Topik Utama Website

Manfaat Silo SEO yang pertama adalah menentukan topik utama (niche) website. Saat pertama kali membangun situs web, Anda mungkin sudah memiliki topik yang akan menjadi fokus utama. Namun, seiring waktu, tema konten Anda dapat berkembang melampaui topik utama.

Dengan menerapkan siloing, Anda dapat menjaga batasan diskusi dalam satu ceruk. Bahkan jika Anda perlu memperluas ceruk, Anda dapat melakukannya secara halus dengan menambahkan kategori, sehingga tidak mengacaukan struktur yang ada.

Manajemen Konten Lebih Rapi

Manfaat kedua dari Silo SEO adalah membantu manajemen konten. Rencana konten Anda mungkin sudah mencakup topik, judul, kata kunci, dan jadwal posting. Namun, dengan membuat silo, Anda dapat membuat rencana konten terpisah untuk setiap kategori. Siloing membuat rencana konten Anda lebih baik dengan 3 cara berikut:

  • Buat jadwal posting untuk setiap kategori konten.
  • Rencanakan struktur kata kunci untuk setiap konten dari kategori yang sama.
  • Kelola tautan internal antar konten dari tahap perencanaan konten.

Dengan rencana yang matang, Anda bisa menghasilkan konten berkualitas dengan cara yang lebih terencana. Mulai dari struktur per halaman hingga struktur website secara keseluruhan, semuanya akan tertata dengan baik.

Mempercepat Indexing Google

Manfaat Silo SEO yang ketiga yaitu memudahkan Google untuk mengindeks. Saat Anda mengupload konten, Google mungkin perlu beberapa saat untuk menemukan dan mengindeks konten Anda. Siloing merupakan salah satu trik untuk mempercepat proses ini.

Salah satu faktor kunci dalam siloing adalah tautan internal. Saat Google membaca sebuah halaman di website Anda, Google juga akan mengevaluasi setiap link yang Anda pasang di sana. Dengan begitu, Anda dapat mengarahkan Google ke setiap halaman dan memastikan semuanya akan diindeks.

Baca juga : 10 Contoh Surat Pengunduran Diri Kerja Yang Baik Dan Benar

Menaikkan Peringkat Di SERP

Manfaat keempat adalah meningkatkan peringkat website Anda di Search Engine Result Page (SERP). Anda bisa mendapatkan promosi melalui siloing karena 3 alasan berikut:

  • PageRank (PR) merupakan indikator Google dalam menilai kualitas suatu halaman. Sedangkan link juice merupakan sebuah indikator kekuatan backlink. Dengan melakukan silo, Anda bisa mengalirkan PR dan tautan jus ke semua halaman menggunakan tautan internal.
  • Link internal antar konten akan lebih kontekstual dan relevan.
  • Pengalaman para pengguna akan lebih memuaskan karena navigasi menjadi lebih mudah.

Demikian Ulasan Tentang, Tips Membangun Silo SEO Yang Kuat Dengan Mudah Untuk Pemula Semoga Bermanfaat.

Avatar
Kei Lho Hanya seorang penulis yang menjadikan susu hangat menjadi sebuah cerita yang bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas